
Tiba-tiba Adriano datang
menghampiri Abella.
“Aku sudah menelfon tim
penyelamat untuk menyelamatkan Marcelo.” Kata Adriano, Abella masih menangis.
“Harusnya aku tadi mencegahnya,
ini semua salahku mas.” Kata Abella.
“Sudahlah, ini bukan salahmu atau
salah dia. Lebih baik kita ke tepi sungai saja, siapa tau mereka sudah
menemukan Marcelo.” Kata Adriano. Kemudian mereka pun menuju ke tepi sungai
untuk melihat kondisi Marcelo. Syururlah tim penyelamat menemukan Marcelo,
kondisi Marcelo sangat kritis sehingga dia segera dibawa ke rumah sakit.
“Mas, dia pasti selamat kan? Aku
merasa bersalah padanya mas.” Kata Abella.
“Tidak, kamu tidak salah. Kita
pergi ke rumah sakit saja ya.” Kata Adriano.
“Darel bagaimana mas?” Tanya
Abella.
“Dia sama nenek dan kakek. Kita
ke rumah sakit sekarang ya.” Kata Adriano.
“Baiklah mas.” Kata Abella.
**
Setibanya dirumah sakit. Dokter
memanggil Adriano dan Abella.
“Bagaimana kondisi pasien dok?
Dia masih bisa selamat kan?” Tanya Adriano.
“Dia selamat namun dia masih
sangat lemas, jadi harus banyak istirahat dulu.” Kata dokter.
“Ah syukurlah kalau begitu dok.
Bolehkah kami menemui pasien?” Tanya Adriano.
“Boleh, silahkan. Pasien baru
__ADS_1
saja sadar.” Kata dokter.
Kemudian Abella dan Adriano
menemui Marcelo.
Abella mendekati Marcelo.
“Kamu baik-baik saja kan? Apakah
kamu kesakitan?” Tanya Abella, namun Marcelo justru terbangun dan memeluk
Abella.
“Aku baik-baik saja, maafkan aku.
Aku sangat bersalah padamu karena memperlakukanmu dengan kasar. Tolong maafkan
aku.” Kata Marcelo.
“Ah iya tapi tolong lepaskan
aku.” Kata Abella.
“Lepaskan dia.” Kata Adriano.
“Maaf, aku merasa sangat senang
karena bisa selamat dan masih diberi kesempatan untuk hidup.” Kata Marcelo.
“Kenapa kamu sangat ceroboh
“Aku kehilangan pikiran saat itu.
Maafkan aku.” Kata Marcelo.
“Sayang, aku ingin bicara berdua
dengannya. Bisakah kamu keluar sebentar?” Tanya Adriano kepada Abella.
“Iya, aku mau pulang dulu, aku
khawatir dengan Darel karena meninggalkannya bersama nenek.” Kata Abella.
“Hati-hati ya sayang.” Kata Adriano.
Kemudian Abella kembali pulang
sedangkan Adriano dan Marcelo meneruskan pembicaraan.
“Apa yang akan kamu lakukan
setelah ini?” Tanya Adriano.
“Tidak tau.” Kata Marcelo.
“Aku bertemu dengan Amelina dan
dia telah menceritakan semuanya kepadaku.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Apa yang dia katakan padamu?” Tanya
Marcelo.
“Ibuku dalang dibalik ini semua,
dia menutup mulut Amelina dan menyuruhnya pergi dan tidak mengijinkan dia untuk
bertemu denganku maupun denganmu.” Kata Adriano.
“Aku dari awal sudah menduganya
namun kamu tidak percaya padaku.” Kata Marcelo.
“Aku bingung kenapa ibuku sampai
bertindak sejauh itu, apakah dia sangat membencimu sehingga dia melakukan hal
itu padamu.” Kata Adriano.
“Karena dia takut perusahaan papa
akan jatuh ke tanganmu dan dia juga takut papa akan kembali lagi pada ibuku. Makanya
dia berusaha untuk menyingkirkanku dan ibuku.” Kata Marcelo.
“Maafkan aku dan ibuku, dan
tolong sudahi semua niat balas dendammu padaku. Aku akan membantumu, apa yang
kamu inginkan? Aku akan melakukannya untukmu.” Kata Adriano.
“Aku ingin istrimu.” Kata Marcelo.
“Apa? Jangan bercanda, aku tidak
akan membiarkanmu untuk memiliki istriku.” Kata Adriano.
“Lalu aku akan melaporkan ibumu
kepada polisi atas apa yang dia lakukan padaku dulu.” Kata Marcelo.
“Silahkan laporkan dia jika kamu
berani.” Kata Adriano.
“Tunggu saja nanti, kamu pasti
akan menyesal.” Kata Marcelo.
“Aku menyesal telah menolongmu,
seharusnya kamu tidak perlu di selamatkan.” Kata Adriano.
Kemudian Adriano pergi dari rumah
sakit. Ternyata bu Anindya mendengarkan semua pembicaraan Adriano dan Marcelo. Dia
sangat ketakutan karena Marcelo akan melaporkannya ke polisi.
__ADS_1