
Marisa berlari mengejar Adriano.
“Tunggu sebentar, aku mohon jangan pergi.” Kata Marisa.
“Aku sudah melihatmu, aku akan pergi. Jaga dirimu dengan baik.” Kata Adriano.
Tiba-tiba Marisa memeluk Adriano dari belakang.
“Jangan pergi, aku membutuhkanmu.” Kata Marisa.
“Lepaskan aku, carilah lelaki yang jauh lebih baik daripada aku.” Kata Adriano.
“Hanya kamu yang aku butuhkan saat ini, aku mohon jangan pergi.” Kata Marisa.
“Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Adriano.
Lalu Adriano mengantar Marisa pulang.
“Terima kasih telah mengantarku pulang.” Kata Marisa.
“Sama-sama.” Kata Adriano.
“Apakah kamu masih membenciku atau masih memikirkanku?” Tanya Marisa.
“Tidak keduanya.” Kata Adriano.
“Apakah kamu sedang mengencani seorang wanita?” Tanya Marisa.
“Itu bukan urusanmu, sudah sampai, turunlah.” Kata Adriano.
“Nanti malam kamu sibuk tidak? Atau besok kita bisa bertemu kembali tidak?”
Tanya Marisa.
“Aku sangat sibuk, maafkan aku. Cepatlah masuk, cuacanya sangat dingin.” Kata
Adriano.
Setelah itu Adriano kembali ke penginapan. Setibanya di penginapan, dia
segera masuk kedalam kamar namun istrinya tidak ada didalam. Dia segera
menelfonnya.
“Hallo, kamu dimana?” Tanya Adriano.
“Tolong cepat kesini, aku tadi naik ojek online lalu aku diturunkan di
__ADS_1
suatu tempat sepertinya dia bukanlah seorang supir dan hanya berkedok saja, dia
mau macam-macam denganku lalu aku segera melarikan diri dan sekarang aku
tersesat di jalanan yang sangat sepi, aku takut karena disini sangat jarang
rumah penduduk dan juga sekarang sedang gerimis, aku sangat takut dan hari juga
sudah mulai gelap.” Kata Abella.
“Cepat kirimkan lokasimu saat ini.” Kata Adriano, lalu dia segera pergi
menuju lokasi istrinya, dia sangat bersalah karena meninggalkannya.
“Astaga, maafkan aku. Aku menelantarkannya demi menemui mantan kekasihku,
kamu dimana sih.” Kata Adriano.
Kemudian istrinya menelfonnya kembali.
“Hallo, mas cepat kesini, aku sangat ketakutan, di depan gang ada sekelompok
laki-laki aku takut jika lewat didepan mereka, jadi aku berhenti di pinggir
jalan. Aaaaaaaa.” Kata Abella, dia berteriak karena ada laki-laki yang
“Hallo, hallo, aku akan segera kesana, tunggu sebentar.” Kata Adriano.
Beberapa menit kemudian dia menemukan istrinya di suatu warung yang sedang
tutup, istrinya sedang digoda beberapa sekelompok laki-laki, dia terlihat
sangat ketakutan dan hanya menangis sambil menutupi tubuhnya. Adriano pun
segera menghampirinya dan menghajar sekelompok laki-laki tersebut.
“Pergi kamu dari sini, jangan ganggu istriku. Kalian mau apa? Mau uang? Ini
silahkan ambil dan pergi dari sini.” Kata Adriano sambil melemparkan beberapa
lembar uang ke sekelompok laki-laki tersebut dan mereka pun segera pergi. Abella
yang sedang menangis dan ketakutan tersebut segera memeluk suaminya dengan
sangat erat.
“Huhuhu aku sangat ketakutan, untung kamu segera datang. Ponselku diambil
__ADS_1
oleh mereka, bagaimana ini.” Kata Abella.
“Maafkan aku sayang, aku benar-benar minta maaf. Jangan pikirkan masalah
ponsel, nanti aku akan membelikanmu kembali.” Kata Adriano sambil membelai
rambut dan menyeka air mata istrinya.
“Dia memanggilku sayang? Apa aku salah dengar atau jangan-jangan dia sangat
khawatir denganku.” Kata Abella dalam hati.
“Ayo cepat kita pergi dari sini.” Kata Abella.
“Iya, kamu tidak apa-apa kan? Mereka tidak macam-macam denganmu kan? Kamu masih
perawan kan?” Tanya Adriano.
“Masih lah, sembarangan kalau bicara.” Kata Abella sambil mendorong
suaminya.
“Hehe maafkan aku, ayo kita kembali ke penginapan.” Kata Adriano.
“Tidak, belikan aku ponsel dulu. Belikan aku ponsel 1ph0n3 yang terbaru
pokoknya.” Kata Abella.
“Untuk apa anak SMA memakai ponsel mahal seperti itu.” Kata Adriano.
“Pokoknya belikan aku ponsel itu.” Kata Abella manja.
“Hmmm iya iya, kamu malah memikirkan ponsel bukannya malah memikirkan
dirimu sendiri.” Kata Adriano.
“Tentu saja aku memikirkan diriku juga makanya belikan aku ponsel sekarang.”
Kata Abella.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman, terima kasih.
__ADS_1