Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 124


__ADS_3

Marcelo mengambil gunting yang dijatuhkan oleh Abella dan mendekati Abella,


Abella pun semakin ketakutan namun dia tetap berusaha untuk tenang.


“Jadi kamu tau siapa aku sebenarnya? Wah sangat menarik, pasti kamu sedang


mengkhawatirkan keberadaan suami dan juga anakmu saat ini kan.” Kata Marcelo


sambil mendekati Abella.


“Jangan macam-macam padaku, kamu pikir aku tidak memiliki banyak rencana


sebelum menghadapi orang sepertimu? Kamu belum tau siapa dan seperti apa aku


sebenarnya, dimana suamiku saat ini?” Tanya Abella.


“Wah kamu berani sekali ternyata ya sayang, suamimu saat ini tidak sadarkan


diri, aku memang sengaja membuatnya tidak sadarkan diri. Tapi kamu tidak perlu


khawatir karena aku bisa menggantikan posiis dia sebagai suamimu dan ayah dari


anak kita sayang.” Kata Marcelo sambil tertawa.


“Katakan dimana suamiku saat ini?” Tanya Abella sambil mencekik leher


Marcelo. Marcelo pun melawan Abella dengan menampar pipinya.


Plak


“Kamu wanita yang luar biasa ya ternyata, kamu berani melawanku ya. Aku


akan menghabisi suamimu jika kamu semakin kurang ajar padaku. Pasti kamu sangat


heran kan kenapa wajahku sangat mirip dengan suamimu? Apakah suamimu pernah


menceritakan tentang keberadaanku padamu? Aku adalah kakak Adriano, kamu

__ADS_1


terkejut?” Kata Marcelo.


“Apa? Adriano adalah anak tunggal dan dia tidak memiliki seorang kakak


maupun adik. Jangan bicara sembarangan.” Kata Abella.


Marcelo semakin menjadi, kini dia mendekap Abella dan memeluknya dengan


erat, tentu saja Abella berusaha menghindar dan mencoba melepaskan diri dari


pelukan Marcelo.


“Lepaskan aku, dasar brengsek.” Kata Abella.


“Aku telah banyak berkorban demi suamimu, kini saatnya aku mendapatkan apa


yang aku inginkan yaitu aku ingin hidup sebagai Adriani yang memiliki istri


cantik dan masih muda sepertimu.” Kata Marcelo.


“Suamiku adalah Adriano bukannya Adriani, dasar bodoh dasar goblok. Sampah sepertimu


“Santai dong sayang bicaranya, jangan marah-marah seperti ini. Aku akan


melepaskan suamimu setelah aku berhasil mendapatkan apa yang Adriano dapatkan


selama ini. Ceraikan suamimu dan menikahlah denganku. Jika kamu setuju, aku


akan mengirim Adriano ke luar negeri dan kita bisa hidup dengan bahagia. Selama


ini keluarga suamimu telah membuatku hancur dan menderita cukup dalam, dan


sekarang saatnya aku mendapatkan kebahagiaan dari Adriano haha.” Kata Marcelo.


“Dasar sampah, aku tidak sudi menikah denganmu.” Kata Abella sambil


meludahi ke wajah Marcelo. Marcelo sangat murka dan menghajar Abella dengan

__ADS_1


menamparnya berkali-kali.


Plak plak plak


“Kurang ajar, berani sekali kamu melakukan itu padaku.” Kata Marcelo.


“Aku sama sekali tidak takut denganmu, dasar bajingan.” Kata Abella.


Kemudian dia perlahan-lahan mengambil gunting di sebelah Marcelo dan dia


menodongkan gunting tersebut ke arah Marcelo.


“Jangan macam-macam padaku atau aku akan menusukkan gunting ini tepat d


lehermu.” Kata Abella.


“Wah berani sekali kamu, silahkan lakukan itu jika kamu berani. Namun sebelum


kamu menusukku, aku akan pastikan bahwa nyawa suami dan anakmu akan melayang.” Ancam


Marcelo.


“Aku tidak takut dengan ancamanmu.” Kata Abella.


“Mari kita buktikan dan dengarkan sendiri ya.” Kata Marelo. Dia menelfon


orang suruhannya yang menjaga Adriano.


“Hallo, bagaimana dengan Adriano? Aman kan?” Tanya Marcelo.


“Maaf bos, dia berhasil kabur.” Kata orang suruhan Marcelo.


“Apa? Kurang ajar.” Bentak Marcelo.


Abella mencari kesempatan dengan menendang Marcelo sekeras mungkin, dia


bahkan memukul Marcelo dengan gelas, setelah itu dia segera kabur dari rumah. Saat

__ADS_1


Abella akan membuka pintu, tiba-tiba Marcelo menjambak rambut Abella.


__ADS_2