
Keesokan harinya.
Abela dan Nando tidur terpisah, Abela tidur di ranjang sedangkan Nando tidur dikamar sebelah namun kamar mereka saling terhubung (connected room). Nando masuk ke kamar Abela tapi Abela masih tertidur dengan pulas.
Ponsel Abela berdering, ada panggilan telfon dari Adriano.
“Good morning, bangun sayang, ada panggilan masuk.” Kata Nando membangunkan Abela sambil mencium kening Abela.
“Siapa sih pagi-pagi telfon, aku masih ngantuk.” Kata Abela dengan mata masih terpejam.
“Mantan suamimu yang menelfon.” Kata Nando.
“Ada apa lagi dia menelfonku? Angkat saja sayang, aku mau mandi dulu.” Kata Abela.
“Baiklah.” Kata Nando sambil mencium Abela.
“Aku mandi dulu ya, oh iya setelah ini aku mau menemui Radina karena ada yang mau aku bahas dengannya.” Kata Abela.
“Iya, nanti aku antar saja.” Kata Nando.
“Terima kasih sayang.” Kata Abela.
Kemudian Nando segera kembali ke kamarnya dan menerima panggilan dari Adriano.
“Hallo.” Jawab Nando.
“Nando? Kenapa kamu yang menerima telfonku? Dimana Abela?” Tanya Adriano.
“Dia masih sibuk, ada apa?” Tanya Nando.
“Pagi-pagi begini kamu sudah bersama Abela? Apa yang sedang kalian lakukan? Oh jadi kalian sudah tinggal bersama ya? Tinggal bersama tanpa status? Kamu pikir ini di luar negeri?” Kata Adriano kesal sendiri.
“Aku tidak perlu menjawab pertanyaan seperti itu, ada apa kamu menelfon Abela?” Tanya Nando.
__ADS_1
“Darel dimana? Kenapa dia tidak menerima telfonku atau membalas pesanku? Memangnya Abela memperngaruhi Darel apa? Pasti dia melarangku bertemu dengan Darel kan? Bagaimanapun juga aku adalah ayah kandungnya.” Kata Adriano.
“Darel sedang ada acara camping di sekolahnya, bukankah Abela sudah memberitahumu atau kamu hanya mencari-cari alasan saja untuk menghubungi Abela?” Tanya Nando.
“Untuk apa aku mencari-cari alasan menelfonnya? Aku tidak peduli apa yang dia lakukan.” Kata Adriano.
“Kalau begitu aku tutup dulu telfonnya.” Kata Nando.
Tiba-tiba Abela datang.
“Sayang aku sudah selesai mandi, ayo kita turun untuk sarapan.” Kata Abela.
“Iya sayang.” Jawab Nando, lalu Nando mematikan telfon dari Adriano, sehingga Adriano mendengar percakapan Abela dan Nando.
“Siapa? Adriano ya?” Tanya Abela.
“Iya sayang, dia menanyakan Darel.” Kata Nando.
“Biarkan saja, padahal kemarin aku mengirim pesan kepadanya untuk memberitahu bahwa Darel ada kegiatan camping.” Kata Abela.
Didalam lift, Nando terus saja menggoda Abela. Nando memandangi wajah Abela sambil senyum-senyum sehingga membuat Abela tersipu malu.
“Kamu kenapa sih melihatku seperti itu?” Tanya Abela.
“I love you.” Goda Nando.
“Aishhh hentikan, kamu membuatku malu saja.” Kata Abela.
“Beri aku pelukan.” Kata Nando sambil mengulurkan tangannya ke arah Abela, lalu Abela memeluknya.
“Kamu seperti anak kecil saja ya.” Kata Abela.
“Aku ingin seperti bayi yang selalu ingin dimanja olehmu.” Kata Nando sambil mencium bibir Abela.
__ADS_1
“Astaga hentikan sayang, kamu tinggi sekali sih jadi sulit kan kalau ingin menciumku?” Tanya Abela.
“Tidak kok.” Kata Nando, lalu Nando menggendong Abela lalu menciumnya berkali-kali setiap Abela berkata sepatah katapun.
“Kamu benar-benar membuatku semakin jatuh cinta kepadamu saja, terima kasih ya telah menerimaku dengan tulus. Aku bersyukur bertemu denganmu.” Kata Abela sambil berpegangan erat karena takut jatuh.
“Seandainya aku bertemu denganmu lebih dulu daripada Adriano, apakah kamu juga akan menerimaku?” Tanya Nando.
“Jangan membahas itu, aku ingin kamulah cinta terakhirku.” Kata Abela.
“Pasti, pasti aku akan menjadi cinta terakhirmu sayang.” Kata Nando.
Mereka pun semakin mesra didalam lift, tiba-tiba pintu lift terbuka dan mereka tersipu malu tapi Nando tetap menggendong Abela dan tidak menurunkannya.
“Sayang turunkan aku.” Bisik Abela.
“Tidak mau.” Kata Nando.
“Aku malu sayang.” Bisik Abela.
“Memangnya aku membuatmu malu? Memangnya tampangku memalukan ya?” Tanya Nando.
“Bukan begitu sayang tapi aku malu karena kamu menggendongku, seakan lift ini milik kita berdua saja.” Bisik Abela.
“Sudahlah, jangan pedulikan mereka. Sebentar lagi kita sampai lobby kok.” Bisik Nando sambil menarik tali bra Abela dari belakang.
“Aaaah apa yang kamu lakukan sih sayang?” Teriak Abela sambil memukul lengan Nando.
“Makanya jangan banyak bicara, diam saja.” Bisik Nando.
“Hmmmm kamu menyebalkan sekali, aku ingin marah tapi hmmmm lupakan.” Kata Abela.
__ADS_1
“Kamu mau marah padaku? Lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti.” Kata Nando.