
Abela dan Adriano pergi ke rumah Arum.
“Kenapa Darel tidak mau ikut?” Tanya Adriano.
“Bukan tidak mau ikut tapi karena aku melarangnya untuk ikut, dia besok
harus tiba di sekolahnya pukul 06.30 pagi mas karena ada kegiatan diluar
sekolah. Acara ini pasti akan berakhir malam hari karena baru dimulai jam 8
malam, aku tidak ingin dia kelelahan sehingga dia ngantuk di sekolahnya.” Kata Abela.
“Lalu dia bagaimana? Kecewa tidak karena kita hanya pergi berdua?” Tanya
Adriano.
“Dia sudah dewasa dan dia sudah bisa menerimanya, aku memberikan pilihan
untuknya jika dia ikut harus siap dengan semua resikonya dengan pulang malam
dan waktu tidurnya berkurang, lalu dia memilih untuk tidak ikut, dia memilih
untuk bermain game. Aku memang memberinya waktu untuk bermain game tapi jam 9
harus sudah tidur. Aku memasang cctv di kamar Darel sehingga kapanpun aku bisa
mengawasinya. Anak seusia Darel memang harus selalu dipantau tapi kita juga
harus memberikan dia kebebasan untuk memilih, lalu kita bisa memberikan
gambaran dan resiko dari pilihan yang dia buat, hal itu akan membuatnya menjadi
berpikir dua kali sebelum bertindak.” Kata Abel.
“Istriku memang luar biasa.” Kata Adriano sambil mencium tangan
istrinya.
“Fokus menyetir mas.” Kata Abela.
Beberapa menit kemudian Darel menelfon Abela.
“Hallo mama.” Kata Darel.
“Iya sayang, ada apa?” Tanya Abela.
“Ada seorang tamu didepan tapi aku tidak membuka pintu untuknya, hanya
melihatnya dari balik pintu. Aku sudah menanyakannya padanya kalau ingin
__ADS_1
bertemu dengan papa.” Kata Darel.
“Lalu apa yang kamu lakukan?” Tanya Abela.
“Aku sudah menanyakan namanya tapi dia bilang pasti papa akan
mengenalnya. Haruskah aku menyuruhnya masuk?” Tanya Darel.
“Menurutmu apa yang harus kamu lakukan? Memangnya kamu yakin jika dia
teman papa kamu?” Tanya Abela.
“Aku tidak akan membukakan pintu untuknya jadi aku akan menyuruhnya
menelfon papa sendiri dan menemui papa jika papa sudah dirumah.” Kata Darel.
“Baik, lebih baik seperti itu sayang, akhir-akhir ini banyak orang yang
mengaku sebagai keluarga atau kerabat dekat tapi kita tetap harus waspada. Katakan
padanya untuk kembali pulang dan suruh menelfon papa sendiri. Kunci pintunya
dan jika dia memaksa segera telfon satpam kompleks, kamu sudah tau kan nomor
satpam kompleks?” Tanya Abela.
atas meja.” Kata Darel.
“Baiklah, hati-hati ya dan jangan mudah mempercayai siapapun yang
mengaku sebagai orang terdekat kita. Cepatlah masuk kamar lalu tidur setelah
mengunci pintu rumah.” Kata Abela.
“Baik ma, selamat malam mama, I love you.” Kata Darel.
“I love you too Darel sayang.” Kata Abela.
“Lebih baik kita kembali ke rumah sebentar, aku khawatir dengan Darel.” Kata
Adriano.
“Dia baik-baik saja kok, dia sudah tau apa yang harus dia lakukan. Lagipula
orang yang ngaku sebagai temanmu sudah pergi karena Darel menelfon satpam
terlebih dahulu tadi. Dia bahkan tidak menyuruh kita untuk kembali pulang kok,
tenang saja mas.” Kata Abela.
__ADS_1
“Bagaimanapun juga dia tetap anak kecil.” Kata Adriano.
“Meskipun dia anak kecil tapi dia sudah dewasa dan mengerti apa yang
harus dia lakukan mas. Kita sepakat kan untuk mendidik anak kita seperti itu,
kita sebagai orang tua harus tegas dan jangan lengah, jika kita lengah maka
anak kita akan bingung dengan kebijakan dan aturan kita, ayo cepat jalan. Aku
sudah mengecek kamera cctv dan orang itu sudah pergi dibawa satpam.” Kata Abela.
“Sampai kapanpun Darel masih anak kecil bagiku.” Kata Adriano.
“Aku tau kok tapi coba lihat dari sisi Darel, dia juga tidak ingin
selalu diperlakukan seperti anak kecil mas. Kita hanya ingin dia berpikir
dengan dewasa dan lebih open minded dengan dunianya, kita bahkan tidak pernah
melarang atau mengekangnya tapi kita memberikan dia kesempatan untuk memilih
mana yang lebih baik, lagipula aku tidak pernah melarangnya untuk bermain tapi
memang ada aturan yang berlaku, seperti pembatasan bermain gadget. Aku tidak
ingin dia snagat bergantung dengan gadget sehingga waktu bersama keluarga
menjadi berkurang karena pengaruh gadget. Kamu mengerti kan mas bagaimana
maksudku?” Tanya Abela.
“Tentu saja, maafkan aku karena terkadang terlalu memanjakan Darel
mungkin karena aku memiliki Darel di usia yang tidak muda.” Kata Adriano.
“Kamu tidak salah mas, meskipun kamu sudah berusia tapi auramu bahkan
seperti mas mas muda yang tampan dan menawan, ya itu semua karena aku yang
merawatmu.” Kata Abela dengan percaya dirinya. Adriano pun menghentikan
mobilnya.
“Kenapa berhenti?” Tanya Abela.
Adriano kemudian mencium bibir Abela dengan sangat mesra.
“I love you my wife.” Bisik Adriano.
__ADS_1