Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 83


__ADS_3

Adriano kembali


pulang dari luar kota, namun istrinya tidak ada dirumah.


“Dia pergi


kemana ya padahal mobilnya ada dirumah.” Tanya Adriano dalam hati. Dia mencari


istrinya didalam rumah mulai dari di dapur, kamar mandi, sampai gudang namun


istrinya tidak ada. Lalu dia menelfon istrinya namun tidak ada jawaban.


“Aduh dia dimana


sih? Dia pergi kemana sih kenapa tidak bilang padaku ya.” Gerutu Adriano.


Kemudian dia menelfon salah satu teman dekat Abella yaitu Melisa.


“Hallo Mel, apakah


kamu sekarang bersama Abella?” Tanya Adriano.


“Tidak, aku saat


ini sedang bersama Jesica. Memang aku dan Abella mau keluar bersama dan


sekarang sedang menunggu kedatangannya.” Kata Melisa.


“Aku telfon tapi


tidak ada jawaban, dia pergi naik apa ya? Mobilnya ada dirumah.” Kata Adriano.


“Tadi dia


bilangnya naik ojek online.” Kata Melisa.


“Baiklah kalau


begitu, aku telfon dia lagi saja, terima kasih ya.” Kata Adriano.


Kemudian Adriano


menelfon istrinya namun tetap tidak ada jawaban.


30 menit


sebelumnya.


Abella sedang


bersiap-siap untuk pergi bersama teman-temannya. Dia memang sengaja tidak


membawa mobilnya karena dia tidak ingin mengemudi dengan alasan ingin menikmati


perjalanan. Setelah itu, dia segera memesan ojek online, selama perjalanan dia


menikmati perjalanan sambil asyik bernyanyi sampai driver ojek online nya

__ADS_1


menahan tawa.


“Aye aye hit u


with that du ddu du ddu. Lets go aye aye.” Kata Abella dengan sangat kencang.


“Wah eneng


sepertinya sedang bahagia sekali ya, enak ya neng lagunya?” Tanya driver ojek


online.


“Lagi seneng


banget bang, ayo nyanyi bareng bang, pasti tau lagu ini kan?” Tanya Abella.


“Ayo neng aye


aye haha.” Kata driver ojek online sambil menertawakan penumpangnya yang


seperti Abella.


Sebelum sampai


tujuan, dia terlebih dahulu pergi ke suatu tempat yaitu ke toko roti untuk


menikmati roti dan segelas kopi karena dia tiba lebih awal.


“Lebih baik aku


Kata Abella sambil menikmati kopinya.


Tidak lama


kemudian Dava datang menghampiri Abella.


“Abel.” Kata


Dava.


“Dava? Mau apa


kamu kesini?” Tanya Abella.


“Aku mengikutimu


pergi, ada yang ingin aku jelaskan padamu.” Kata Dava.


“Kita sudah


tidak ada hubungan apapun lagi dan jangan pernah muncul di depanku lagi. Lebih


baik urus saja istri barumu.” Kata Abella.


“Aku tidak


menyukainya, mamaku yang menjodohkanku dengan Anggi dan aku terpaksa

__ADS_1


melakukannya.” Kata Dava.


“Terpaksa? Lalu


kenapa kamu tersenyum bahagia di foto lamaranmu dengannya? Bahkan kalian berdua


saling bergandengan mesra. Aku mengerti kok kalau ibumu menyukai seorang wanita


yang kalem, polos, berhijab dan tidak bar-bar sepertiku. Aku juga sadar diri


kok aku jauh dari keinginan ibumu, pergilah karena aku sangat muak melihatmu.”


Kata Abella.


“Beri aku kesempatan


kedua untukku.” Kata Dava sambil menggenggam tangan Abella.


“Lepaskan


tanganku.” Bentak Abella, sehingga membuat para pengunjung kafe melihat ke arah


mereka.


“Ikut aku


sekarang.” Kata Dava.


Lalu Dava


mengajak Abella ke suatu tempat.


“Masuklah.” Kata


Dava menyuruh Abella mausk kedalam mobilnya.


“Kita bicara


disini saja, apa mau kamu?” Tanya Abella.


“Cepat


masuklah.” Kata Dava.


“Aku bilang


tidak mau, cepat bicara saja disini.” Kata Abella.


“Tidak enak


karena banyak orang yang melihat kita berdua. Ayo cepatlah masuk, lagipula aku


juga tidak akan bermacam-macam denganmu kan.” Kata Dava. Akhirnya Abella masuk


kedalam mobil Dava lalu mereka pergi ke suatu tempat.


 

__ADS_1


__ADS_2