Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 42


__ADS_3

Tiara membawa Brendan kedalam mobil.


“Brendan tunggu disini sebentar ya, mama mau bicara dengan om Fardan.” Kata Tiara.


“Jangan lama-lama ya ma.” Kata Brendan.


“Iya sayang.” Kata Tiara, lalu Tiara menghampiri Fardan di taman.


“Kenapa kamu melarangku bertemu dengan anakku?” Tanya Fardan.


“Apa kamu bilang? Brendan adalah anakku, aku yang seharusnya marah kepadamu kenapa kamu menemui anakku tanpa ijin dariku terlebih dahulu hah? Lalu apa maksudmu memberitahu foto kita berdua kepada Brendan?” Tanya Tiara sangat kesal.


“Brendan berhak tau siapa ayah kandungnya, selama ini dia menganggap Daniel sebagai ayah kandungnya padahal sebenarnya dia hanyalah seorang suami dan ayah bodoh. Aku ayah kandungnya tentu saja aku berhak menemui anakku, jika memang Daniel menyayangimu dan Brendan kenapa dia tidak datang saat kamu di rumah sakit saat itu? Justru aku yang mengurusmu dan membawamu ke rumah sakit bahkan aku yang menjadi walimu saat itu.” Kata Fardan.


“Saat itu dia sedang ada hal mendesak yang harus ia selesaikan, kamu tidak berhak menghinanya.” Kata Tiara.


“Aku akan mengambil Brendan karena dia adalah anak kandungku.” Kata Fardan.


“Kamu yakin dia adalah anak kandungmu? Dia anakku dengan suamiku, aku tidur denganmu saat itu adalah suatu kesalahan besar dalam hidupku.” Bentak Tiara.


“Tidak, aku tau betul dirimu. Kamu tidak bisa membohongimu. Kita tinggal bersama saat itu juga tidak hanya satu dua hari tapi berbulan-bulan, dan kita melakukan hal itu tidak hanya sekali.” Kata Fardan.


“Sayang.” Panggil Nadia tiba-tiba muncul, Tiara tampak kaget dan mencoba bersikap biasa lalu menjaga jarak dari Fardan.


“Hai Nad.” Kata Tiara.

__ADS_1


“Sedang apa kamu disini? Kenapa kalian bisa ada disini berdua?” Tanya Nadia.


“Aku ingin menemui Brendan, kapan hari aku bertemu dengannya di galeri seni lalu aku pernah berjanji padanya untuk menghampirinya ke sekolahnya.” Kata Fardan.


“Kamu sendiri sedang apa di sekitar sekolah anakku?” Tanya Tiara.


“Aku ingin pergi ke toko kue di seberang, lalu aku melihat Fardan makanya aku datang kesini dan betapa terkejutnya ternyata kalian sedang asyik ngobrol berdua, bagaimana jika ada wali murid temannya Brendan yang melihatmu disini pasti akan timbul gosip.” Kata Nadia.


“Tolong bilang ke suamimu untuk tidak menemui anakku tanpa ijin dariku.” Kata Tiara dengan tegas lalu pergi.


“Kenapa kamu pergi? Itu akan membuatku menaruh rasa curiga kepadamu?” Teriak Nadia.


“Sudahlah ayo kita pergi.” Kata Fardan.


“Aku lelah sekali hari ini, kita pulang saja.” Kata Fardan.


**


Dirumah Tiara.


Dia sedang membuatkan kopi untuk suaminya.


“Hai sayang.” Kata Daniel lalu memeluk istrinya dari belakang.


“Hai mas, aku membuatkan kopi untukmu.” Kata Tiara.

__ADS_1


“Wah harus sekali, aku tunggu di lantai atas ya, kita menikmati kopi sambil menghirup udara segar di rooftop.” Kata Daniel.


“Iya sayang tunggu sebentar.” Kata Tiara.


Tiara menghampiri suaminya di rooftop.


“Sayang ini kopinya. Dingin sekali disini mas.” Kata Tiara.


Kemudian Daniel menarik tangan Tiara lalu memeluknya erat, namun Tiara tampak risih dan tidak ingin dipeluk suaminya.


“Mas ada apa sih? Kamu mau bicara apa memangnya pakek peluk-peluk segala sih.” Kata Tiara.


“Tadi Nadia menelfonku katanya ingin bertemu denganku dan dia bilang kalau ada hal ingin dia sampaikan.” Kata Daniel.


“Kurang ajar si Nadia, dia mau bilang apa ke suamiku, apa jangan-jangan dia ingin bilang tentang apartemen itu, tapi itu hanya dugaan Nadia saja dan dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Aku harus mencegah mas Daniel bertemu dengan si Nadia.” Kata Tiara dalam hati.


“Benarkah? Mas kamu kan sibuk dengan urusan di kantor jadi tidak perlu meladeni Nadia, nanti biar aku saja yang bertemu dengannya ya.” Kata Tiara.


“Aku tidak masalah sayang, bagaimana kalau kita datang bersama saja untuk bertemu dengan Nadia.” Kata Daniel.


“Biar aku saja yang menemuinya ya mas, kamu kan sibuk sekali di kantor.” Kata Tiara.


“Begitu ya? Baiklah, besok temui dia di restoran HW jam 11 siang ya.” Kata Daniel.


“Iya sayang.” Kata Tiara lega.

__ADS_1


__ADS_2