
Abella dan Adriano pergi untuk menikmati kuliner khas kota Medan.
“Pokoknya hari ini aku akan makan banyak hahaha.” Kata Abella.
“Jangan sampai membuat malu, pingsan di atas pesawat karena kelaparan.”
Kata Adriano.
“Berisik deh, kenapa sih bahas masalah itu lagi. Ayo cepat pesankan aku
makanan.” Kata Abella.
“Tunggu sebentar, kenapa ya aku merasa seperti sedang mengajak anak kecil
yang sedang merajuk minta makan.” Kata Adriano.
“Cepat om, aku sudah sangat lapar.” Kata Abella dengan mengeraskan volume
suaranya.
Saat mereka menunggu makanan mereka datang, Abella tiba-tiba teringat
sesuatu tentang Dava. Kebetulan di restoran tersebut sedang memutar sebuah
lagu, Abella teringat kenangan indahnya bersama Dava.
“Kenapa kamu?” Tanya Adriano.
“Lagu ini mengingatkanku dengan Dava.” Kata Abella.
“Untuk apa kamu masih ingta dengan dia, lupakan saja dia.” Kata Adriano.
“Dulu dia sering menyanyikan lagu ini untukku disaat aku sedang kesal,
marah atau sedih. Apalagi suara dia sangatlah indah sehingga membuatku jadi
tenang dan bahagia. Tapi sekarang dia tega mengkhianatiku, aku akan mengutuk
dia dan pacarnya agar dia tidak pernah bahagia ihhhhh menyebalkan, aku kesal
dengannya.” Kata Abella sambil memukul meja dan menendang meja dan kursinya.
“Hei kalau marah jangan bikin malu dong, banyak orang yang melihatmu tuh.”
Bisik Adriano.
__ADS_1
“Kamu pasti tidak pernah merasakan bagaimana rasanya patah hati karena kamu
pasti tidak pernah pacaran kan, kalau pernah pacaran tidak mungkin kamu
dijodohkan denganku. Ternyata kamu kurang pergaulan ya alias kuper wekkk.” Goda
Abella.
“Enak saja, siapa bilang aku tidak pernah pacaran. Tentu saja aku pernah.”
Kata Adriano.
“Seperti apa mantan kekasihmu dulu mas?” Tanya Abella.
“Rahasia, untuk apa aku memberitahumu?” Tanya Adriano.
“Dasar pelit, aku kan ingin tau seperti apa selera om-om. Dia pasti tidak
terlalu cantik.” Goda Abella.
“Dia sangat cantik dan sangat baik hati dan selalu setia menemaniku.” Kata
Adriano.
mantan mas haha kamu lucu sekali deh.” Goda Abella.
“Kamu benar, yang setia tidak akan jadi mantan.” Kata Adriano.
“Apakah kamu masih sering memikirkannya? Apakah dia berpisah darimu untuk
menikah dengan orang lain?” Tanya Abella.
“Dia memilih lelaki lain karena waktu itu aku belum jadi pilot.” Kata
Adriano.
“Oh, berarti dia itu wanita yang matrealistis, kalau dia menyukaimu pasti
dia akan menunggumu dan menemanimu sampai sukses bersama-sama. Lupakanlah wanita
seperti itu, dia tidak layak untukmu mas.” Kata Abella.
“Lalu wanita seperti apa yang pantas untukku?” Tanya Adriano mengheningkan
suasana.
__ADS_1
“Eh eh wanita yang akan menemanimu dari nol sampai kamu sukses, yang
menamanimu baik suka maupun duka.” Kata Abella dengan gugup.
“Dimana aku bisa menemukan wanita seperti itu?” Tanya Adriano sambil
menatap istrinya hingga membuat Abella gugup dan salah tingkah.
Tiba-tiba makanan pesanan mereka datang.
“Makanan kita sudah datang, kita makan dulu yuk. Aku sangat lapar.” Kata
Abella.
“Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?” Tanya Adriano sambil terus
menatap istrinya.
“Wah makanannya sangat enak, aku akan memakannya dengan sangat lahap.” Kata
Abella mengalihkan pendangan dari suaminya.
“Dasar anak kecil pikirannya makan terus.” Gerutu Adriano.
“Nama makanan ini apa mas?” Tanya Abella.
“Itu soto khas Medan, kalau yang itu lontong Medan.” Kata Adriano.
“Wah enak sekali, aku harus memotretnya lalu aku unggah deh di sosial
mediaku. Foto makanan pakai ponsel baru, wah senangnya.” Kata Abella dengan
ekspresi yang sangat bahagia layaknya anak kecil.
“Dasar anak kecil, anak TK, anak paud.” Gerutu Adriano.
“Terima kasih banyak ya om ponselnya hehehe.” Goda Abella.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman, terima kasih.
__ADS_1