Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 135


__ADS_3

Tiba-tiba Adriano datang


menghampiri Abella.


“Aku sudah menelfon tim


penyelamat untuk menyelamatkan Marcelo.” Kata Adriano, Abella masih menangis.


“Harusnya aku tadi mencegahnya,


ini semua salahku mas.” Kata Abella.


“Sudahlah, ini bukan salahmu atau


salah dia. Lebih baik kita ke tepi sungai saja, siapa tau mereka sudah


menemukan Marcelo.” Kata Adriano. Kemudian mereka pun menuju ke tepi sungai


untuk melihat kondisi Marcelo. Syururlah tim penyelamat menemukan Marcelo,


kondisi Marcelo sangat kritis sehingga dia segera dibawa ke rumah sakit.


“Mas, dia pasti selamat kan? Aku


merasa bersalah padanya mas.” Kata Abella.


“Tidak, kamu tidak salah. Kita


pergi ke rumah sakit saja ya.” Kata Adriano.


“Darel bagaimana mas?” Tanya


Abella.


“Dia sama nenek dan kakek. Kita


ke rumah sakit sekarang ya.” Kata Adriano.


“Baiklah mas.” Kata Abella.


**


Setibanya dirumah sakit. Dokter


memanggil Adriano dan Abella.


“Bagaimana kondisi pasien dok?


Dia masih bisa selamat kan?” Tanya Adriano.


“Dia selamat namun dia masih


sangat lemas, jadi harus banyak istirahat dulu.” Kata dokter.


“Ah syukurlah kalau begitu dok.


Bolehkah kami menemui pasien?” Tanya Adriano.


“Boleh, silahkan. Pasien baru

__ADS_1


saja sadar.” Kata dokter.


Kemudian Abella dan Adriano


menemui Marcelo.


Abella mendekati Marcelo.


“Kamu baik-baik saja kan? Apakah


kamu kesakitan?” Tanya Abella, namun Marcelo justru terbangun dan memeluk


Abella.


“Aku baik-baik saja, maafkan aku.


Aku sangat bersalah padamu karena memperlakukanmu dengan kasar. Tolong maafkan


aku.” Kata Marcelo.


“Ah iya tapi tolong lepaskan


aku.” Kata Abella.


“Lepaskan dia.” Kata Adriano.


“Maaf, aku merasa sangat senang


karena bisa selamat dan masih diberi kesempatan untuk hidup.” Kata Marcelo.


“Kenapa kamu sangat ceroboh


“Aku kehilangan pikiran saat itu.


Maafkan aku.” Kata Marcelo.


“Sayang, aku ingin bicara berdua


dengannya. Bisakah kamu keluar sebentar?” Tanya Adriano kepada Abella.


“Iya, aku mau pulang dulu, aku


khawatir dengan Darel karena meninggalkannya bersama nenek.” Kata Abella.


“Hati-hati ya sayang.” Kata Adriano.


Kemudian Abella kembali pulang


sedangkan Adriano dan Marcelo meneruskan pembicaraan.


“Apa yang akan kamu lakukan


setelah ini?” Tanya Adriano.


“Tidak tau.” Kata Marcelo.


“Aku bertemu dengan Amelina dan


dia telah menceritakan semuanya kepadaku.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Apa yang dia katakan padamu?” Tanya


Marcelo.


“Ibuku dalang dibalik ini semua,


dia menutup mulut Amelina dan menyuruhnya pergi dan tidak mengijinkan dia untuk


bertemu denganku maupun denganmu.” Kata Adriano.


“Aku dari awal sudah menduganya


namun kamu tidak percaya padaku.” Kata Marcelo.


“Aku bingung kenapa ibuku sampai


bertindak sejauh itu, apakah dia sangat membencimu sehingga dia melakukan hal


itu padamu.” Kata Adriano.


“Karena dia takut perusahaan papa


akan jatuh ke tanganmu dan dia juga takut papa akan kembali lagi pada ibuku. Makanya


dia berusaha untuk menyingkirkanku dan ibuku.” Kata Marcelo.


“Maafkan aku dan ibuku, dan


tolong sudahi semua niat balas dendammu padaku. Aku akan membantumu, apa yang


kamu inginkan? Aku akan melakukannya untukmu.” Kata Adriano.


“Aku ingin istrimu.” Kata Marcelo.


“Apa? Jangan bercanda, aku tidak


akan membiarkanmu untuk memiliki istriku.” Kata Adriano.


“Lalu aku akan melaporkan ibumu


kepada polisi atas apa yang dia lakukan padaku dulu.” Kata Marcelo.


“Silahkan laporkan dia jika kamu


berani.” Kata Adriano.


“Tunggu saja nanti, kamu pasti


akan menyesal.” Kata Marcelo.


“Aku menyesal telah menolongmu,


seharusnya kamu tidak perlu di selamatkan.” Kata Adriano.


Kemudian Adriano pergi dari rumah


sakit. Ternyata bu Anindya mendengarkan semua pembicaraan Adriano dan Marcelo. Dia


sangat ketakutan karena Marcelo akan melaporkannya ke polisi.

__ADS_1


__ADS_2