Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
episode 146


__ADS_3

Adriano palsu menelfon Santi


diam-diam.


“Gimana? Kamu sudah berhasil


menyingkirkan si Ayu kan? Buang ke sungai agar jejaknya hilang, polisi pasti


akan menganggap bahwa dia dimakan buaya.” Kata Adriano palsu.


“Maaf pak, Ayu berhasil kabur.


Semalam ada yang datang membantu dan membawa Ayu kabur, bahkan dia bukan


sembarang orang pak, dia menembak kami juga pak tapi beruntung tidak mengenai


kami.” Kata Santi.


“Dasar bodoh, mengurus pembantu


saja tidak bisa, apalagi yang menyelamatkannya juga wanita. Dasar bodoh, sama


wanita saja kalah.” Kata Adriano palsu sangat kesal.


“Maafkan kami pak.” Kata Santi.


“Cari tau siapa dia, kamu ingat


plat nomor mobilnya kan?” Tanya Adriano palsu.


“Kami mengingatnya pak.” Kata Santi.


“Mobil milik siapa itu dan siapa


yang datang saat itu?” Tanya Adriano palsu.


“Itu mobil milik persewaan mobil


dan mereka tidak bisa mengatakan siapa penyewanya.” Kata Santi.


“Hal seperti itu saja kamu tidak


bisa? Dasar bodoh sekali, beri dia uang agar mau memberitahu siapa penyewanya.”


Kata Adriano palsu.


“Baik pak, lalu apakah saya harus


kembali sekarang?” Tanya Santi.


“Cepat kembali ke rumah dulu


sebelum istriku curiga. Suruh anak buahku yang mengurus masalah ini.” Kata


Adriano palsu.


“Baik pak.” Kata Santi.


Adriano palsu benar-benar sangat


marah saat itu.


“Mas bagaimana kapan Santi


datang?” Tanya Abella.

__ADS_1


“Eh dia masih di perjalanan


sayang.” Kata Adriano palsu.


“Mas aku sedang memasak, tolong


jaga sebentar ya makanannya. Aku mau ke menyusui Darel, takutnya nanti


mendidih.” Kata Abella.


“Iya sayang.” Kata Adriano palsu.


Saat Adriano palsu pergi ke


dapur, Abella diam-diam memasnag penyadap di ponsel Adriano palsu.


“Dengan begini, aku bisa tau


kemana saja dia pergi. Aku harus mencari alasan untuk bisa pergi ke vila itu


dan menyelamatkan mas Adriano. Tapi bagaimana aku bisa menjebak Marcelo dan


ibunya atas masalah ini. Aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku lakukan


saat ini. Aku harus tenang terlebih dahulu.” Kata Abella dalam hati.


**


Abella sedang menyusui Darel, sedangkan


Adriano palsu sedang menonton tv.


“Darel sudah tidur belum?” Tanya


Adriano palsu.


“Sudah saatnya Darel itu punya


adik loh, bagaimana kalau kita berencana memiliki anak yang kedua?” Tanya


Adriano palsu.


“Apa? Punya anak? Aku tidak akan


membiarkanmu menyentuhku apalagi menghamiliku, dasar laki-laki biadap dan


kurang ajar.” Kata Abella dalam hati.


“Aku belum siap mas.” Kata


Abella.


“Lalu sampai kapan aku harus


menunggunya sayang? Usiaku juga pasti akan semakin menua sayang. Ayolah sayang.”


Kata Adriano palsu merayu Abella.


“Aku bilang belum siap mas,


kenapa sih kamu selalu memaksaku padahal kamu selalu menuruti kemauanku.” Kata Abella.


“Ada saatnya kamu juga harus


mengerti bagaimana posisiku sayang, justru istri harus menuruti semua

__ADS_1


permintaan suaminya dan tidak boleh menolaknya.” Kata Adriano palsu.


“Pokoknya aku belum siap dan biar


aku yang memutuskan kapan aku akan siap untuk punya anak lagi. Aku ngantuk mau


tidur.” Kata Abella.


“Baiklah kalau begitu, kita


enak-enak yuk sayang.” Kata Adriano palsu.


“Aku lelah mas.” Kata Abella.


“Kenapa sih akhir-akhir ini kamu


selalu menolakku? Kamu selalu banyak alasan saat akan bercinta denganku.” Kata Adriano


palsu dengan kesal.


“Kamu yang tidak bisa mnegerti


keadaanku mas, aku lelah karena seharian harus mengurus rumah dan mengurus


Darel.” Kata Abella.


“Pokoknya tidak bisa, kamu harus


melayaniku malam ini.” Kata Adriano palsu.


“Aduh bagaimana ini? Aku tidak


mau tidur dengan dia, apalagi harus melayaninya tapi kalau aku menolaknya pasti


dia semakin curiga denganku dan aku khawatir dengan kondisi mas Adriano. Bagaimana


jika dia menyiksa mas Adriano karena sikapku. Lebih baik aku menerimanya saja,


Tuhan maafkan aku kali ini, aku terpaksa melakukannya. Maafkan aku suamiku, aku


melakukan ini demi menyelamatkan keluarga kita agar bisa utuh kembali.” Kata Abella


dalam hati.


“Ayolah sayang.” Kata Adriano


palsu.


“Baiklah mas.” Jawab Abella.


Adriano palsu mulai memeluk


Abella dan mencium kening dan bibirnya dan saat akan membuka baju Abella


tiba-tiba dia sangat kesal.


“Kenapa mas?” Tanya Abella.


“Sejak kapan kamu datang bulan?”


Tanya Adriano palsu.


“Terima kasih Tuhan telah


menyelamatkanku.” Kata Abella dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2