Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 137


__ADS_3

Dirumah Dani dan Anindya, Aira


tiba-tiba datang.


“Marcelo apa yang kamu lakukan?


Mama tidak pernah mengajarkanmu seperti itu?” Bentak Aira.


“Aira? Bukankah kamu sudah


meninggal?” Tanya Anindya.


“Apakah kamu berharap aku mati?”


Tanya Aira.


“Anakmu bilang bahwa kamu sudah


mati.” Kata Anindya.


“Mama kenapa datang kesini? Sudah


aku bilang jangan kembali kesini ma.” Kata Marcelo.


“Jangan menyakiti perasaan orang


lain nak dan jangan membalas keburukan dengan keburukan. Selama ini Anindya


banyak membantu mama. Dia yang mengobati perawatan mama, mama terkena penyakit


yang cukup parah dan dia mengirimkan uang untuk pengobatan mama. Kamu tidak


seharusnya memperlakukan dia seperti itu nak.” Kata Aira.


“Apa? Mama kena penyakit? Kenapa


mama tidak pernah menceritakan semua ini padaku.” Tanya Marcelo.


“Karena mama tidak ingin kamu


khawatir sayang, maafkan mama.” Kata Aira.


Marcelo pun lemas tak berdaya


sambil menangis dan menyesal.


“Dasar tidak tau diri.” Kata


Anindya sambil menampar pipi Marcelo.


“Cukup, jangan menampar anakku.


Tampar saja aku.” Kata Aira.


“Maafkan aku ma, seandainya mama


menceritakan ini semua pasti aku tidak akan melakukan semua ini.” Kata Marcelo.


“Bukankah mama selalu melarangmu


untuk kembali kesini tapi kamu tetap saja datang kesini.” Kata Aira sambil

__ADS_1


memeluk anaknya.


**


Beberapa bulan kemudian. Marcelo


menemui Adriano dirumahnya.


“Adriano dimana?” Tanya Marcelo.


“Didalam, ada apa?” Tanya Abella.


“Aku mau bertemu dengannya.” Kata


Marcelo.


“Masuklah, aku panggilkan dia


dulu.” Kata Abella.


“Baiklah, Darel dimana? Aku


sangat merindukannya dan ingin menggendongnya.” Kata Marcelo.


“Dia didalam kamar, tapi jangan


menemui dia. Aku masih takut denganmu.” Kata Abella.


“Astaga ternyata kamu masih takut


denganku ya. Aku sudah berubah kok.” Kata Marcelo.


berubah, apalagi wajahmu sangat mirip dengan suamiku. Apakah kamu puas dan


bangga melakukan operasi plastik agar mirip dengan suamiku?” Tanya Abella.


“Maafkan aku, ini semua salahku.”


Kata Marcelo.


“Enak banget ya tinggal minta


maaf saja. Lalu apakah kamu akan tetap tinggal disini? Kenapa kamu tidak balik


lagi saja ke Singapore bersama ibumu?” Tanya Abella.


“Aku dan ibuku memang ingin


tinggal di Singapore.” Kata Marcelo.


“Baguslah kalau begitu. Tapi aku


masih tidak suka denganmu karena melakukan operasi plastic agar mirip dengan


suamiku. Bagaimana kalau banyak yang mengira bahwa kamu adalah suamiku.” Kata


Abella.


“Lalu kamu ingin aku bagaimana?”


Tanya Marcelo.

__ADS_1


“Setidaknya jadilah dirimu


sendiri.” Kata Abella.


“Maksudmu aku harus merubah


wajahku agar berbeda dengan suamimu?” Tanya Marcelo.


“Tentu saja, aku masih kesal


denganmu.” Kata Abella.


“Baiklah, aku akan melakukannya. Tapi


setelah itu kamu akan memaafkanku kan?” Tanya Marcelo.


“Baiklah. Oh iya kamu ada apa


menemui suamiku?” Tanya Abella.


“Memangnya tidak boleh? Aku dan


dia adalah kakak adik.” Kata Marcelo.


“Ada perlu apa memangnya?” Tanya


Abella.


“Hari ini aku mau kembali ke


Singapore. Setelah aku pikir lebih baik aku kembali saja kesana dan memulai


hidupku dari awal.” Kata Marcelo.


“Ah syukurlah si beban keluarga


pergi setelah ini.” Kata Abella dalam hati.


**


Marcelo mengajak Adriano pergi ke


bandara.


“Kenapa mengajakku ke tempat ini?


Aneh sekali kamu mengajakku ke hotel, ada apa sebenarnya? Bukankah kamu harus


segera pergi ke bandara?” Tanya Adriano.


“Penerbanganku masih nanti sore,


bagaimana kalau kita menunggu disini sambil meminum kopi?” Tanya Marcelo.


“Astaga, baiklah kalau begitu. Ayo


kita masuk.” Kata Adriano.


Saat Adriano turun dari mobil


tiba-tiba ada yang membungkam mulut Adriano sehingga Adriano pingsan.

__ADS_1


__ADS_2