Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 148


__ADS_3

Setibanya di vila tersebut.


“Kita parkir mobil dari kejauhan


saja, temanku ada di sebelah sana untuk berjaga-jaga. Saat aku butuh bantaun


akan menekan tombol yang ada di sakuku, nanti dia akan datang membantu kita. Nanti


aku akan meledakkan petasan tepat di depan vila itu, nanti kamu masuk lewat


pintu belakang, mengerti?” Tanya Abella.


“Baik mbak.” Kata Ayu.


“Kita ketemu di pintu belakang


ya.” Kata Abella.


“Baik mbak.” Kata Ayu.


Kemudian Abella menuju ke vila


tersebut dan segera meledakkan petasan tersebut, seketika penjaga vila dan anak


buah Adriano palsu segera keluar untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi. Waktu


itu dibuat kesempatan oleh Abella untuk masuk ke dalam vila melalui pintu


belakang.


“Bagaimana mbak?” Tanya Ayu.


“Berhasil, ayo kita segera masuk.”


Kata Abella.


“Mbak Abella baik-baik saja kan?”


Tanya Ayu.


“Baik-baik saja, dimana tempat


mereka menyekap suamiku?” Tanya Abella.


“Ada ruang bawah tanah di vila


ini mbak, waktu itu aku melihatnya tapi aku tidak tau persis dimana pintunya.” Kata


Ayu.


“Waktu kita tidak banyak, ayo


cepat kita cari.” Kata Abella.

__ADS_1


“Mbak, itu ada pintu, coba kita


kesana.” Kata Ayu.


Kemudian mereka membuka pintu


tersebut dan ternyata benar, pintu tersebut menuju ke arah ruang bawah tanah. Akhirnya


mereka menemukan Adriano asli, Abella menangis melihat kondisi suaminya. Adriano


asli bertelanjang dada dengan tangan kakinya dirantai, selain itu tempatnya


yang sangat kotor dipenuhi dengan kotoran hewan. Adriano asli terlihat sangat


kurus seperti orang tidak terawat, wajahnya bahkan penuh dengan luka dan lebam.


“Mbak harus tetap kuat, jangan


menangis mbak. Ini kesempatan kita untuk menyelamatkan suami mbak.” Kata Ayu.


“Aku kasian melihat kondisi


suamiku yang seperti itu.” Kata Abella.


Tiba-tiba ada satu anak buah


Adriano palsu yang masuk ke ruang bawah tersebut, sehingga Abella dan Ayu


segera bersembunyi.


“Aku takut huhuhu.” Kata Abella


sambil menangis.


“Jangan bersuara mbak.” Kata Ayu.


“Ada tikus di pojokan, bagaimana


kalau dia menghampiriku? Aku bisa teriak kalau sampai tikus itu menghampiriku.”


Kata Abella.


“Aku akan melemparkan tikus itu ke


arah orang itu, pasti dia akan kabur.” Kata Ayu.


“Kamu gila ya? Itu sangat


menjijikkan.” Kata Abella.


“Waktu kita tidak banyak mbak.” Kata


Ayu.

__ADS_1


Kemudian Ayu melempar tikus ke arah


penjaga tersebut, penjaga tersebut pun berteriak kaget dan melarikan diri.


“Ayo mbak, kita kabur bersama pak


Adriano.” Kata Ayu.


“Aku tidak kuat, rasanya sesak


dan mual disini.” Kata Abella.


“Sedikit lagi kita akan keluar


dari sini kok mbak. Oh iya bagaimana dengan penjaga di luar sana mbak?” Tanya


Ayu.


“Temanku menghajarnya, ayo kita


lepaskan suamiku dulu.” Kata Abella.


Kemudian Abella dan Ayu


melepaskan ikatan Adriano asli, Adriano asli masih belum sadar akibat tidak


makan berhari-hari dan kondisinya yang tidak karuan.


“Ayo kita cepat kabur mbak.” Kata


Ayu.


“Cepat, aku tidak tahan disini.” Kata


Abella.


Akhirnya mereka berhasil keluar


dari vila tersebut.


“Abella.” Kata Adriano asli.


“Jangan banyak bicara mas,


mulutmu sangat bau.” Kata Abella.


Tiba-tiba Adriano asli langsung


memeluk istrinya sambil menangis histeris.


“Bagaimana kabarmu sayang? Maafkan


aku karena gagal melindungimu? Bagaimana keadaan Darel? Dia baik-baik saja kan?”

__ADS_1


Tanya Adriano asli. Namun Abella justru pingsan karena tidak tahan dengan bau


Adriano asli.


__ADS_2