Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 27


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Tiara pergi menuju ke sebuah taman yang seringkali ia datangi saat dirinya sedang sedih, dia pergi ke taman untuk menghirup udara segar sekaligus menenangkan dirinya. Dia menangis dan tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini, tiba-tiba dia teringat dengan anak dan suaminya.


“Maafkan aku mas, maafkan mama ya Kevia. Apa sebaiknya aku kembali saja ke Indonesia ya? Mungkin dengan aku kembali ke Indonesia maka aku bisa melupakan Fardan.” Kata Tiara.


Tiba-tiba Tiara mual-mual, dia pun segera berlari ke toilet dan dia memuntahkan semua isi makanan yang ia makan di pagi hari.


“Astaga apa yang terjadi denganku, apakah aku salah makan?” Tanya Tiara.


Akhirnya dia pergi ke dokter untuk memeriksakan dirinya.


Dia tiba di rumah sakit, dokter langsung memeriksa kondisi Tiara.


“Sebenarnya saya sakit apa ya dok?” Tanya Tiara.


“Selamat ya, ibu hamil saat ini.” Kata dokter.


“Apa? Dokter yakin saya hamil? Sepertinya dokter salah.” Kata Tiara tidak yakin.


“Ibu Tiara benar sedang hamil, ibu harus menjaga diri dengan baik ya. Saya akan memberikan vitamin untuk ibu hamil.” Kata dokter.


“Apa? Aku hamil? Tidak mungkin aku hamil, ini anak siapa yang aku kandung? Apakah anak mas Daniel ataukah anak Fardan?” Tanya Tiara dalam hati yang membuatnya syok sekaligus masih tidak percaya.

__ADS_1


“Ini vitamin untuk ibu.” Kata dokter.


“Ah iya terima kasih banyak.” Kata Tiara, lalu dia segera pulang namun dia tidak menuju ke rumah melainkan dia pergi ke sebuah kafe.


Tidak lama kemudian, datanglah Fardan.


“Maaf kalau kamu menungguku lama, ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Fardan.


“Aku hamil.” Kata Tiara.


“Apa? Kamu hamil?” Tanya Fardan kaget sekaligus sangat senang mendengarnya.


“Kok kamu kelihatan bahagia?” Tanya Tiara heran.


“Kamu sesenang itu ya? Lalu bagaimana denganku? Aku bahkan tidak tau anak yang aku kandung saat ini adalah anak siapa?” Kata Tiara.


“Itu anakku.” Kata Fardan dengan sangat yakin.


“Apa yang harus aku katakan pada suamiku? Bagaimana kalau dia tidak yakin bahwa ini anaknya?” Kata Tiara.


“Aku akan bertanggungjawab penuh kepadamu sayang.” Kata Fardan.


“Kamu gila ya? Lalu bagaimana dengan Nadia?” Tanya Tiara.

__ADS_1


“Aku akan mengurusnya, bagaimana kalau kita tinggal bersama? Aku tidak mungkin membiarkanmu tinggal sendiri dalam keadaan hamil seperti ini sayang.” Kata Fardan.


“Aku bingung harus melakukan apa saat ini, aku bahkan belum memberitahu suamiku karena suamiku juga sudah kembali ke Indonesia seminggu yang lalu.” Kata Tiara.


“Aku akan menyewa apartemen untuk kita tinggali bersama ya, aku janji akan merawatmu.” Kata Fardan.


“Jangan gila kamu ya, lalu kamu akan meinggalkan Nadia? Sebentar lagi kalian akan menikah.” Kata Tiara.


“Aku bilang padanya untuk memberiku waktu karena aku akan pergi belajar, dia akan menganggapku belajar lebih dalam tentang seni padahal aku akan merawatmu dan menjagamu. Aku akan bilang padanya bahwa aku akan belajar selama satu tahun.” Kata Fardan.


“Aku tidak tau harus berkata terima kasih atau jangan lakukan hal itu. Tapi saat ini aku memang membutuhkanmu.” Kata Tiara.


“Cepat atau lambat suamimu pasti akan tau, lebih baik beritahu dia kalau kamu saat ini sedang hamil, aku yakin pasti dia akan senang mendengar kabar baik ini.” Kata Fardan.


“Bagaimana jika dia curiga kepadaku tentang anak yang aku kandung saat ini, tapi aku juga belum yakin ini anak siapa?” Kata Tiara.


“Aku yakin ini anakku dan akulah ayah dari anak yang kamu kandung saat ini.” Kata Fardan.


“Aku akan mengetesnya begitu anak ini lahir.” Kata Tiara.


“Beritahu suamimu dan yakinkan dia bahwa anak ini anaknya, aku juga tidak mungkin menyuruhmu untuk pergi meninggalkan keluargamu demi aku kan?” Kata Fardan.


“Aku secepatnya akan memberitahu suamiku kalau aku sedang hamil saat ini.” Kata Tiara.

__ADS_1


__ADS_2