
Setibanya di tempat golf, dia segera mengganti pakaiannya. Sebelum dia bermain golf dia pergi ke kafe untuk memesan minuman dulu. Dia pun menelfon neneknya.
“Hallo nek, boleh tidak untuk sementara Darel tinggal dirumah nenek dulu selama beberapa hari karena aku sedang ada masalah.” Kata Abela.
“Masalah dengan suamimu?” Tanya nenek Abela.
“Aku tidak bisa bercerita dulu dengan nenek untuk saat ini, tapi aku akan bercerita kepada nenek suatu saat.” Kata Abela.
“Baiklah, jangan khawatirkan Darel. Oh iya nenek sudah menemukan rumah sakit jiwa yang cocok untuk ibumu di luar negeri. Nanti nenek akan kirimkan alamatnya ya.” Kata nenek Abela.
“Iya nek, tapi aku tidak bisa dalam waktu dekat karena aku harus menyelesaikan masalahku dulu. Biarkan kondisi ibuku sehat dulu nek sebelum kita mengirimnya kesana.” Kata Abela.
“Ok yang penting kamu tidak mengkhianati nenek.” Kata nenek Abela, kemudian Abela segera menutup telfonnya.
Abela menikmati minumannya dengan hati yang sangat teramat sakit. Dia memikirkan bagaimana nasib dia selanjutnya dengan anaknya Darel, dia juga memikirkan kondisi ibunya karena dia juga tidak akan tega mengirim ibunya ke rumah sakit jiwa, dia pun akhirnya menangis sambil menundukkan kepalanya.
“Kamu pasti sedang tidak baik-baik saja kan.” Kata Nando tiba-tiba.
“Ah maaf, pak Nando? Sedang apa bapak disini?” Tanya Abela sambil menghapus air matanya.
“Aku baru saja selesai bermain golf, setelah ini aku akan kembali ke kantor.” Kata Nando.
“Aku hari ini sedang tidak ada jadwal siaran pak jadi aku menyempatkan waktu untuk datang kesini.” Kata Abela.
“Biasanya orang-orang akan terlihat sangat bahagia jika datang kesini tapi tidak denganmu. Mau bermain denganku?” Tanya Nando.
__ADS_1
“Kenapa aku selalu bertemu bapak disaat kondisiku sangat kacau seperti ini?” Tanya Abela.
“Apa mungkin ini hanya kebetulan? Sepertinya ini memang hanya kebetulan. Mau bermain denganku atau duduk diam sambil menangis disini? Itu tidak akan menyelesaikan masalahmu.” Kata Nando.
“Ajak aku bermain dan bantu aku.” Kata Abela sambil menunduk.
“Baiklah, pertama berdiri tegak agar tidak ada yang meremehkan atau merendahkanmu. Mereka tidak boleh mengetahui bahwa kamu sedang bersedih.” Kata Nando.
Kemudian Nando mengajak Abela bermain golf bersama.
Namun Abela tidak fokus karena kepikiran masalah pribadinya, sehingga dia gagal dalam bermain golf dan tidak bisa mengenai sasaran yang tepat.
“Bapak dari tadi bermain sangat bagus sedangkan aku selalu saja kalah.” Gerutu Abela.
“Hahahaha karena kamu tidak fokus. Aku akan membuatmu berhasil kali ini.” Kata Nando. Nando pun membantu Abela.
“Makanya bantu aku pak.” Gerutu Abela.
Pertama berdiri tegak dengan kaki terbuka, buka kakimu selebar bahu, posisi ini akan membuatmu berpijak dengan kuat dan terlihat lebih nyaman kan.” Kata Nando sambil membantu Abela tepat dibelakang Abela.
“Lalu?” Tanya Abela.
“Membungkuklah sedikit atau mundurkan pinggangmu secukupnya dan kaki jangan sampai ditekuk, harus lurus.” Kata Nando.
“Ya kalau itu saya juga tau kali pak. Bapak jangan kebanyakan bicara, ayo cepat.” Kata Abela tidak sabaran.
__ADS_1
“Astaga kamu benar-benar tidak sabaran ya.” Kata Nando sambil menyentuh pinggang Abela yang membuat Abela menjadi tidak nyaman.
“Maaf aku tidak ada maksud tertentu.” Kata Nando lalu melepaskan tangannya dari pinggang Abela.
“Tidak apa-apa, teruskanlah pak.” Kata Abela sambil menyentuh tangan Nando dan meletakkannya di pinggangnya.
“Apakah boleh aku seperti ini kepadamu?” Bisik Nando.
“Jika itu mau bapak, aku tidak akan keberatan.” Bisik Abela.
“Maaf aku tidak seharusnya seperti ini.” Kata Nando lalu melepaskan tangannya.
“Setelah itu tekuk lututmu sedikit, ini bertujuan agar tubuhmu tidak kaku dan terasa lebih natural. Kemudian posisi tanganmu menggantung lurus ke bawah dan tepat berada dibawah dagu. Barulah posisikan stik golf mu didekat bola, lalu coba ayunkan dan posisikan ke tempat sasaran, sebelumnya kamu juga harus fokus, mengerti?” Kata Nando.
“Ok aku mengerti. Aku akan memulainya.” Kata Abela lalu mengayunkan stik golf tersebut dan baru satu pukulan ternyata dia berhasil tepat sasaran. Dia sangat bahagia hingga berteriak kencang dan tanpa sadar dia memeluk Nando.
“Yeeeeeee aku berhasil, aku berhasil.” Teriak Abela sambil memeluk Nando.
“Selamat ya akhirnya berhasil juga kan.” Kata Nando sambil tersenyum kepada Abela, mereka pun menjadi sangat canggung lalu Abela melepaskan pelukan tersebut.
“Maaf pak, aku terlalu bahagia hingga tak sadarkan diri dan reflek memeluk bapak, anggap saja itu tidak terjadi.” Kata Abela.
Tiba-tiba ponsel Abela berdering.
“Sebentar, aku harus menerima telfon.” Kata Abela.
“Siapa? Apakah suamimu?” Tanya Nando.
__ADS_1
“Anakku.” Kata Abela.
“Oh baiklah, terima telfonnya.” Kata Nando.