
Nando pun segera membawa masuk Abela kedalam mobilnya. Nando memarahi Abela karena hujan-hujan dan berlarian di tengah jalan raya.
“Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu hujan-hujan begini? Lihatlah dirimu jadi basah kuyup begini kan? Nanti kalau kamu masuk angin dan jatuh sakit bagaimana?” Gerutu Nando.
“Maaf, aku mencarimu tadi.” Kata Abela.
“Sekarang kita ke penginapanku saja, sebentar lagi sampai kok. Bertahanlah sebentar, pakai jaket milikku.” Kata Nando sambil memberikan jaket miliknya ke Abela.
Setibanya di hotel Nando, Nando segera membukakan pintu mobil Abela.
“Jadi kamu tidak pakai sandal? Biar aku gendong saja kalau begitu.” Kata Nando lalu dia menggendong Abela dan membawanya masuk kedalam kamar hotelnya.
Di dalam lift.
“Turunkan aku, bajumu jadi basah gara-gara aku.” Kata Abela.
“Jangan khawatirkan aku, tunggu sebentar sepertinya berat badanmu bertambah ya. Dulu terakhir kali aku menggendongmu tidak seberat ini tapi sekarang sedikit lebih berat ternyata.” Kata Nando.
“Makanya cepat turunkan aku.” Kata Abela.
“Tidak mau, aku tidak akan menurunkanmu. Aku tidak ingin kamu kabur lagi dariku.” Kata Nando.
“Maafkan aku.” Kata Abela sambil memalingkan wajahnya dari Nando.
“Kalau bicara denganku, tatap wajahku dan lihatlah mataku.” Kata Nando. Lalu Abela pun menatap wajah Nando. Nando pun mencium bibir Abela sambil menggendongnya, Abela membalas ciuman tersebut, bahkan sampai pintu lift tersebut terbuka mereka tetap melanjutkan ciuman mereka hingga mereka tiba di depan kamar Nando. Abela tertawa cekikikan begitu juga dengan Nando.
__ADS_1
“Cepat buka pintunya.” Bisik Abela.
“Memangnya apa yang akan kita lakukan didalam?” Bisik Nando.
“Entahlah.” Bisik Abela sambil cekikikan.
**
Didalam kamar hotel Nando.
Abela sedang mengeringkan rambutnya, sedangkan Nando baru saja keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan baju, dia memamerkan dadanya yang bidang berbentuk dan lengan berototnya karena dia sangat gemar melakukan olahraga. Abela yang menatap Nando membuat pikirannya menjadi sangat liar.
“Waaaaw dadanya, lengannya, perutnya yang sixpack sungguh sangat sempurna ciptaan Tuhan satu ini, aku tidak tahan melihatnya.” Kata Abela dalam hati sambil melongo. Nando pun mendekati Abela.
“Tidak kok.” Kata Abela yang tidak bisa memalingkan penglihatannya dari Nando.
“Haruskah kita melakukannya sekarang? Tapi aku ragu kamu setuju atau tidak.” Kata Nando.
“Aku setuju kok.” Kata Abela dengan cepat menjawab pertanyaan Nando.
“Tapi jika melakukannya sekarang, kamu pasti akan kelelahan, energimu cukup tidak untuk melakukannya sekarang? Tubuhmu masih lemas karena berlarian di tengah hujan lebat tadi.” Kata Nando.
“Apakah malam ini aku dan Nando akan oh tidak, aku harus tenang.” Kata Abela dalam hati.
“Aku punya banyak energi untuk melakukannya kok.” Kata Abela sangat semangat.
__ADS_1
“Memangnya kamu tau apa yang akan kita lakukan?” Tanya Nando.
“Memangnya apa?” Tanya Abela malu-malu.
“Olahraga di malam hari.” Bisik Nando.
“Apa? Jadi kamu mau mengajakku berolahraga di malam hari?” Tanya Abela kaget.
“Tentu saja, memangnya apa yang kamu pikirkan? Aku dan kamu sama-sama mengalami hal yang sama yaitu berat badan naik jadi bagaimana jika kita melakukan olahraga bersama?” Tanya Nando sangat semangat.
“Sekarang ya? Tapi aku lelah karena berlarian di tengah hujan lebat tadi.” Kata Abela terlihat sangat kecewa.
“Bukankah tadi kamu bilang tidak keberatan ya.” Kata Nando.
“Lupakan, aku mau istirahat saja. Pesankan aku kamar lagi di sebelah.” Kata Abela sambil memakai jaket milik Nando. Kemudian Nando memeluknya dari belakang.
“Tidurlah di kamarku, aku akan tidur di sofa saja. Selamat malam sayang, terima kasih telah kembali kepadaku, terima kasih atas segalanya. Aku mencintaimu.” Bisik Nando.
Abela pun tersenyum bahagia.
Info
Jangan lupa baca juga novel author yg berjudul "Truth and Revenge" yaah.
Novel itu adalah kumpulan dari beberapa cerita pendek yg ceritanya bertema Truth and Revenge. Setiap hari update loh. Ditunggu ya like nya, terima kasih banyak.
__ADS_1