
Marcelo mengambil gunting yang dijatuhkan oleh Abella dan mendekati Abella,
Abella pun semakin ketakutan namun dia tetap berusaha untuk tenang.
“Jadi kamu tau siapa aku sebenarnya? Wah sangat menarik, pasti kamu sedang
mengkhawatirkan keberadaan suami dan juga anakmu saat ini kan.” Kata Marcelo
sambil mendekati Abella.
“Jangan macam-macam padaku, kamu pikir aku tidak memiliki banyak rencana
sebelum menghadapi orang sepertimu? Kamu belum tau siapa dan seperti apa aku
sebenarnya, dimana suamiku saat ini?” Tanya Abella.
“Wah kamu berani sekali ternyata ya sayang, suamimu saat ini tidak sadarkan
diri, aku memang sengaja membuatnya tidak sadarkan diri. Tapi kamu tidak perlu
khawatir karena aku bisa menggantikan posiis dia sebagai suamimu dan ayah dari
anak kita sayang.” Kata Marcelo sambil tertawa.
“Katakan dimana suamiku saat ini?” Tanya Abella sambil mencekik leher
Marcelo. Marcelo pun melawan Abella dengan menampar pipinya.
Plak
“Kamu wanita yang luar biasa ya ternyata, kamu berani melawanku ya. Aku
akan menghabisi suamimu jika kamu semakin kurang ajar padaku. Pasti kamu sangat
heran kan kenapa wajahku sangat mirip dengan suamimu? Apakah suamimu pernah
menceritakan tentang keberadaanku padamu? Aku adalah kakak Adriano, kamu
__ADS_1
terkejut?” Kata Marcelo.
“Apa? Adriano adalah anak tunggal dan dia tidak memiliki seorang kakak
maupun adik. Jangan bicara sembarangan.” Kata Abella.
Marcelo semakin menjadi, kini dia mendekap Abella dan memeluknya dengan
erat, tentu saja Abella berusaha menghindar dan mencoba melepaskan diri dari
pelukan Marcelo.
“Lepaskan aku, dasar brengsek.” Kata Abella.
“Aku telah banyak berkorban demi suamimu, kini saatnya aku mendapatkan apa
yang aku inginkan yaitu aku ingin hidup sebagai Adriani yang memiliki istri
cantik dan masih muda sepertimu.” Kata Marcelo.
“Suamiku adalah Adriano bukannya Adriani, dasar bodoh dasar goblok. Sampah sepertimu
“Santai dong sayang bicaranya, jangan marah-marah seperti ini. Aku akan
melepaskan suamimu setelah aku berhasil mendapatkan apa yang Adriano dapatkan
selama ini. Ceraikan suamimu dan menikahlah denganku. Jika kamu setuju, aku
akan mengirim Adriano ke luar negeri dan kita bisa hidup dengan bahagia. Selama
ini keluarga suamimu telah membuatku hancur dan menderita cukup dalam, dan
sekarang saatnya aku mendapatkan kebahagiaan dari Adriano haha.” Kata Marcelo.
“Dasar sampah, aku tidak sudi menikah denganmu.” Kata Abella sambil
meludahi ke wajah Marcelo. Marcelo sangat murka dan menghajar Abella dengan
__ADS_1
menamparnya berkali-kali.
Plak plak plak
“Kurang ajar, berani sekali kamu melakukan itu padaku.” Kata Marcelo.
“Aku sama sekali tidak takut denganmu, dasar bajingan.” Kata Abella.
Kemudian dia perlahan-lahan mengambil gunting di sebelah Marcelo dan dia
menodongkan gunting tersebut ke arah Marcelo.
“Jangan macam-macam padaku atau aku akan menusukkan gunting ini tepat d
lehermu.” Kata Abella.
“Wah berani sekali kamu, silahkan lakukan itu jika kamu berani. Namun sebelum
kamu menusukku, aku akan pastikan bahwa nyawa suami dan anakmu akan melayang.” Ancam
Marcelo.
“Aku tidak takut dengan ancamanmu.” Kata Abella.
“Mari kita buktikan dan dengarkan sendiri ya.” Kata Marelo. Dia menelfon
orang suruhannya yang menjaga Adriano.
“Hallo, bagaimana dengan Adriano? Aman kan?” Tanya Marcelo.
“Maaf bos, dia berhasil kabur.” Kata orang suruhan Marcelo.
“Apa? Kurang ajar.” Bentak Marcelo.
Abella mencari kesempatan dengan menendang Marcelo sekeras mungkin, dia
bahkan memukul Marcelo dengan gelas, setelah itu dia segera kabur dari rumah. Saat
__ADS_1
Abella akan membuka pintu, tiba-tiba Marcelo menjambak rambut Abella.