Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 89


__ADS_3

Akhirnya Abella masuk kedalam


kamar mandi dan memberikan pakaian dalam suaminya sambil memejamkan mata.


“Mas, aku taruh dimana ini?”


Tanya Abella.


“Buka matamu.” Kata Adriano.


“Tidak mau, aku akan menunggumu


diluar.” Kata Abella.


Kemudian Adriano mendekati


istrinya dan mengambil pakaian dalamnya.


“Aku beri waktu 3 detik dan


cepatlah keluar sebelum aku membuka handukku.” Bisik Adriano, kemudian Abella


segera berlari keluar.


**


Adriano keluar dari kamar mandi


sedangkan istrinya masih menunggu di sofa dalam kamarnya.


“Ada apa lagi?” Tanya Adriano.


“Apakah kamu sudah memakai baju?”


Tanya Abella.


“Sudah. Ada apa?” Tanya Adriano.


“Apakah kamu masih marah padaku?”


Tanya Abella.


“Tergantung bagaimana caramu


memperlakukanku.” Kata Adriano.


“Apa yang harus aku lakukan agar


kamu tidak marah lagi padaku?” Tanya Abella.


“Kemarilah.” Kata Adriano sambil


mengulurkan tangannya kepada istrinya. Kemudian Abella menghampiri suaminya dan


memeluk suaminya.


“Peluklah aku, sayangilah aku dan


perlakukan aku dengan baik, mengerti?” Kata Adriano.

__ADS_1


“Baik mas.” Kata Abella.


“Jangan sering marah dan


bersikaplah dewasa, ingat kamu adalah seorang istri dan aku yakin pasti kamu


juga mengerti apa saja tugas seorang istri.” Kata Adriano.


“Aku mengerti mas, maafkan aku telah


berteriak padamu.” Kata Abella.


“Cepat ganti bajumu dan tidurlah,


ini sudah malam. Besok pagi kita pergi ke kampus Edeva ya, aku akan daftarkan


kamu kuliah.” Kata Adriano.


“Kan bisa mendaftar secara online


mas.” Kata Abella.


“Memangnya kamu tidak ingin


mengetahui seperti apa kampus barumu?” Tanya Adriano.


“Tentu saja ingin mas.” Kata Abella.


“Cepat ganti bajumu dan cepat


tidurlah.” Kata Adriano.


mas?” Tanya Abella sambil membuka kancing baju suaminya.


“Tidurlah di kamarmu.” Bisik Adriano


sambil tersenyum. Kemudian Abella kembali lagi kedalam kamarnya.


“Dasar menyebalkan, sok jual


mahal lagi denganku. Lihat saja pasti kamu tidak akan bisa menahannya jika


melihatku.” Kata Abella dalam hati. Kemudian dia mengganti pakaiannya dan


bersiap-siap untuk tidur. Namun dia tidak bisa tidur, dia seperti gelisah.


“Ada apa denganku? Kenapa aku


tidak bisa tidur padahal sudah tengah malam. Aku seperti membutuhkan belaian


dan pelukan dari seseorang, padahal aku sudah memiliki Adriano tapi aku gengsi


jika harus memulainya terlebih dahulu. Aku sangat ingin tidur di pelukannya


tapi lupakanlah, aku tidak akan mau memulainya terlebih dahulu. Aku sangat malu


dan ah sudahlah lupakanlah. Ayolah mata indahku cepat tidur.” Kata Abella.


Tiba-tiba Adriano mengetuk pintu

__ADS_1


kamar Abella, tentu saja Abella sangat senang dan segera membuka pintu


kamarnya.


“Tunggu dulu, kali ini aku akan


jual mahal padanya. Lebih baik aku berpura-pura tidur saja.” Kata Abella dalam


hati.


Kemudian Adriano pun masuk


kedalam kamar istrinya.


“Ternyata kamu sudah tidur,


padahal aku sangat merindukanmu.” Kata Adriano.


“Aku juga sangat merindukanmu


mas, aku butuh pelukan hangatmu.” Kata Abella dalam hati namun dia tetap


pura-pura tidur.


Akhirnya Adriano pun mendekati


istrinya dan mencium keningnya.


“Aku mencintaimu, selamat malam


istriku.” Kata Adriano. Tiba-tiba Abella terbangun dan mereka pun saling


bertatapan.


“Jadi kamu belum tidur?” Tanya


Adriano.


“Aku terbangun karenamu mas.” Kata


Abella.


“Bolehkah aku tidur disini malam


ini?” Tanya Adriano.


“Tentu saja boleh mas, aku merindukanmu.”


Kata Abella.


“Aku ingin memelukmu setiap saat.”


Kata Adriano, kemudian mereka pun tidur bersama.


“Apakah datang bulanmu sudah


selesai?” Bisik Adriano.


“Belum, sabar ya mas.” Bisik Abella.

__ADS_1


__ADS_2