
Adriano kembali
pulang dari luar kota, namun istrinya tidak ada dirumah.
“Dia pergi
kemana ya padahal mobilnya ada dirumah.” Tanya Adriano dalam hati. Dia mencari
istrinya didalam rumah mulai dari di dapur, kamar mandi, sampai gudang namun
istrinya tidak ada. Lalu dia menelfon istrinya namun tidak ada jawaban.
“Aduh dia dimana
sih? Dia pergi kemana sih kenapa tidak bilang padaku ya.” Gerutu Adriano.
Kemudian dia menelfon salah satu teman dekat Abella yaitu Melisa.
“Hallo Mel, apakah
kamu sekarang bersama Abella?” Tanya Adriano.
“Tidak, aku saat
ini sedang bersama Jesica. Memang aku dan Abella mau keluar bersama dan
sekarang sedang menunggu kedatangannya.” Kata Melisa.
“Aku telfon tapi
tidak ada jawaban, dia pergi naik apa ya? Mobilnya ada dirumah.” Kata Adriano.
“Tadi dia
bilangnya naik ojek online.” Kata Melisa.
“Baiklah kalau
begitu, aku telfon dia lagi saja, terima kasih ya.” Kata Adriano.
Kemudian Adriano
menelfon istrinya namun tetap tidak ada jawaban.
30 menit
sebelumnya.
Abella sedang
bersiap-siap untuk pergi bersama teman-temannya. Dia memang sengaja tidak
membawa mobilnya karena dia tidak ingin mengemudi dengan alasan ingin menikmati
perjalanan. Setelah itu, dia segera memesan ojek online, selama perjalanan dia
menikmati perjalanan sambil asyik bernyanyi sampai driver ojek online nya
__ADS_1
menahan tawa.
“Aye aye hit u
with that du ddu du ddu. Lets go aye aye.” Kata Abella dengan sangat kencang.
“Wah eneng
sepertinya sedang bahagia sekali ya, enak ya neng lagunya?” Tanya driver ojek
online.
“Lagi seneng
banget bang, ayo nyanyi bareng bang, pasti tau lagu ini kan?” Tanya Abella.
“Ayo neng aye
aye haha.” Kata driver ojek online sambil menertawakan penumpangnya yang
seperti Abella.
Sebelum sampai
tujuan, dia terlebih dahulu pergi ke suatu tempat yaitu ke toko roti untuk
menikmati roti dan segelas kopi karena dia tiba lebih awal.
“Lebih baik aku
Kata Abella sambil menikmati kopinya.
Tidak lama
kemudian Dava datang menghampiri Abella.
“Abel.” Kata
Dava.
“Dava? Mau apa
kamu kesini?” Tanya Abella.
“Aku mengikutimu
pergi, ada yang ingin aku jelaskan padamu.” Kata Dava.
“Kita sudah
tidak ada hubungan apapun lagi dan jangan pernah muncul di depanku lagi. Lebih
baik urus saja istri barumu.” Kata Abella.
“Aku tidak
menyukainya, mamaku yang menjodohkanku dengan Anggi dan aku terpaksa
__ADS_1
melakukannya.” Kata Dava.
“Terpaksa? Lalu
kenapa kamu tersenyum bahagia di foto lamaranmu dengannya? Bahkan kalian berdua
saling bergandengan mesra. Aku mengerti kok kalau ibumu menyukai seorang wanita
yang kalem, polos, berhijab dan tidak bar-bar sepertiku. Aku juga sadar diri
kok aku jauh dari keinginan ibumu, pergilah karena aku sangat muak melihatmu.”
Kata Abella.
“Beri aku kesempatan
kedua untukku.” Kata Dava sambil menggenggam tangan Abella.
“Lepaskan
tanganku.” Bentak Abella, sehingga membuat para pengunjung kafe melihat ke arah
mereka.
“Ikut aku
sekarang.” Kata Dava.
Lalu Dava
mengajak Abella ke suatu tempat.
“Masuklah.” Kata
Dava menyuruh Abella mausk kedalam mobilnya.
“Kita bicara
disini saja, apa mau kamu?” Tanya Abella.
“Cepat
masuklah.” Kata Dava.
“Aku bilang
tidak mau, cepat bicara saja disini.” Kata Abella.
“Tidak enak
karena banyak orang yang melihat kita berdua. Ayo cepatlah masuk, lagipula aku
juga tidak akan bermacam-macam denganmu kan.” Kata Dava. Akhirnya Abella masuk
kedalam mobil Dava lalu mereka pergi ke suatu tempat.
__ADS_1