
Tiara menemui Nadia hari itu di kafe.
“Hai Nad.” Kata Tiara.
“Hai, duduklah. Aku ingin bercerita kepadamu.” Kata Nadia.
“Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Tiara.
“Sebelumnya maaf ya kalau aku memintamu datang kesini padahal kamu sedang hamil.” Kata Nadia.
“Its ok, cepat ceritalah.” Kata Tiara.
“Fardan ingin menunda pernikahan kami Ra, dia tiba-tiba saja ingin pergi belajar untuk menekuni dunia seni lukis.” Kata Nadia.
“Kamu harus percaya dengannya agar hubungan kalian berjalan dengan langgeng, memangnya kamu ingin mencegahnya untuk niat dia belajar?” Tanya Tiara.
“Aku sih mendukungnya tapi aku curiga dengannya, aku takut Ra kalau dia berslingkuh di belakangku.” Kata Nadia.
“Jangan berpikir seperti itu Nad, aku yakin Fardan itu memang ditakdirkan untukmu.” Kata Tiara.
“Aku juga berharap seperti itu, akhir-akhir ini dia hanya sibuk melukis dan sepertinya suasana hatinya sednag bahagia Ra lalu saat aku tanya dia bilang tidak apa-apa. Terkdang dia sibuk dengan ponselnya lalu saat aku cek ternyata hanya ada namaku, namamu dan grup orang-orang galeri saja Ra.” Kata Nadia.
“Itu berarti dia tidak menyembunyikan apapun darimu.” Kata Tiara.
“Aku saking curiganya sampai-sampai aku membaca chat darimu.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Lalu kamu curiga Fardan ada hubungan denganku begitu?” Tanya Tiara.
“Hehehe awalnya begitu tapi isi chat darimu hanya seputar jadwal kelas melukis saja.” Kata Nadia.
“Syukurlah dia tidak mencurigaiku, Fardan memang selalu menghapus isi chatku dan dia juga jarang sekali mengirim pesan, dia lebih suka menelfonku.” Kata Tiara dalam hati.
“Sekarang buang jauh-jauh rasa curigamu itu kepada Fardan ya.” Kata Tiara.
“Iya Ra, tapi jika memang dia bermain di belakangku, aku akan membuat hidupnya menderita beserta wanita itu.” Kata Nadia.
“Aku yakin Fardan bukanlah laki-laki seperti itu apalagi selama ini Fardan selalu menuruti semua perkataanmu kan Nad.” Kata Tiara.
“Iya benar juga kata-katamu Ra.” Kata Nadia.
“Sekarang kita makan dulu yuk Nad, aku lapar.” Kata Tiara.
**
Hari itu Fardan mengajak Tiara ke apartemen baru tempat mereka tinggal berdua.
“Selamat datang.” Kata Fardan.
“Wah bagus sekali apartemennya, temanya klasik dan aku sangat menyukainya. Tapi darimana kamu mendapatkan uang untuk menyewa apartemen ini?” Tanya Tiara.
“Jangan khawatirkan masalah itu. Kamu suka kan dengan tempat baru kita?” Tanya Fardan.
__ADS_1
“Biar aku saja yang membayar biaya sewa apartemen ini sayang, oh tidak aku akan membelinya saja. Aku ada banyak uang kok.” Kata Tiara.
“Kamu yakin? Tapi kan aku ingin membiayainya sayang. Hmmmm tidak perlu sayang, kemarin lukisanku terjual lalu hasil penjualannya aku gunakan untuk menyewa apartemen ini.” Kata Fardan.
“Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak ya.” Kata Tiara.
“Padahal kemarin Tiara cerita kalau sedang membutuhkan uang untuk membayar hutangnya.” Kata Tiara dalam hati.
“Oh iya aku juga sudah menyiapkan kamar untuk anak kita nantinya, satu kamar untuk kita lalu kamar yang satu lagi untuk anak kita nantinya.” Kata Fardan sangat antusias.
“Iya sayang terima kasih, tapi aku harus bolak-balik ke sekolah Kevia, bagaimanapun juga aku tetap harus sering menghampiri Kevia meskipun dia tinggal di asrama.” Kata Tiara.
“Iya boleh kok. Tapi aku tidak bisa keluar dengan bebas karena takut ketahuan oleh Nadia.” Kata Fardan.
“Setiap kali keluar, pakailah topi dan masker sayang.” Kata Tiara.
“Iya aku mengerti kalau itu.” Kata Fardan.
“Aku lapar sayang.” Kata Tiara.
“Duduklah, hari ini aku akan memasak makanan untukmu karena kamu adalah ratuku hehe.” Kata Fardan.
“Jangan berlebihan deh.” Kata Tiara.
“Bagiku kamu adalah seorang princess oh tidak tapi seorang queen.” Kata Fardan.
__ADS_1
“Seharusnya aku bertemu denganmu lebih dulu sebelum mas Daniel. Kamu memperlakukanku dengan sangat baik layaknya seorang ratu, tidak seperti suamiku yang selalu sibuk dengan urusan pekerjaan. Sejujurnya aku sangat lelah dengan rumah tanggaku tapi aku harus bertahan dan Fardanlah yang menguatkanku selama ini.” Kata Tiara dalam hati.