Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 9


__ADS_3

Jam menunjukkan


pukul 9 malam. Adriano bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Dia ingin mengajak


istrinya namun dia takut membangunkannya. Lalu dia mengetuk pintu kamar


istrinya.


“Apa kamu sudah tidur? Buka pintunya.” Kata Adriano, namun tidak ada jawaban.


“Hei buka


pintunya atau aku akan masuk kedalam kamarmu ya.” Kata Adriano namun tetap


tidak ada jawaban, akhirnya dia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya dan dia


sangat terkejut melihat istrinya tidur dengan mengenakan piyama super pendek dan


tipis.


“Astaga kenapa


dia harus tidur memakai baju seperti itu? Dia terlihat sangat menggoda, sexy


dan natural sekali, ingin rasanya aku tidur disampingnya tapi aku harus menahannya.


Memang aura anak SMA sangat menggoda hahaha, astaga pikiranku kenapa kotor sekali.”


Kata Adriano dalam hati, lalu dia membangunkannya.


“Hei cepat


bangun, aku mau berangkat kerja.” Kata Adriano sambil menarik selimutnya.


“Aduh, aku masih


ngantuk, aku baru saja tidur. Pergilah sendiri aku tidak bisa mengantarkanmu.”


Kata Abella.


“Setidaknya


buatkan aku makanan dong, ayo cepat bangun.” Kata Adriano sambil terus menarik


selimutnya, Abella pun menarik selimutnya hingga membuat Adriano terjatuh dan


jatuh diatas tubuh Abella, jantung Adriano berdetak sangat kencang begitu juga


dengan Abella. Mereka terdiam beberapa saat lalu Abella mendorong Adriano dan


dia pun terjatuh di lantai.


“Auuuuu tega


sekali kamu.” Kata Adriano.


“Emang enak,


salah sendiri mencari kesempatan, kamu mau ngapain aku memangnya?” Tanya


Abella.


“Aku membangunkanmu


tapi kamu sulit sekali dibangunkan.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Dasar mesum,


membangunkanku tapi malah terjatuh di atas tubuhku.” Kata Abella.


“Lain kali pakai


baju yang benar dong.” Kata Adriano.


“Apa? Baju yang


benar? Apa maksudmu? Kamu saja yang mesum dan berpikir negative, ini namanya


piyama baju tidur, minggir.” Kata Abella.


“Mau kemana


kamu?” Tanya Adriano.


“Bukannya kamu


menyuruhku untuk membuat makanan untukmu?” Tanya Abella.


“Oh iya tentu


saja, buatkan yang enak.” Kata Adriano.


**


“Mas, makanannya


sudah siap.” Kata Abella.


“Masak apa


kamu?” Tanya Adriano.


sandwich.” Kata Abella.



“Tolong buatkan


aku segelas kopi.” Kata Adriano.


“Dasar manja,


punya tangan dan kaki malah menyuruhku. Bagaimana cara membuat kopi.” Gerutu


Abella. Lalu dia membuat kopi hitam untuk suaminya.


“Tuh kopinya.”


Kata Abella.



“Kok kopinya


hangat?” Tanya Adriano.


“Karena aku


pakai air panas dan air dingin.” Kata Abella.


“Astaga, bukan

__ADS_1


begitu caranya.” Kata Adriano.


“Kalau begitu


bikin saja sendiri, aku saja tidak pernah membuat kopi sebelumnya. Banyak


maunya deh.” Kata Abella.


“Kalau membuat


kopi harus pakai air panas semuanya, kalau dicampur air dingin bisa sakit


perut.” Kata Adriano.


“Bikin saja


sendiri.” Kata Abella kesal.


“Dasar anak


kecil, mudah sekali ngambek.” Kata Adriano.


“Dasar om om


sukanya menyuruh orang, banyak maunya lagi.” Kata Abella, lalu dia membuang


kopi Adriano di wastafel.


“Loh loh kenapa


dibuang?” Tanya Abella.


“Katanya bikin


sakit perut, jadi lebih baik dibuang saja.” Kata Abella, lalu dia ngambek dan


masuk kedalam kamarnya. beberapa saat kemudian Abella pergi sambil membawa tas.


“Mau kemana kamu


malam-malam begini?” Tanya Adriano.


“Aku tidak mau


tinggal dirumah ini, aku tidak tahan satu rumah denganmu, aku akan pergi ke


rumah temanku dan tinggal bersama temanku.” Kata Abella sambil mewek.


“Tapi diluar


hujan loh.” Kata Adriano.


“Aku akan


memakai jas hujan, terserah kamu mau ngapain aja aku tidak peduli. Aku tidak


akan meminta uang darimu lagi, aku akan bekerja.” Kata Abella sambil terus


menangis.


“Hei hei hei


tunggu, jangan pergi begitu saja, bagaimanapun juga kamu adalah istriku.” Kata


Adriano sambil menahan Abella.

__ADS_1


__ADS_2