Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 141


__ADS_3

Keesokan paginya.


“Aku sudah mencari pembantu rumah


tangga sekaligus pengasuh untuk Darel. Sebentar lagi dia akan tiba dirumah.”


Kata Adriano palsu.


“Secepat itu? Kamu dapat dari


mana? Kalau masalah itu biar aku saja yang mencarinya mas.” Kata Abella.


“Tidak perlu sayang, lagipula dia


sangat berpengalaman kok.” Kata Adriano palsu.


Tidak lama kemudian datanglah


pembantu rumah tangga alias orang kepercayaan Adriano palsu.


“Selamat pagi.” Kata pembantu


tersebut.


“Selamat pagi, sayang kenalkan


ini namanya Santi. Mulai hari ini dia akan bekerja sebagai pembantu rumah


tangga sekaligus membantu kita untuk menjaga Darel.” Kata Adriano palsu.


“Selamat pagi bu, nama saya


Santi.” Kata Santi.


“Ah iya selamat pagi.” Kata


Abella.


“Biar aku tunjukkan kamar kamu


dan apa saja yang harus kamu lakukan.” Kata Adriano palsu.


Adriano palsu membawa Santi


kedalam kamar pembantu sekaligus menunjukkan pekerjaan apa saja yang harus


Santi lakukan.


“Tugas kamu adalah mengurus


pekerjaan rumah tangga dan membantu istriku merawat Darel. Lakukan apa yang aku

__ADS_1


perintahkan. Satu hal lagi tugasmu adalah mengawasi setiap gerak-gerik istriku


yang mencurigakan lalu laporkan padaku, mengerti?” Tanya Adriano palsu.


“Baik, aku mengerti.” Kata Santi.


“Kalau begitu aku tinggal dulu.”


Kata Adriano palsu.


**


Saat Adriano palsu sedang pergi


bekerja, diam-diam Abella mengikutinya karena Abella curiga dengan sikap


suaminya akhir-akhir ini.


“Mau pergi kemana bu?” Tanya


Santi.


“Mau pergi sebentar, titip Darel


ya.” Kata Abella.


“Tentu saja bu, hati-hati bu”


Santi kemudian melaporkan kepada


Adriano palsu.


“Hallo pak, sebaiknya bapak


hati-hati karena ibu sedang keluar. Sepertinya dia mengikuti bapak.” Kata Santi.


“Baik, kerja bagus. Terima kasih


infonya.” Kata Adriano palsu.


Akhirnya Adriano segera menuju ke


tempat kerjanya, padahal sebenarnya dia mau pergi ke vila terlebih dahulu untuk


mengecek kondisi Adriano asli.


“Ternyata istriku memang pintar,


sepertinya aku harus lebih hati-hati agar dia tidak curiga padaku. Semakin hari


semakin aku terobsesi dengan Abella. Adriano sangat pintar memilih seorang

__ADS_1


istri, dan dengan mudahnya aku bisa memilikinya. Tidak sia-sia aku melakukan


operasi plastic sekaligus operasi pita suara agar suaraku sama dengan Adriano. Aku


memang sangat pintar hahaha.” Kata Adriano palsu.


Setibanya di tempat kerja,


Adriano palsu segera turun dari mobil. Dia mengamati dari kejauhan mobil Abella,


namun dia pura-pura tidak mengetahuinya. Kemudian dia menelfon Abella.


“Hallo sayang, kamu sedang apa?”


Tanya Adriano palsu.


“Eh eh eh aku sedang diluar mas.”


Kata Abella.


“Keluar kemana memangnya?” Tanya Adriano


palsu.


“Aku sedang membeli makan mas,


aku ingin makan diluar. Kamu sudah sampai di kantor belum?” Tanya Abella.


“Baru saja aku sampai, makanya


aku segera menelfonmu karena aku merindukan suaramu sayang.” Kata Adriano


palsu.


“Astaga kamu bisa saja deh mas,


semangat untuk kerjanya ya sayang. Aku tutup dulu ya.” Kata Abella.


Akhirnya Abella mengurungkan


niatnya untuk pergi ke vila dan semakin percaya dengan Adriano palsu. Dia melanjutkan


perjalanan untuk pergi ke salah satu mall, dia berencana untuk membeli sebuah


baju untuk suaminya, karena dia merasa bersalah makanya dia ingin memberikan


kejutan untuk suaminya. Namun dia justru melihat Aira di mall tersebut.


“Bukankah itu bu Aira, mamanya


Marcelo. Sedang apa dia disini? Bukannya dia saat ini ada di Singapore. Aku harus

__ADS_1


menanyakannya langsung.” Kata Abella. Abella pun menghampiri Aira.


__ADS_2