Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 14


__ADS_3

Setibanya di Jakarta, Adriano segera mengantar Abella menuju ke rumah


sakit. Selama di perjalanan dia menangis terus tanpa henti, Adriano berusaha


menenangkan Abella.


“Sampai kapan kamu akan menangis? Tentu saja dia tidak ingin melihatmu


menangis.” Kata Adriano.


“Aku khawatir dengannya, aku juga merasa bersalah padanya hu hu hu.” Kata


Abella.


“Iya aku bisa mengerti bagaimana perasaanmu tapi berhentilah menangis, dia


pasti akan bersedih jika melihatmu seperti ini.” Kata Adriano.


Setibanya dirumah sakit.


“Masuklah, aku akan menunggu ditaman saja.” Kata Adriano.


“Pulanglah, aku akan menginap disini untuk menemaninya.” Kata Abella.


“Baiklah.” Kata Adriano. Abella segera masuk kedalam sedangkan Adriano


diam-diam mengikuti istrinya karena khawatir.


Abella didepan kamar Dava, dia melihatnya sedang terbaring lemas dirumah


sakit. Lalu dia masuk kedalam.


“Dava, apa yang terjadi? Bagaimana bisa kamu mengalami hal seperti ini? Aku


sangat khawatir denganmu, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa.” Kata Abella sambil


memeluk Dava dan menangis. Karena tangisan Abella yang sangat keras membuat


Dava terbangun.


“Hei kamu disini ternyata.” Kata Dava.


“Kamu kok bisa sih seperti ini? Bagian mana yang sakit? Memangnya kamu mau

__ADS_1


pergi kemana sih?” Tanya Abella.


“Aku sedang menuju ke rumah kamu tapi aku mengalami kecelakaan seperti ini.


Maafkan aku, pasti kamu sangat khawatir.” Kata Dava.


“Kenapa kamu harus meminta maaf, kamu harus segera sembuh dan pulih


kembali. Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu mau ke rumahku?” Tanya


Abella.


“Sebenarnya aku ingin memberimu kejutan tapi jadinya seperti ini. Kamu dari


mana memangnya kok itu di sakumu ada tiket pesawat ya?” Tanya Dava.


“Astaga kenapa tiketku harus aku masukkan ke saku, aduh bagaimana ini bisa


kacau.” Kata Abella dalam hati.


“Eh bukan kok, sepertinya ini tiket pesawat yang sudah lama, aku lupa belum


membuangnya.” Kata Abella, lalu dia mengambil tiket pesawat tersebut dan


membuangnya namun di saku Abella terdapat jepit rambut dan dia teringat dengan


sambil berkata “Rambutmu sangat berantakan, pakai jepit ini.”. Kemudian Abella


membuang tiket pesawat tersebut beserta jepit rambutnya.


“Kamu sudah makan belum?” Tanya Abella.


“Belum, sebentar lagi ibuku akan datang. Pulanglah dan istirahatlah, aku


tidak apa-apa kok.” kata Dava.


“Jadi ibumu belum datang kesini?” Tanya Abella.


“Belum, ibuku sedang dirumah nenekku. Aku tidak apa-apa kok, kamu


pulanglah.” Kata Dava.


“Aku akan pulang setelah ibumu datang.” Kata Abella.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak ya.” Kata Dava.


“Kamu makanlah, sepertinya kamu belum makan.” Kata Dava.


“Aku sudah makan kok.” Kata Abella.


“Sekarang sudah jam 12 malam, kamu naik apa tadi kesini?” Tanya Dava.


“Aku tadi naik taksi kesini, tenang saja aku nanti pulang naik ojek online


saja.” Kata Abella.


“Kabari aku ya setibanya dirumah.” Kata Dava.


“Iya, kamu butuh sesuatu tidak? Aku akan membantumu.” Kata Abella.


“Tidak, tetaplah disampingku.” Kata Dava. Lalu Abella memeluk Dava, dan


ternyata Adriano mengintipnya. Dia tidak kuasa melihat istrinya dengan


laki-laki lain akhirnya dia kembali pulang.


Tiba-tiba ibu Dava datang.


“Mama.” Kata Dava.


“Anakku, kamu tidak apa-apa kan? Maaf mama baru datang.” Kata ibu Dava.


“Tidak apa-apa kok ma, kenalkan ini pacarku ma namanya Abella, dia


menjagaku dirumah sakit.” Kata Dava.


“Selamat malam tante, saya Abella.” Kata Abella.


“Iya, terima kasih telah menjaga anak saya.” Kata ibu Dava.


“Kamu pulanglah, ibuku yang akan menjagaku.” Kata Dava.


Lalu Abella kembali pulang.


 


 

__ADS_1


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman pembaca, terima kasih.


__ADS_2