
Satu tahun kemudian, Marcelo
mulai bertingkah. Dia merasa kesal dengan ayah kandung dan istrinya. Akhirnya
dia mengungkapkan ke public bahwa dia adalah anak kandung dari Dani. Marcelo
kesal karena tidak bisa bertemu dengan ibunya, dia juga berpikir bahwa tindakan
yang dilakukannya tidak akan berdampak apapun karena ayahnya saat ini telah
menjadi direktur di perusahaan. Dia mengunggah foto dia bersama ayah kandungnya
melalui halaman social medianya dengan menambahkan tulisan “I love u my biological
father, forever with you.”
Tentu saja unggahan ini banyak
mengandung perhatian dan juga banyak yang meninggalkan komentar terkait
kebenaran dari unggahan foto tersebut. Marcelo mengunggah dua foto sekaligus,
foto pertama adalah foto bersama ayahnya dan foto kedua bersama ibunya. Hal ini
tentu saja langsung menarik perhatian para atasan di perusahaan Dani. Mereka
semua menyalahkan Dani dan mengancam akan mencopot jabatannya saat itu.
“Segera selesaikan masalah ini
jika kamu tidak ingin aku mencopot jabatanmu sebagai direktur. Kamu sangat
memalukan, bagaimana mungkin berita ini bisa menyebar dasar bodoh. Gara-gara
berita ini banyak orang mundur untuk bekerjasama dengan perusahaan ini.
Gara-gara berita ini perusahaan ini mengalami kerugian besar, dasar bodoh.”
Kata atasan Dani yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Perusahaan
Dani bergerak di bidang maskapai penerbangan, hal ini membuat menurunnya minat
masyarakat untuk menggunakan maskapai tersebut karena menganggap maskapai
tersebut sangat bermasalah. Selain itu banyak juga masyarakat yang meminta Dani
untuk memberikan penjelasan terkait kebenaran dari berita tersebut.
__ADS_1
**
Dani kembali pulang ke rumah, dia
sangat marah besar dan kecewa dengan Marcelo.
“Dimana Marcelo?” Tanya Dani
kepada istrinya.
“Aku tidak tau, sepertinya dia
kabur.” Kata Anindya.
“Cepat cari dia sebelum dia
membuat masalah ini semakin rumit. Perusahaan kita mengalami dampak kerugian
yang besar gara-gara Marcelo. Aku tidak tahan lagi dengannya.” Kata Dani.
“Itu semua salahmu karena
menginjinkan dia tinggal bersama kita, kalau saja dia saat itu pergi bersama
ibunya pasti dia tidak akan seperti ini.” Kata Anindya.
Cepat cari dimana dia sekarang.” Kata Dani.
“Cari saja sendiri, aku sedang
sibuk.” Kata Anindya.
“Aku selama ini mengikuti semua
kemauanmu ya dan sekarang kamu menyalahkanku. Cepat cari dia.” Kata Dani.
“Ok ok aku akan mencarinya, aku
akan menyuruh orang untuk mencari Marcelo.” Kata Anindya.
**
Diam-diam Adriano menelfon
Marcelo. Adriano selama ini peduli dengan Marcelo jadi dia khawatir dengannya.
“Hallo, kamu dimana? Aku akan
__ADS_1
menghampirimu.” Kata Adriano.
“Aku berada di sekolah, aku takut
pulang ke rumah.” Kata Marcelo.
“Aku akan menghampirimu sendiri
tanpa mama dan papa. Tunggu sebentar.” Kata Adriano.
Setibanya di sekolah, Adriano
segera menghampiri Marcelo.
“Kenapa kamu melakukan itu pada
papa? Apakah kamu tau dampak setelah kamu melakukan hal itu? Perusahaan papa
mengalami kerugian yang sangat besar, apakah kamu harus melakukan sampai sejauh
ini? Apa mau kamu sebenarnya?” Tanya Adriano.
“Gara-gara papa dan mama kamu,
aku tidak bisa bertemu dengan ibuku bahkan aku tidak tau keberadaan ibuku. Apa
salahku sehingga aku harus mengalami hal ini, aku kesal dengan mereka.” Kata
Marcelo.
“Sudahlah, lagipula yang
terpenting saat ini apa yang kamu inginkan sudah terwujud, aku yakin ibumu
baik-baik saja kok. Sekarang ayo ikut aku kembali pulang dan minta maaflah pada
papa.” Kata Adriano.
“Aku tidak mau, pasti papa sangat
marah padaku.” Kata Marcelo.
“Aku akan meyakinkan papa agar
dia tidak marah lagi.” Kata Adriano.
Akhirnya Marcelo pun kembali
__ADS_1
pulang. Setibanya dirumah, Dani dan Anindya memarahi Marcelo habis-habisan.