
Setibanya di vila tersebut.
“Kita parkir mobil dari kejauhan
saja, temanku ada di sebelah sana untuk berjaga-jaga. Saat aku butuh bantaun
akan menekan tombol yang ada di sakuku, nanti dia akan datang membantu kita. Nanti
aku akan meledakkan petasan tepat di depan vila itu, nanti kamu masuk lewat
pintu belakang, mengerti?” Tanya Abella.
“Baik mbak.” Kata Ayu.
“Kita ketemu di pintu belakang
ya.” Kata Abella.
“Baik mbak.” Kata Ayu.
Kemudian Abella menuju ke vila
tersebut dan segera meledakkan petasan tersebut, seketika penjaga vila dan anak
buah Adriano palsu segera keluar untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi. Waktu
itu dibuat kesempatan oleh Abella untuk masuk ke dalam vila melalui pintu
belakang.
“Bagaimana mbak?” Tanya Ayu.
“Berhasil, ayo kita segera masuk.”
Kata Abella.
“Mbak Abella baik-baik saja kan?”
Tanya Ayu.
“Baik-baik saja, dimana tempat
mereka menyekap suamiku?” Tanya Abella.
“Ada ruang bawah tanah di vila
ini mbak, waktu itu aku melihatnya tapi aku tidak tau persis dimana pintunya.” Kata
Ayu.
“Waktu kita tidak banyak, ayo
cepat kita cari.” Kata Abella.
__ADS_1
“Mbak, itu ada pintu, coba kita
kesana.” Kata Ayu.
Kemudian mereka membuka pintu
tersebut dan ternyata benar, pintu tersebut menuju ke arah ruang bawah tanah. Akhirnya
mereka menemukan Adriano asli, Abella menangis melihat kondisi suaminya. Adriano
asli bertelanjang dada dengan tangan kakinya dirantai, selain itu tempatnya
yang sangat kotor dipenuhi dengan kotoran hewan. Adriano asli terlihat sangat
kurus seperti orang tidak terawat, wajahnya bahkan penuh dengan luka dan lebam.
“Mbak harus tetap kuat, jangan
menangis mbak. Ini kesempatan kita untuk menyelamatkan suami mbak.” Kata Ayu.
“Aku kasian melihat kondisi
suamiku yang seperti itu.” Kata Abella.
Tiba-tiba ada satu anak buah
Adriano palsu yang masuk ke ruang bawah tersebut, sehingga Abella dan Ayu
segera bersembunyi.
“Aku takut huhuhu.” Kata Abella
sambil menangis.
“Jangan bersuara mbak.” Kata Ayu.
“Ada tikus di pojokan, bagaimana
kalau dia menghampiriku? Aku bisa teriak kalau sampai tikus itu menghampiriku.”
Kata Abella.
“Aku akan melemparkan tikus itu ke
arah orang itu, pasti dia akan kabur.” Kata Ayu.
“Kamu gila ya? Itu sangat
menjijikkan.” Kata Abella.
“Waktu kita tidak banyak mbak.” Kata
Ayu.
__ADS_1
Kemudian Ayu melempar tikus ke arah
penjaga tersebut, penjaga tersebut pun berteriak kaget dan melarikan diri.
“Ayo mbak, kita kabur bersama pak
Adriano.” Kata Ayu.
“Aku tidak kuat, rasanya sesak
dan mual disini.” Kata Abella.
“Sedikit lagi kita akan keluar
dari sini kok mbak. Oh iya bagaimana dengan penjaga di luar sana mbak?” Tanya
Ayu.
“Temanku menghajarnya, ayo kita
lepaskan suamiku dulu.” Kata Abella.
Kemudian Abella dan Ayu
melepaskan ikatan Adriano asli, Adriano asli masih belum sadar akibat tidak
makan berhari-hari dan kondisinya yang tidak karuan.
“Ayo kita cepat kabur mbak.” Kata
Ayu.
“Cepat, aku tidak tahan disini.” Kata
Abella.
Akhirnya mereka berhasil keluar
dari vila tersebut.
“Abella.” Kata Adriano asli.
“Jangan banyak bicara mas,
mulutmu sangat bau.” Kata Abella.
Tiba-tiba Adriano asli langsung
memeluk istrinya sambil menangis histeris.
“Bagaimana kabarmu sayang? Maafkan
aku karena gagal melindungimu? Bagaimana keadaan Darel? Dia baik-baik saja kan?”
__ADS_1
Tanya Adriano asli. Namun Abella justru pingsan karena tidak tahan dengan bau
Adriano asli.