Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 48


__ADS_3

Setibanya mereka di restoran.


“Makanlah.” Kata Antika.


“Bagaimana mungkin aku bisa makan, kenapa nasibku seperti ini? Kenapa dunia tidak pernah memihakku? Kenapa ini semua tidak adil untukku?” Bentak Abela sambil menangis.


“Kamu hanya harus menghadapinya, dengan begitu akan ada jalan keluar. Kamu tidak bisa menghindarinya tapi kamu bisa menghadapinya. Kamu punya mama, mama tidak akan pernah pergi meninggalkanmu sampai kapanpun. Tapi kamu harus tau kebenaran ini.” Kata Antika.


“Kenapa bukan mama yang melahirkanku? Kenapa aku tidak lahir dari rahim mama?” Tanya Abela.

__ADS_1


“Sampai kapanpun kamu tetaplah anak mama sayang.” Kata Antika sambil memeluk Abela.


Setelah Abela tenang, barulah Antika bercerita yang sebenarnya terjadi.


“Ibuku pergi saat aku berusia 17 tahun, lalu ayahku menikahi Larasati yaitu nenekmu. Dia memiliki seorang anak perempuan yang berusia sama denganku, dia adalah Andini. Aku dan dia sangat dekat dan tak bisa terpisahkan. Kemudian Andini menikah dengan Dimas yaitu ayahmu, mereka saling mencintai hingga suatu saat Andini hamil anak pertamanya yaitu kamu. Namun menjelang kelahiranmu, ibumu mengalami kecelakaan dan saat itu aku juga bersamanya. Suatu hari kami sekeluarga pergi menginap di sebuah hotel, malam harinya aku dan ibumu pergi ke bawah namun kami berdua terjebak didalam lift dan ibumu mengalami kepanikan didalam ruang yang sempit, dia mengalami susah nafas karena kami terjebak selama beberapa menit. Dia berpesan kepadaku jika dia tidak terselamatkan, dia ingin aku yang menjadi ibu dari anaknya. Tentu saja aku tidak ingin hal itu terjadi dan tidak ingin pergi. Kemudian saat petugas penyelamat datang, ibumu pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Setibanya dirumah sakit, dia harus dilakukan operasi untuk melahirkanmu. Namun nyawa dia tidak terselamatkan. Setelah kejadian itu, kami sekeluarga masih tidak bisa menerima kenyataan dengan kepergian Andini. Namun kamu setiap harinya terus tumbuh, hingga pada akhirnya ayahmu menikahiku, aku dan ayahmu merawatmu, membesarkan dengan penuh kasih sayang. Tapi nenekmu justru menyalahkanku, nenekmu menyalahkanku karena mengajak Andini pergi. Kebencian Larasati semakin hari semakin menjadi, terlebih lagi dia ingin menguasai harta milik ayahku. Karena saat itu ayahku baru saja memberikan semua harta miliknya kepadaku, sehingga Larasati iri denganku dan juga sangat membenciku, dia selalu memfitnahku. Tapi beruntung ayahku selalu mempercayaiku. Hari demi hari berlalu, kondisi ayahku semakin hari semakin tidak baik. Dia mengalami sakit yang tak kunjung sembuh ditambah lagi Larasati selalu memberikan ramuan aneh yang ternyata itu adalah racun, hingga suatu hari dia pergi meninggalkanku. Tak lama kemudian Larasati menikah dengan kakekmu saat ini. Mereka berdua bersekongkol dengan ayahmu untuk menjebakku dan mengusirku, mereka memaksaku untuk memberikan seluruh harta milikku kepada mereka, mereka bahkan mengancamku akan memisahkanku denganmu. Akhirnya dengan terpaksa aku berikan seluruh hartaku untuk mereka agar mereka tidak memisahkanku denganmu. Suatu hari aku memergoki ayahmu dengan wanita lain, tapi dia tidak mengakuinya bahkan lagi-lagi mereka menjebakku dan menuduhku memiliki hubungan dengan laki-laki lain. Akhirnya mereka memaksaku untuk berpisah dengan ayahmu, tapi ayahmu membawamu dan dia memisahkan kita berdua. Nenek dan kakekmu mengusirku dan berkata kepadamu bahwa aku menikah dengan laki-laki lain. Mereka semakin menyulitkanku untuk bertemu denganmu hingga mereka mengancamku kembali. Mereka mengancam jika aku berani menemuimu maka mereka akan membuatmu celaka. Sejak itulah mama sangat sulit untuk bertemu denganmu bahkan saat kita bertemu di Bali waktu itu mama memilih untuk menghindarimu.” Kata Antika.


“Ayahmu berusaha untuk mengambil harta milik nenek kakekmu, sehingga nenekmu menyingkirkan ayahmu. Aku tidak tau apa yang terjadi dengan ayahmu saat itu.” Kata Antika.


“Apa? Orang yang selama ini dekat denganku adalah musuh terbesarku. Kenapa nenek dan kakek tega melakukan hal itu? Apakah saat di Singapore, mama menikah lagi?” Tanya Abela.

__ADS_1


“Tidak, karena mama trauma dan tidak ingin disakiti untuk yang ke sekian kalinya. Mama harap kamu bisa menerima semua kebenaran ini dan jangan membenci nenek dan kakekmu, bagaimanapun juga mereka selama ini telah merawatmu dan membesarkanmu.” Kata Antika.


“Tapi mereka sangat jahat kepada mama.” Kata Abela.


“Mama baik-baik saja selama kamu baik-baik saja sayang.” Kata Antika.


“Sampai kapanpun mama adalah ibuku, aku tidak peduli meskipun aku lahir dari rahim orang lain. Berjanjilah satu hal kepadaku, jangan pernah pergi meninggalkanku dan tetaplah bersamaku.” Kata Abela.


“Tentu saja sayang, mama sangat mencintaimu.” Kata Antika.

__ADS_1


__ADS_2