
Tiara mengembalikan lukisan itu kepada Fardan.
“Tolong jangan mengganggu Brendan apalagi sampai memberi lukisan seperti ini, meskipun dia masih kecil pasti dia akan bertanya-tanya siapa kamu dan apa hubungannya denganku.” Kata Tiara.
“Maafkan aku, aku hanya ingin memberi kenangan untuk Brendan. Kenangan yang sangat indah untuk anakku.” Kata Fardan.
“Jangan bicara sembarangan, Brendan itu anakku dengan mas Daniel.” Kata Tiara.
“Bisakah kamu membuktikannya.” Kata Fardan.
“Tentu saja bisa dan aku tidak takut.” Kata Tiara.
“Baiklah mari kita buktikan siapa ayah dari Brendan.” Kata Fardan.
“Jika terbukti bahwa Brendan adalah anak suamiku, apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Tiara.
“Aku akan pergi untuk melupakanmu selamanya.” Kata Fardan.
“Pergi kemana?” Tanya Tiara.
__ADS_1
“Aku akan menjalani perawatan medis di Singapore.” Kata Fardan.
“Apa maksudmu? Kamu sakit?” Tanya Tiara.
“Aku pergi dulu, sebelum aku pergi aku harus tau siapa ayah kandung dari Brendan.” Kata Fardan.
“Baiklah.” Jawab Tiara.
**
Anggita menyuruh Tiara ke rumahnya.
“Dari mana kamu?” Tanya Anggita.
“Dari galeri bu setelah mengantar Brendan ke sekolah.” Kata Tiara.
“Bagaimana kabar Fardan?” Tanya Anggita.
“Fardan? Ibu mengenal Fardan pelukis terkenal itu? Dia dulu guruku bu.” Kata Tiara.
__ADS_1
“Apakah kamu masih menjalin hubungan dengannya?” Tanya Anggita.
“Hubungan? Hubungan apa yang ibu maksud? Oh hubungan pekerjaan ya? Tentu saja, dia bahkan bergabung di galeri yang sama denganku bu. Bagaimana ibu mengenal Fardan?” Tanya Tiara.
“Ibu tau segalanya tentang kamu, tapi aku tidak yakin apakah Daniel mengetahuinya atau tidak. Jadi apakah kamu masih berhubungan dengan Fardan?” Tanya Anggita.
“Aku sama sekali tidak ada hubungan dengannya bu, hubunganku dengan Fardan hanya sebatas rekan kerja saja bu tidak lebih.” Kata Tiara.
“Lalu kenapa Fardan menjadi walimu saat kamu melahirkan Brendan? Siapa ayah Brendan sebenarnya?” Tanya Anggita.
“Saat itu aku harus segera dilarikan ke rumah sakit dan saat aku menelfon mas Daniel dan keluarga di Jakarta ternyata tidak ada jawaban akhirnya aku meminta bantuan darinya karena kebetulan dia adalah satu-satunya orang Indonesia yang aku kenal saat di Korea, akhirnya dia membawaku ke rumah sakit dan harus ada yang menjadi wali lalu dialah yang jadi waliku bu, tolong jangan menuduhku sembarangan.” Kata Tiara.
“Lakukan tes DNA untuk Brendan, ibu hanya ingin memastikan bahwa Brendan memang benar cucu kandungku. Jika terbukti Brendan adalah anak dari Fardan maka bersiaplah-siaplah diusir dari keluargaku tanpa membawa apapun.” Kata Anggita.
“Baik akan saya buktikan bahwa memang benar Brendan adalah anakku dengan mas Daniel.” Kata Tiara.
“Baiklah aku tunggu hasilnya secepatnya, cepat pergilah.” Kata Anggita.
Tiara kembali pulang sambil menangis, pikirannya benar-benar tidak karuan.
__ADS_1
“Aku sendiri saja tidak tau siapa ayah kandung Brendan? Jika Brendan adalah anaknya Fardan maka aku siap untuk pergi sambil membawa Fardan dan aku akan membesarkannya sendiri. Aku sudah sering menyakiti hati Fardan jadi aku yakin pasti dia tidak akan bisa lagi menerimaku terlebih lagi saat ini dia adalah suami Nadia, orang yang snagat ingin menghancurkan hidupku. Seandainya aku tidak melakukan kesalahan itu maka hidupku pasti akan baik-baik saja, tapi siapa yang tahan melihat sikap mas Daniel yang benar-benar sangat cuek kepadaku bahkan dia lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan istri dan anaknya, bukankah hal wajar jika aku ingin mendapatkan kasih sayang meskipun pada akhirnya aku mendapatkan kasih sayang dan cinta dari orang lain.” Kata Tiara sambil menangis didalam mobil.