
“Masuklah kedalam mobil, aku akan mengantarmu pulang.” Kata Nando sambil membukakan pintu mobilnya. Abela terdiam dan langsung segera masuk kedalam mobil Nando.
Selama diperjalanan, Abela terdiam dan sangat gelisah dan juga tidak tau harus berbuat apa dan harus mengatakan apa.
“Dimana tempat tinggalmu?” Tanya Nando.
“Di jalan Jimbaran No 09.” Kata Abela.
Kemudian Antika menelfon Abela.
“Hallo ma, ada apa?” Tanya Abela.
“Sepertinya mama tidak bisa kembali pulang besok.” Kata Antika.
“Loh kenapa? Memangnya ada apa? Bukankah urusan mama sudah selesai?” Tanya Abela.
“Teman sekaligus sahabat mama yang sudah mama anggap seperti saudara sedang sakit dan dia butuh bantuan mama, jangan khawatir, mama bisa menjaga Darel sekaligus kok. Mama harap kamu bisa mengerti ya.” Kata Antika.
“Memangnya mama berapa lama disana?” Tanya Abela.
“Mungkin satu minggu atau bisa lebih, oh iya kamu tidak bertemu dengan orang yang kamukenal kan? Kamu tidak bertemu dengan mantan suamimu kan? Kamu juga tidak bertemu dengan Nando kan disana?” Tanya Antika.
“Tidak ma, aku tidak bertemu dengan siapapun.” Kata Abela.
“Baguslah kalau begitu, mama tutup dulu ya telfonnya. Selamat malam sayang.” Kata Antika.
“Iya selamat malam juga ma.” Kata Abela lalu menutup telfonnya.
“Jadi bu Antika dan Darel sedang diluar kota?” Tanya Nando.
__ADS_1
“Iya.” Jawab Abela sangat singkat.
“Mereka ada dimana memangnya?” Tanya Nando.
“Di Jakarta.” Kata Abela singkat.
“Jadi kamu sedang membuka studio foto disini? Studio fotomu sangat bagus dan aku terkesan dengan hasilnya.” Kata Nando.
“Terima kasih.” Kata Abela.
Mereka pun tiba di gang rumah Abela.
“Dimana rumahmu?” Tanya Nando.
“Turunkan saja disini, aku bisa berjalan karena dekat dengan rumah.” Kata Abela.
“Itu rumahku, ada tulisannya nomor 09 pagar kayu.” Kata Abela.
“Oh jadi itu rumahmu tempatmu tinggal selama satu tahun ini ya.” Kata Nando.
“Terima kasih atas bantuannya dan telah mengantarku pulang.” Kata Abela lalu dia segera membuka pagarnya, namun Nando menarik tangan Abela lalu memeluknya.
“Lepaskan aku, kita tidak ada hubungan apa-apa lagi, hubungan kita sudah berakhir sejak satu tahun yang lalu, tolong lepaskan aku.” Kata Abela berusaha melepaskan pelukan Nando.
“Terima kasih.” Kata Nando.
“Terima kasih untuk apa?” Tanya Abela.
“Terima kasih karena hidup bahagia dan tenang selama satu tahun ini, aku sangat mencemaskanmu dan mengkhawatirkanmu, aku selama ini mencarimu tapi ternyata kamu baik-baik saja disini, terima kasih aku sangat lega melihatmu.” Kata Nando.
__ADS_1
“Lepaskan aku.” Kata Abela melepaskan pelukan Nando.
“Maaf.” Kata Nando.
“Pergilah dan jangan pernah temui aku lagi, hubungan kita sudah berakhir dan jangan pernah berharap kepadaku lagi. Aku bukan Abela yang seperti dulu, aku bukan Abela yang kamu kenal sebelunya jadi lupakan aku dan jangan pernah menemuiku kembali. Aku akan menganggap bahwa kita tidak bertemu hari ini.” Kata Abela.
“Maafkan aku, aku akan menghargai keputusanmu tapi bari aku satu alasan agar aku tidak mengharapkanmu lagi dan tidak menemuimu lagi.” Kata Nando.
“Bukankah sudah jelas yang aku katakan tadi, aku bukan Abela yang seperti dulu. Aku bukan Abela yang baik, ceria, penyayang seperti dulu, aku adalah Abela yang jahat, egois, dan tidak pantas untukmu.” Kata Abela.
“Abela yang kukenal bukan seperti itu, aku tidak peduli seburuk apa dirimu.” Kata Nando.
“Aku telah mencampakkanmu, aku tidak menyukaimu lagi bahkan aku membencimu.” Kata Abela.
“Lalu kenapa kamu masih memakai anting pemberianku jika kamu membenciku dan tidak menyukaiku? Kamu bahkan masih memakai tas itu juga? Bahkan gaya rambutmu adalah kesukaanku.” Kata Nando.
“Aku membeli anting ini sendiri dan tas itu aku juga membelinya sendiri, gaya rambutku adalah pilihanku sendiri dan tidak ada hubungannya denganmu, semua pemberianmu sudah ku buang. Jadi lebih baik pergilah dan jangan menemuiku lagi untuk selamanya.” Kata Abela.
“Apakah kamu benar-benar sangat ingin aku pergi dari hidupmu?” Tanya Nando sambil mendekati Abela.
“Jangan dekat-dekat denganku, pergi dari sini.” Kata Abela.
“Anting itu hanya ada satu karena aku mendesainnya khusus untukmu, tas itu juga hanya ada satu karena aku menuliskan tulisan dibagian dalamnya, apakah kamu tidak menyadarinya?” Tanya Nando.
“Apa kamu bilang? Mana ada tulisan didalam tas milikku? Yang ada juga nama merk nya.” Kata Abela sambil membuka tasnya untuk memastikan apakah benar ada tulisan yang dimaksud Nando atau tidak. Ternyata didalam tas milik Abela terdapat sebuah tulisan kecil berupa bordiran yaitu “My Destiny” yang artinya takdirku. Abela pun kaget dan baru sadar jika ada tulisan tersebut didalam tas miliknya.
“Jadi kamu selama ini tidak sadar kalau terdapat tulisan itu, aku sengaja menuliskannya.” Kata Nando.
“Ini merk tasnya bukan tulisan yang kamu maksud. Lebih baik kamu pergi dari sini.” Kata Abela lalu dia segera membuka pagarnya namun Nando menahan pagar tersebut sehingga Abela tidak bisa menutup pagarnya kembali.
__ADS_1