
Keesokan paginya.
“Aku sudah mencari pembantu rumah
tangga sekaligus pengasuh untuk Darel. Sebentar lagi dia akan tiba dirumah.”
Kata Adriano palsu.
“Secepat itu? Kamu dapat dari
mana? Kalau masalah itu biar aku saja yang mencarinya mas.” Kata Abella.
“Tidak perlu sayang, lagipula dia
sangat berpengalaman kok.” Kata Adriano palsu.
Tidak lama kemudian datanglah
pembantu rumah tangga alias orang kepercayaan Adriano palsu.
“Selamat pagi.” Kata pembantu
tersebut.
“Selamat pagi, sayang kenalkan
ini namanya Santi. Mulai hari ini dia akan bekerja sebagai pembantu rumah
tangga sekaligus membantu kita untuk menjaga Darel.” Kata Adriano palsu.
“Selamat pagi bu, nama saya
Santi.” Kata Santi.
“Ah iya selamat pagi.” Kata
Abella.
“Biar aku tunjukkan kamar kamu
dan apa saja yang harus kamu lakukan.” Kata Adriano palsu.
Adriano palsu membawa Santi
kedalam kamar pembantu sekaligus menunjukkan pekerjaan apa saja yang harus
Santi lakukan.
“Tugas kamu adalah mengurus
pekerjaan rumah tangga dan membantu istriku merawat Darel. Lakukan apa yang aku
__ADS_1
perintahkan. Satu hal lagi tugasmu adalah mengawasi setiap gerak-gerik istriku
yang mencurigakan lalu laporkan padaku, mengerti?” Tanya Adriano palsu.
“Baik, aku mengerti.” Kata Santi.
“Kalau begitu aku tinggal dulu.”
Kata Adriano palsu.
**
Saat Adriano palsu sedang pergi
bekerja, diam-diam Abella mengikutinya karena Abella curiga dengan sikap
suaminya akhir-akhir ini.
“Mau pergi kemana bu?” Tanya
Santi.
“Mau pergi sebentar, titip Darel
ya.” Kata Abella.
“Tentu saja bu, hati-hati bu”
Santi kemudian melaporkan kepada
Adriano palsu.
“Hallo pak, sebaiknya bapak
hati-hati karena ibu sedang keluar. Sepertinya dia mengikuti bapak.” Kata Santi.
“Baik, kerja bagus. Terima kasih
infonya.” Kata Adriano palsu.
Akhirnya Adriano segera menuju ke
tempat kerjanya, padahal sebenarnya dia mau pergi ke vila terlebih dahulu untuk
mengecek kondisi Adriano asli.
“Ternyata istriku memang pintar,
sepertinya aku harus lebih hati-hati agar dia tidak curiga padaku. Semakin hari
semakin aku terobsesi dengan Abella. Adriano sangat pintar memilih seorang
__ADS_1
istri, dan dengan mudahnya aku bisa memilikinya. Tidak sia-sia aku melakukan
operasi plastic sekaligus operasi pita suara agar suaraku sama dengan Adriano. Aku
memang sangat pintar hahaha.” Kata Adriano palsu.
Setibanya di tempat kerja,
Adriano palsu segera turun dari mobil. Dia mengamati dari kejauhan mobil Abella,
namun dia pura-pura tidak mengetahuinya. Kemudian dia menelfon Abella.
“Hallo sayang, kamu sedang apa?”
Tanya Adriano palsu.
“Eh eh eh aku sedang diluar mas.”
Kata Abella.
“Keluar kemana memangnya?” Tanya Adriano
palsu.
“Aku sedang membeli makan mas,
aku ingin makan diluar. Kamu sudah sampai di kantor belum?” Tanya Abella.
“Baru saja aku sampai, makanya
aku segera menelfonmu karena aku merindukan suaramu sayang.” Kata Adriano
palsu.
“Astaga kamu bisa saja deh mas,
semangat untuk kerjanya ya sayang. Aku tutup dulu ya.” Kata Abella.
Akhirnya Abella mengurungkan
niatnya untuk pergi ke vila dan semakin percaya dengan Adriano palsu. Dia melanjutkan
perjalanan untuk pergi ke salah satu mall, dia berencana untuk membeli sebuah
baju untuk suaminya, karena dia merasa bersalah makanya dia ingin memberikan
kejutan untuk suaminya. Namun dia justru melihat Aira di mall tersebut.
“Bukankah itu bu Aira, mamanya
Marcelo. Sedang apa dia disini? Bukannya dia saat ini ada di Singapore. Aku harus
__ADS_1
menanyakannya langsung.” Kata Abella. Abella pun menghampiri Aira.