
Akhirnya Abella masuk kedalam
kamar mandi dan memberikan pakaian dalam suaminya sambil memejamkan mata.
“Mas, aku taruh dimana ini?”
Tanya Abella.
“Buka matamu.” Kata Adriano.
“Tidak mau, aku akan menunggumu
diluar.” Kata Abella.
Kemudian Adriano mendekati
istrinya dan mengambil pakaian dalamnya.
“Aku beri waktu 3 detik dan
cepatlah keluar sebelum aku membuka handukku.” Bisik Adriano, kemudian Abella
segera berlari keluar.
**
Adriano keluar dari kamar mandi
sedangkan istrinya masih menunggu di sofa dalam kamarnya.
“Ada apa lagi?” Tanya Adriano.
“Apakah kamu sudah memakai baju?”
Tanya Abella.
“Sudah. Ada apa?” Tanya Adriano.
“Apakah kamu masih marah padaku?”
Tanya Abella.
“Tergantung bagaimana caramu
memperlakukanku.” Kata Adriano.
“Apa yang harus aku lakukan agar
kamu tidak marah lagi padaku?” Tanya Abella.
“Kemarilah.” Kata Adriano sambil
mengulurkan tangannya kepada istrinya. Kemudian Abella menghampiri suaminya dan
memeluk suaminya.
“Peluklah aku, sayangilah aku dan
perlakukan aku dengan baik, mengerti?” Kata Adriano.
__ADS_1
“Baik mas.” Kata Abella.
“Jangan sering marah dan
bersikaplah dewasa, ingat kamu adalah seorang istri dan aku yakin pasti kamu
juga mengerti apa saja tugas seorang istri.” Kata Adriano.
“Aku mengerti mas, maafkan aku telah
berteriak padamu.” Kata Abella.
“Cepat ganti bajumu dan tidurlah,
ini sudah malam. Besok pagi kita pergi ke kampus Edeva ya, aku akan daftarkan
kamu kuliah.” Kata Adriano.
“Kan bisa mendaftar secara online
mas.” Kata Abella.
“Memangnya kamu tidak ingin
mengetahui seperti apa kampus barumu?” Tanya Adriano.
“Tentu saja ingin mas.” Kata Abella.
“Cepat ganti bajumu dan cepat
tidurlah.” Kata Adriano.
mas?” Tanya Abella sambil membuka kancing baju suaminya.
“Tidurlah di kamarmu.” Bisik Adriano
sambil tersenyum. Kemudian Abella kembali lagi kedalam kamarnya.
“Dasar menyebalkan, sok jual
mahal lagi denganku. Lihat saja pasti kamu tidak akan bisa menahannya jika
melihatku.” Kata Abella dalam hati. Kemudian dia mengganti pakaiannya dan
bersiap-siap untuk tidur. Namun dia tidak bisa tidur, dia seperti gelisah.
“Ada apa denganku? Kenapa aku
tidak bisa tidur padahal sudah tengah malam. Aku seperti membutuhkan belaian
dan pelukan dari seseorang, padahal aku sudah memiliki Adriano tapi aku gengsi
jika harus memulainya terlebih dahulu. Aku sangat ingin tidur di pelukannya
tapi lupakanlah, aku tidak akan mau memulainya terlebih dahulu. Aku sangat malu
dan ah sudahlah lupakanlah. Ayolah mata indahku cepat tidur.” Kata Abella.
Tiba-tiba Adriano mengetuk pintu
__ADS_1
kamar Abella, tentu saja Abella sangat senang dan segera membuka pintu
kamarnya.
“Tunggu dulu, kali ini aku akan
jual mahal padanya. Lebih baik aku berpura-pura tidur saja.” Kata Abella dalam
hati.
Kemudian Adriano pun masuk
kedalam kamar istrinya.
“Ternyata kamu sudah tidur,
padahal aku sangat merindukanmu.” Kata Adriano.
“Aku juga sangat merindukanmu
mas, aku butuh pelukan hangatmu.” Kata Abella dalam hati namun dia tetap
pura-pura tidur.
Akhirnya Adriano pun mendekati
istrinya dan mencium keningnya.
“Aku mencintaimu, selamat malam
istriku.” Kata Adriano. Tiba-tiba Abella terbangun dan mereka pun saling
bertatapan.
“Jadi kamu belum tidur?” Tanya
Adriano.
“Aku terbangun karenamu mas.” Kata
Abella.
“Bolehkah aku tidur disini malam
ini?” Tanya Adriano.
“Tentu saja boleh mas, aku merindukanmu.”
Kata Abella.
“Aku ingin memelukmu setiap saat.”
Kata Adriano, kemudian mereka pun tidur bersama.
“Apakah datang bulanmu sudah
selesai?” Bisik Adriano.
“Belum, sabar ya mas.” Bisik Abella.
__ADS_1