Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 129


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Adriano


dan Marcelo sudah diperbolehkan untuk kembali pulang. Dani membawa Marcelo ke


rumahnya.


“Mas, kamu harus merahasiakan dia


dari publik, jangan sampai ada yang mengetahui ini. Ingat mas sebentar lagi


kamu akan di promosikan akan menjadi direktur. Aku tidak masalah jika dia


tinggal bersama kita dirumah tapi jangan sampai banyak orang yang tau.” Kata


Anindya.


“Lalu bagaimana ini. dia kan


ingin sekolah di sekolah seni. Kamu sendiri kan yang menjanjikannya kepada


Marcelo.” Kata Dani.


“Aku akan mengurusnya, serahkan


saja padaku dan ikuti saja semua kata-kataku.” Kata Anindya.


“Baiklah, aku mempercayaimu.”


Kata Dani.


Keesokan harinya, Anindya


mendaftarkan Marcelo di sekolah music favorit Marcelo. Marcelo sangat senang karena


akhirnya dia bisa sekolah di sekolah keinginannya.


“Sekolah yang pintar ya dan


jangan mengecewakan papa kamu.” Kata Anindya.


“Terima kasih banyak tante.” Kata


Marcelo.


“Tapi untuk saat ini jangan


sampai ada yang tau bahwa kamu adalah anak kandung papa kamu ya, saat ini papa


kamu sebentar lagi akan di promosikan menjadi direktur di perusahaannya dan


pasti banyak pesaingnya juga. Kalau sampai berita ini menyebar papa kamu tidak


bisa menjadi direktur, kamu mengerti kan maksud saya?” Tanya Anindya.


“Iya, lalu bagaimana dengan


ibuku?” Tanya Marcelo.


“Ibumu aman kok, saat ini dia


sedang dirumah. Aku pergi dulu, nanti kamu akan dijemput oleh supir. Ingat


selalu pakai topi dan maskermu agar tidak ada orang yang tau.” Kata Anindya.


Setelah itu Anindya menghampiri


ke rumah Aira.


“Ada apa lagi? Masih belum puas


kamu menyakitiku dan juga anakku? Bahkan anakku saat ini tinggal di rumahmu.”


Kata Aira.


“Pergilah ke luar negeri, aku


akan membiayaimu.” Kata Anindya.


“Jadi kamu ingin mengusirku? Aku


tidak mau.” Kata Aira.


“Aku akan menjaga anakmu,


lagipula kamu tinggal sendiri disini jadi lebih baik pergilah ke luar negeri.


Aku akan membiayai hidupmu disana. Bagaimana?” Tanya Anindya.


“Apakah kamu begitu membenciku sampai


kamu harus melakukan sejauh ini?” Tanya Aira.


“Ini demi kebaikan anakmu, tidak


ini demi kebaikan anak kita baik anakku maupun anakmu. Aku minta maaf atas apa


yang aku lakukan pada suamiku yang melarangnya untuk menemui Marcelo. Mas Dani

__ADS_1


sangat menyayangi Marcelo.” Kata Anindya.


“Dasar perebut lelaki orang dan


sekarang kamu juga ingin merebut anakku.” Kata Aira.


“Sudahlah, itu masa lalu. Lagipula


aku tidak tau bahwa mas Dani memiliki hubungan denganmu sebelum menikahiku. Bagaimana


apakah kamu mau tinggal diluar negeri?” Tanya Anindya.


“Apakah kamu akan menjamin masa


depan dan hidup Marcelo dengan baik seperti anakmu?” Tanya Aira.


“Pasti, percayalah padaku. Kita adalah


seorang ibu.” Kata Anindya.


“Baiklah, aku yang akan


menentukan akan tinggal dimana.” Kata Aira.


“Baiklah, kamu ingin tinggal


dimana?” Tanya Anindya.


“Kirim aku ke Singapore saja,


karena aku juga ingin dekat dengan anakku. Jadi kapanpun aku bisa mengunjungi


anakku.” Kata Aira.


“Tentu saja, aku akan segera


membelikanmu tiket pesawat. Bersiap-siaplah mulai sekarang.” Kata Anindya.


Setelah itu Anindya segera


kembali pulang. Setibanya dirumah.


“Enak sekali dia bisa menentukan


mau tinggal dimana, akulah yang mengaturmu.” Kata Anindya dalam hati.


Suaminya baru pulang dari kantor


dan dia sangat marah. Bahkan dia membanting tasnya.


“Astaga, ada apa sih mas?” Tanya


Anindya.


mempermalukanku didepan para atasan, aku takut mereka tidak akan


mempromosikanku sebagai direktur. Aku akan memberimu peringatan.” Kata Dani.


“Sabar mas, tunggu apakah


istrinya bernama Siska? Sepertinya aku mengenalnya, dia salah satu pelanggan di


kafe yang sering aku kunjungi. Dia itu wanita murahan mas, dia itu sedang


menjalin hubungan dengan teman smp ku.” Kata Anindya.


“Benarkah? Apakah kamu memiliki


fotonya dengan temanmu itu?” Tanya Dani.


“Sepertinya ada, aku akan meminta


ke temanku. Tunjukkan saja pada si Erlan agar dia tidak bisa macam-macam


denganmu mas.” kata Anindya.


“Baiklah, berani sekali dia. Terima


kasih sayang. Bagaimana dengan Aira?” Tanya Dani.


“Dia setuju untuk tinggal diluar


negeri mas. Aku akan segera memesankan tiket pesawatnya.” Kata Anindya.


“Mau kamu kirim kemana dia?”


Tanya Dani.


“Aku akan mengirimnya ke


Singapore, aku punya teman disana dan dia adalah penyalur asisten rumah tangga.


Biar temanku memperkerjakan si Aira disana. Lagipula dia tidak bisa balik ke


Indonesia karena temanku akan mengawasinya.” Kata Anindya.


“Baiklah, terima kasih sayang.” Kata

__ADS_1


Dani.


**


Satu minggu kemudian, Aira pergi


ke Singapore. Setibanya di bandara, dia segera menelfon anaknya namun dia tidak


bisa menelfon anaknya bahkan tidak bisa menghubungi anaknya sama sekali.


“Kenapa aku tidak bisa menelfon


Marcelo? Jangan-jangan Anindya telah membohongiku, tidak mungkin. Aku harus


segera menelfonnya.” Kata Aira. Lalu Aira menelfon anindya namun tidak ada


jawaban.


“Kurang ajar, dia tidak bisa di


hubungi. Dia telah membohongiku dan membuangku sekarang dia bahkan menjauhkanku


dari Marcelo,, kenapa aku bisa sebodoh ini.” Kata Aira sambil menangis.


“Aira.” Kata Anna (teman dekat


Anindya).


“Kamu siapa?” Tanya Aira.


“Aku Anna, temannya Anindya.” Kata


Anna.


“Oh kamu yang namanya Anna,


apakah kamu bisa menghubungi Anindya? Tolong telfon dia ya, saya ingin bicara


dengannya.” Kata Aira.


“Baik, tapi ikutlah denganku


dulu. Aku sudah menyiapkan makan dan juga tempat tinggal untukmu.” Kata Anna.


Lalu Anna membawa Aira ke


tempatnya.


Setibanya dirumah Anna.


“Apa ini? penyalur tenaga asisten


rumah tangga? Anindya kurang ajar, dia mengirimku kesini untuk dijadikan


sebagai art? Astaga mereka benar-benar kejam, aku harus kembali secepatnya ke


Indonesia. Aku harus menyelamatkan anakku dari mereka.” Kata Aira dalam hati. Dia


kemudian diam-diam kabur, namun sayang dia tertangkap oleh penjaga di rumah


Anna.


“Jangan kabur, percuma kamu tidak


bisa kembali lagi kesana. Aku tidak akan kasar padamu kok, justru aku akan


menolongmu. Aku tidak memaksamu untuk menjadi art, kamu bisa kerja apapun yang


kamu inginkan di tempatku.” Kata Anna.


“Bagaimana aku bisa


mempercayaimu?” Tanya Aira.


“Terserah kamu mau percaya atau


tidak kepadaku. Tapi karena kamu tinggal disini dan Anindya juga telah


memberiku banyak uang jadi kamu harus tinggal disini, yang penting kamu berguna


bagiku.” Kata Anna.


“Kalau begitu, pesankan aku tiket


pesawat ke Indonesia sekarang juga.” Kata Aira.


“Aku tidak bisa, kamu itu imigran


illegal, paspormu saja memakai nama orang lain? Kamu ini bodoh atau bagaimana


sih.” Kata Anna.


“Pantas saja tadi dia menyuruh


orang untuk mengantarku sampai Singapore dan bahkan dia yang membawakan


pasporku. Anindya kamu benar-benar kurang ajar.” Kata Aira dalam hati.

__ADS_1


“Anindya dan keluarganya bukan


seseorang yang mudah untuk kamu lawan. Lagipula kamu sendiri yang ingin tinggal di singapore kan, sudahlah lebih baik tinggallah disini, dan aku juga tidak memaksamu untuk menjadi art kok. Percayalah padaku.” Kata Anna.


__ADS_2