Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 36


__ADS_3

Tiara tiba di sekolah Kevia, dia langsung menuju ke ruang BK dan ternyata di ruang BK sudah ada Anggita dan Kevia.


“Maaf bu saya terlambat, tadi dijalan macet.” Kata Tiara. Tanpa berkata apapun, Anggita menampar pipi Tiara didepan Kevia dan guru BK serta wali kelas Kevia.


“Seharusnya aku tidak mengijinkanmu membawa Kevia kembali ke Indonesia kalau jadinya seperti ini.” Kata Anggita.


“Ayo Kevia kita keluar, masalahmu sudah selesai. Aku serahkan masalah ini kepadamu dan urus sisanya.” Kata Anggita lalu membawa Kevia keluar ruangan.


Anggita yang masih syok dan sekaligus malu karena ditampar ibu mertuanya didepan anaknya dan guru anaknya.


“Maaf atas kesalahan anak saya, sebenarnya apa yang terjadi dengan anak saya sehingga anak saya bisa masuk BK?” Tanya Tiara.


“Dia ketahuan merokok dan berpacaran di sekolah.” Jawab wali kelas Kevia.


“Astaga Kevia kenapa kamu seperti itu.” Kata Tiara sambil menunduk karena malu dengan kesalahan anaknya.

__ADS_1


“Sesuai kesepakatan dengan guru BK, maka kami akan memutuskan agar Kevia dipindahkan dari kelas unggulan ke kelas reguler, karena kesalahan Kevia sangatlah fatal bu. Sebenarnya ini bukan kali pertama dia seperti itu, sebelumnya kami sudah memperingatkan Kevia untuk tidak seperti itu namun sepertinya dia tidak peduli dengan peringatan saya selaku wali kelas Kevia.” Kata wali kelas Kevia.


“Mungkin karena dia adalah cucu dari pemilik yayasan sekolah ini jadi dia bersikap seenaknya di sekolah ini, bahkan dia pernah tertangkap melakukan aksi pembulian terhadap teman satu kelasnya. Anak orang kaya sepertinya memang minim didikan orang tua.” Kata guru BK yang tidak lain adalah Nadia.


“Saya selalu mendidiknya dengan benar, kamu? Nadia?” Tanya Tiara yang sangat kaget, dia baru sadar kalau guru BK tersebut adalah Nadia.


“Maaf ini sekolah dan saya guru di sekolah ini.” Kata Nadia.


“Oh iya maaf bu.” Kata Tiara.


“Iya, tapi mohon maaf sebelumnya apa bisa kalau Kevia tetap di kelas unggulan saja? Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Kevia kalau dia dipindah ke kelas reguler, saya akan melakukan apapun agar Kevia tetap di kelas unggulan.” Kata Tiara memohon.


“Suatu saat pasti Kevia bisa saja melakukan hal itu kembali, saya melakukan ini agar dia tidak mengulangi kesalahannya dan bisa belajar dari kesalahan. Kesalahan yang dilakukan oleh Kevia ini benar-benar kesalahan yang fatal loh, saya tidak menyangka kalau dia berani berpacaran di lingkungan sekolah, di laboratorium sekolah pernah kepergok, lalu di ruang olahraga bahkan mereka saling bermesraan saling berciuman mesra, maaf saya keceplosan.” Kata Nadia.


“Apa? Berarti tidak hanya Kevia saja yang mendapat hukuman ini tapi juga siswa laki-laki tersebut, siapa siswa yang bersama anak saya? Dia juga harus dihukum biar sama-sama adil.” Kata Tiara.

__ADS_1


“Dia dari kelas reguler, laboratorium dan ruang olahraga yang digunakan Kevia itu merupakan fasilitas untuk siswa dari kelas unggulan dan siswa kelas reguler tidak bisa menggunakan fasilitas itu, jadi menurut ibu siapa yang lebih pantas mendapatkan hukuman? Pasti siswa Kevia yang mengajak siswa laki-laki itu ke ruangan tersebut kan? Jangan khawatir, siswa laki-laki itu sudah saya beri hukuman tersendiri. Keputusan kami sudah tepat bahwa siswa Kevia akan dipindahkan ke kelas reguler.” Kata Nadia.


“Saya mohon jangan, saya akan membayar berapapun untuk ibu wali kelas dan juga ibu guru BK tapi tolong kasihani anak saya, saya bisa di usir dari keluarga saya sendiri jika sampai Kevia dipindahkan ke kelas reguler, tadi ibu bisa lihat sendiri kan saya ditampar oleh ibu mertua saya didepan kalian.” Kata Tiara.


“Itu urusan keluarga ibu dan itu bukan urusan sekolah.” Kata Nadia.


“Bu Nadia orang baru kan di sekolah ini? Ibu juga pasti tau kalau mertua saya adalah pemilik yayasan sekolah ini, pasti ibu masih ingin tetap di sekolah ini kan?” Ancam Tiara.


“Jadi sekolah ini cara bermainnya seperti ini ya? Bagaimana kalau hal ini sampai bocor ke pihak luar, seperti wartawan oh tidak atau ke dinas sekalipun.” Ancam balik Nadia.


“Apa maumu sebenarnya? Ingin menghancurkan keluargaku?” Bisik Tiara sambil tersenyum.


“Aku hanya ingin keadilan saja, permisi saya ada jam mengajar di kelas.” Kata Nadia.


“Aku akan menemuimu kembali dan memastikan kalau anakku tidak akan dipindah ke kelas reguler.” Kata Tiara.

__ADS_1


“Silahkan.” Kata Nadia dengan senyuman sinisnya.


__ADS_2