
Tiara kembali ke rumah pukul 2 dini hari. Namun ternyata mobil suaminya tidak ada dirumah tentu saja Tiara bertanya-tanya kemana perginya suaminya. Akhirnya dia menelfon suaminya lagi dan ternyata tidak ada jawaban. Tiara sangat panik dan khawatir.
“Aduh mas Daniel dimana sih? Kenapa belum juga pulang? Aku pergi dengan Fardan itu jam menunjukkan pukul 12 tengah malam, lalu aku tiba dirumah pukul 2 dini hari dan mas Daniel tidak ada dirumah, berarti mas Daniel tidak datang dia jauh lebih mementingkan pekerjaannya.” Kata Tiara sambil menangis. Akhirnya Tiara masuk kedalam kamar dan istirahat.
Keesokan paginya.
Dia melihat di sebelahnya tidak ada suaminya. Namun dia langsung turun ke bawah untuk sarapan, betapa kagetnya ternyata Daniel sedang di meja makan bersama Kevia dan Brendan.
“Good morning sayang.” Kata Daniel sambil mencium kening Tiara.
“Mas kok kamu dirumah? Kamu pulang jam berapa?” Tanya Tiara bingung.
“Harusnya papa yang bertanya, mama semalam pulang jam berapa.” Gerutu Kevia.
“Maaf semalam aku tidak menelfonmu. Jadi aku kemarin selesai meeting jam 12 tengah malam lalu aku menuju ke hotel dan aku tidak melihatmu, aku kira kamu pulang akhirnya aku kembali ke rumah dan mobilmu tidak ada. Ponselku mati karena bateraiku habis. Oh iya kemarin waktu perjalanan pulang mobilku mogok akhirnya aku bawa ke bengkel dan aku pulang naik taksi.” Kata Daniel.
“Mama semalam kemana memangnya? Jam 2 dini hari kan mama sampai rumah? Aku terbangun karena ke toilet dan aku melihat mama baru datang. Semalam papa tidur dikamar Brendan karena mama tidak ada dirumah.” Kata Kevia ikut kesal dengan Tiara.
“Sudah sudah, duduklah ayo kita sarapan bersama.” Kata Daniel.
“Tapi mama belum menjelaskan kepada kita semua loh pa.” Kata Tiara.
“Cepat makanlah, nanti papa yang bicara sama mama sendiri.” Kata Daniel.
“Aku sudah selesai makan.” Kata Kevia.
__ADS_1
“Pergilah mas, nanti Kevia bisa terlambat. Biar aku yang mengantar Brendan ke sekolah.” Kata Tiara.
“Baiklah, aku pergi dulu ya.” Kata Daniel.
“Ayo pa.” Kata Kevia.
“Pamit dulu ke mama.” Kata Daniel.
“Aku bisa terlambat pa.” Kata Kevia.
“Cepat pergilah mas.” Kata Tiara.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Daniel.
**
“Brendan.” Kata Tiara.
“Semalam tidur sama papa ya?” Tanya Tiara.
“Iya.” Jawab Brendan.
“Papa ngomong apa saja semalam?” Tanya Tiara.
“Tidak tau soalnya Brendan tidur.” Kata Brendan.
__ADS_1
“Oh jadi Brendan juga tidak tau saat papa masuk kedalam kamar kamu?” Tanya Tiara.
“Tidak tau ma.” Jawab Brendan sambil asyik memandangi sebuah gambar.
“Kamu sedang melihat apa sih kok serius sekali?” Tanya Tiara.
“Lukisan ma, lukisan wajahku ma.” Jawab Brendan.
“Coba mama lihat.” Kata Tiara, ternyata Tiara tidak asing dengan lukisan tersebut.
“Kamu dapat dari mana lukisan ini?” Tanya Tiara.
“Dari om Fardan ma, dia memberiku lukisan ini sebagai hadiah, coba lihat lukisan dibaliknya ma, disitu ada gambar wajahku sama mama, tapi dibelakang kita ada orang laki-laki cuma wajahnya tidak digambar sama om Fardan, waktu aku tanya siapa laki-laki itu katanya hanya mama yang tau.” Kata Brendan.
“Kapan om Fardan menemuimu dan memberikan lukisan ini kepadamu?” Tanya Tiara.
“Kemarin lusa ma saat aku sama papa pergi makan es krim, lalu waktu aku pergi ke toilet aku bertemu om Fardan lalu memberikan lukisan itu kepadaku. Laki-laki yang di lukisan itu siapa ma?” Tanya Brendan.
“Mama tidak tau, papa tau tidak kalau kamu diberi lukisan sama om Fardan?” Tanya Tiara.
“Tidak tau soalnya lukisannya aku masukkan didalam tas sekolah ma.” Kata Brendan.
“Berikan lukisan itu kepada mama ya, mama akan mengembalikannya kepada om Fardan. Mama sudah bilang kan sama Brendan jangan bertemu apalagi menerima barang dari om Fardan. Mama saja tidak suka dengannya.” Kata Tiara.
“Kenapa mama tidak suka sama om Fardan?” Tanya Brendan.
__ADS_1
“Karena dia selalu mengganggu keluarga kita.” Kata Tiara.