
Beberapa hari kemudian, Adriano
dan Marcelo sudah diperbolehkan untuk kembali pulang. Dani membawa Marcelo ke
rumahnya.
“Mas, kamu harus merahasiakan dia
dari publik, jangan sampai ada yang mengetahui ini. Ingat mas sebentar lagi
kamu akan di promosikan akan menjadi direktur. Aku tidak masalah jika dia
tinggal bersama kita dirumah tapi jangan sampai banyak orang yang tau.” Kata
Anindya.
“Lalu bagaimana ini. dia kan
ingin sekolah di sekolah seni. Kamu sendiri kan yang menjanjikannya kepada
Marcelo.” Kata Dani.
“Aku akan mengurusnya, serahkan
saja padaku dan ikuti saja semua kata-kataku.” Kata Anindya.
“Baiklah, aku mempercayaimu.”
Kata Dani.
Keesokan harinya, Anindya
mendaftarkan Marcelo di sekolah music favorit Marcelo. Marcelo sangat senang karena
akhirnya dia bisa sekolah di sekolah keinginannya.
“Sekolah yang pintar ya dan
jangan mengecewakan papa kamu.” Kata Anindya.
“Terima kasih banyak tante.” Kata
Marcelo.
“Tapi untuk saat ini jangan
sampai ada yang tau bahwa kamu adalah anak kandung papa kamu ya, saat ini papa
kamu sebentar lagi akan di promosikan menjadi direktur di perusahaannya dan
pasti banyak pesaingnya juga. Kalau sampai berita ini menyebar papa kamu tidak
bisa menjadi direktur, kamu mengerti kan maksud saya?” Tanya Anindya.
“Iya, lalu bagaimana dengan
ibuku?” Tanya Marcelo.
“Ibumu aman kok, saat ini dia
sedang dirumah. Aku pergi dulu, nanti kamu akan dijemput oleh supir. Ingat
selalu pakai topi dan maskermu agar tidak ada orang yang tau.” Kata Anindya.
Setelah itu Anindya menghampiri
ke rumah Aira.
“Ada apa lagi? Masih belum puas
kamu menyakitiku dan juga anakku? Bahkan anakku saat ini tinggal di rumahmu.”
Kata Aira.
“Pergilah ke luar negeri, aku
akan membiayaimu.” Kata Anindya.
“Jadi kamu ingin mengusirku? Aku
tidak mau.” Kata Aira.
“Aku akan menjaga anakmu,
lagipula kamu tinggal sendiri disini jadi lebih baik pergilah ke luar negeri.
Aku akan membiayai hidupmu disana. Bagaimana?” Tanya Anindya.
“Apakah kamu begitu membenciku sampai
kamu harus melakukan sejauh ini?” Tanya Aira.
“Ini demi kebaikan anakmu, tidak
ini demi kebaikan anak kita baik anakku maupun anakmu. Aku minta maaf atas apa
yang aku lakukan pada suamiku yang melarangnya untuk menemui Marcelo. Mas Dani
__ADS_1
sangat menyayangi Marcelo.” Kata Anindya.
“Dasar perebut lelaki orang dan
sekarang kamu juga ingin merebut anakku.” Kata Aira.
“Sudahlah, itu masa lalu. Lagipula
aku tidak tau bahwa mas Dani memiliki hubungan denganmu sebelum menikahiku. Bagaimana
apakah kamu mau tinggal diluar negeri?” Tanya Anindya.
“Apakah kamu akan menjamin masa
depan dan hidup Marcelo dengan baik seperti anakmu?” Tanya Aira.
“Pasti, percayalah padaku. Kita adalah
seorang ibu.” Kata Anindya.
“Baiklah, aku yang akan
menentukan akan tinggal dimana.” Kata Aira.
“Baiklah, kamu ingin tinggal
dimana?” Tanya Anindya.
“Kirim aku ke Singapore saja,
karena aku juga ingin dekat dengan anakku. Jadi kapanpun aku bisa mengunjungi
anakku.” Kata Aira.
“Tentu saja, aku akan segera
membelikanmu tiket pesawat. Bersiap-siaplah mulai sekarang.” Kata Anindya.
Setelah itu Anindya segera
kembali pulang. Setibanya dirumah.
“Enak sekali dia bisa menentukan
mau tinggal dimana, akulah yang mengaturmu.” Kata Anindya dalam hati.
Suaminya baru pulang dari kantor
dan dia sangat marah. Bahkan dia membanting tasnya.
“Astaga, ada apa sih mas?” Tanya
Anindya.
mempermalukanku didepan para atasan, aku takut mereka tidak akan
mempromosikanku sebagai direktur. Aku akan memberimu peringatan.” Kata Dani.
“Sabar mas, tunggu apakah
istrinya bernama Siska? Sepertinya aku mengenalnya, dia salah satu pelanggan di
kafe yang sering aku kunjungi. Dia itu wanita murahan mas, dia itu sedang
menjalin hubungan dengan teman smp ku.” Kata Anindya.
“Benarkah? Apakah kamu memiliki
fotonya dengan temanmu itu?” Tanya Dani.
“Sepertinya ada, aku akan meminta
ke temanku. Tunjukkan saja pada si Erlan agar dia tidak bisa macam-macam
denganmu mas.” kata Anindya.
“Baiklah, berani sekali dia. Terima
kasih sayang. Bagaimana dengan Aira?” Tanya Dani.
“Dia setuju untuk tinggal diluar
negeri mas. Aku akan segera memesankan tiket pesawatnya.” Kata Anindya.
“Mau kamu kirim kemana dia?”
Tanya Dani.
“Aku akan mengirimnya ke
Singapore, aku punya teman disana dan dia adalah penyalur asisten rumah tangga.
Biar temanku memperkerjakan si Aira disana. Lagipula dia tidak bisa balik ke
Indonesia karena temanku akan mengawasinya.” Kata Anindya.
“Baiklah, terima kasih sayang.” Kata
__ADS_1
Dani.
**
Satu minggu kemudian, Aira pergi
ke Singapore. Setibanya di bandara, dia segera menelfon anaknya namun dia tidak
bisa menelfon anaknya bahkan tidak bisa menghubungi anaknya sama sekali.
“Kenapa aku tidak bisa menelfon
Marcelo? Jangan-jangan Anindya telah membohongiku, tidak mungkin. Aku harus
segera menelfonnya.” Kata Aira. Lalu Aira menelfon anindya namun tidak ada
jawaban.
“Kurang ajar, dia tidak bisa di
hubungi. Dia telah membohongiku dan membuangku sekarang dia bahkan menjauhkanku
dari Marcelo,, kenapa aku bisa sebodoh ini.” Kata Aira sambil menangis.
“Aira.” Kata Anna (teman dekat
Anindya).
“Kamu siapa?” Tanya Aira.
“Aku Anna, temannya Anindya.” Kata
Anna.
“Oh kamu yang namanya Anna,
apakah kamu bisa menghubungi Anindya? Tolong telfon dia ya, saya ingin bicara
dengannya.” Kata Aira.
“Baik, tapi ikutlah denganku
dulu. Aku sudah menyiapkan makan dan juga tempat tinggal untukmu.” Kata Anna.
Lalu Anna membawa Aira ke
tempatnya.
Setibanya dirumah Anna.
“Apa ini? penyalur tenaga asisten
rumah tangga? Anindya kurang ajar, dia mengirimku kesini untuk dijadikan
sebagai art? Astaga mereka benar-benar kejam, aku harus kembali secepatnya ke
Indonesia. Aku harus menyelamatkan anakku dari mereka.” Kata Aira dalam hati. Dia
kemudian diam-diam kabur, namun sayang dia tertangkap oleh penjaga di rumah
Anna.
“Jangan kabur, percuma kamu tidak
bisa kembali lagi kesana. Aku tidak akan kasar padamu kok, justru aku akan
menolongmu. Aku tidak memaksamu untuk menjadi art, kamu bisa kerja apapun yang
kamu inginkan di tempatku.” Kata Anna.
“Bagaimana aku bisa
mempercayaimu?” Tanya Aira.
“Terserah kamu mau percaya atau
tidak kepadaku. Tapi karena kamu tinggal disini dan Anindya juga telah
memberiku banyak uang jadi kamu harus tinggal disini, yang penting kamu berguna
bagiku.” Kata Anna.
“Kalau begitu, pesankan aku tiket
pesawat ke Indonesia sekarang juga.” Kata Aira.
“Aku tidak bisa, kamu itu imigran
illegal, paspormu saja memakai nama orang lain? Kamu ini bodoh atau bagaimana
sih.” Kata Anna.
“Pantas saja tadi dia menyuruh
orang untuk mengantarku sampai Singapore dan bahkan dia yang membawakan
pasporku. Anindya kamu benar-benar kurang ajar.” Kata Aira dalam hati.
__ADS_1
“Anindya dan keluarganya bukan
seseorang yang mudah untuk kamu lawan. Lagipula kamu sendiri yang ingin tinggal di singapore kan, sudahlah lebih baik tinggallah disini, dan aku juga tidak memaksamu untuk menjadi art kok. Percayalah padaku.” Kata Anna.