
Beberapa tahun kemudian, saat itu Darel berusia 5 tahun. Adriano
berencana ingin memiliki anak kembali dengan istrinya.
“Sayang.” Kata Adriano sambil merayu istrinya.
“Ada apa? Aku lelah hari ini mas, tadi seharian harus mendampingi
Darel acara outdor class. Aduh leherku, tangan dan kakiku ah semua badanku
lelah. Darel juga semakin aktif lagi.” Kata Abella.
“Aku pijitin ya sayang.” Kata Adriano.
“Ada apa? Pasti kamu ada maunya kan kalau tiba-tiba menawarkan diri
jadi baik seperti ini. Punya suami super bucin sebenarnya anugrah atau musibah
sih astaga.” Gerutu Abella yang membuat suaminya tertawa.
“Hahaha, kamu bisa saja. Sayang bagaimana kalau kita punya anak lagi.
Darel kan sekarang sudah besar jadi sudah seharusnya dia punya adik. Bagaimana
menurutmu sayang? Kamu mau kan?” Tanya Adriano.
“Aku tidak mau mas, lagipula aku saat ini kan sedang diet untuk
mempertahankan tubuhku agar tetap ideal mas, mengurus Darel saja sudah super
repot apalagi kamu juga sering bepergian berhari-hari.” Gerutu Abella.
“Astaga aku kan kerja sayang, meskipun aku sudah tidak ada jadwal
terbang tapi posisiku saat ini jauh lebih sibuk dan menyita waktu, tolong
mengertilah sayang.” Kata Adriano.
“Memangnya aku kurang bisa mengerti apalagi sih mas.” Gerutu Abella,
kemudian dia pergi meninggalkan suaminya, namun suaminya menarik tangan
istrinya.
“Jangan marah sayang, maafkan aku ya. Baiklah aku tidak akan
memaksamu.” Kata Adriano.
“Aku mau tidur di kamar Darel, jangan menungguku.” Kata Abella.
“Sayang, jangan marah ya. Aku minta maaf padamu. Kamu mau apa? Aku
akan buatkan sesuatu untukmu.” Kata Adriano.
“Aku tidak makan malam, aku susah payah untuk diet malah disuruh
makan malam.” Gerutu Abella.
“Salah lagi, aku kupaskan buah saja kalau begitu, atau bagaimana
kalau makan mie ramen super pedas?” Tanya Adriano.
“Apa? Makan mie malam-malam? Kamu ingin membuatku menumpuk kalori di
malam hari? Kamu mau membuatku gagal diet ya, lepaskan tanganku. Aku kesal
denganmu.” Kata Abella.
“Astaga salah terus, lihat saja nanti ya. Aku akan menghamilimu agar
dietmu gagal hahahaha.” Kata Adriano dalam hati.
__ADS_1
**
Keesokan paginya.
Adriano bangun terlebih dahulu, dia memasak untuk istri dan anaknya. Tiba-tiba
Abella bangun dan menghampiri suaminya.
“Sedang apa kamu mas?” Tanya Abella.
“Selamat pagi istriku tercinta, hari ini biar aku yang memasak
untukmu. Kamu hanya tinggal duduk diam saja.” Kata Adriano.
“Pasti kamu ada maunya, pokoknya aku tidak ingin memiliki anak dulu.
Cukup Darel saja mas, satu anak cukup.” Kata Abella.
“Lebih banyak pasti lebih seru sayang, rumah ini pasti semakin rame.”
Kata Adriano.
“Mendengar omelanku sudah rame.” Kata Abella.
“Sial, gagal lagi. Memang sulit berdebat dengan istri.” Kata Adriano
dalam hati.
Satu jam kemudian, sarapan telah siap. Adriano kemudian membangunkan
anaknya untuk makan bersama.
“Papa membuat makanan kesukaanmu sayang.” Kata Adriano.
“Wah terima kasih papa.” Kata Darel.
“Kalau ini khusus untuk mama yang sedang diet, aku menyiapkan roti
gandum untukmu, ada buah dan yoghurt juga. Selamat makan sayang.” Kata Adriano
“Terima kasih mas, ini bukan rayuan kan? Aku tetap tidak mau
pokoknya.” Kata Abella sambil menyantap makanannya.
“Iya sayang iya.” Bisik Adriano.
“Darel, papa ingin bertanya sama kamu.” Kata Adriano.
“Mau tanya apa pa?” Tanya Darel.
“Darel ingin punya adek tidak? Adek bayi yang super lucu.” Tanya Adriano.
“Mau banget pa, aku ingin jadi kakak yang baik dan pahlawan untuk
adikku. Pa buatkan adik untukku ya.” Kata Darel super semangat.
“Papa sih mau banget sayang, tapi mama tidak mau.” Kata Adriano.
“Kamu kenapa sih mas malah bertanya sama Darel.” Kata Abella.
“Ma, Darel ingin punya adik bayi yang lucu. Boleh ya ma.” Kata Darel
sambil memohon pada Abella.
“Baiklah, tapi tunggu kamu agak besar ya. Mama saja kadang sering
kesusahan saat menjagamu.” Kata Abella.
“Aku janji akan jadi kakak yang baik dan selalu melindunginya.” Kata Darel
sambil memeluk Abella.
__ADS_1
“Yes berhasil.” Kata Adriano sambil mengedipkan matanya kepada
istrinya.
“Aku akan membuat dietmu gagal hahahaha, semoga secepatnya bisa punya
anak lagi.” Kata Adriano dalam hati.
**
Malam hari, Adriano baru pulang kerja sedangkan Abella sudah tidur.
“Sayang.” Kata Adriano sambil mencium kening istrinya.
“Sudah pulang? Kamu sudah makan belum?” Tanya Abella.
“Sudah tadi makan bersama teman-teman kerja. Ngantuk banget ya?” Tanya
Adriano.
“Lumayan, ada apa?” Tanya Abella.
“Sayang, kita enak-enak yuk. Di kantor banyak sekali pekerjaan dan
membuatku kelelahan, aku ingin penyemangat.” Rayu Adriano.
“Baiklah, cepat mandilah.” Kata Abella.
Adriano membuang pil kontrasepsi istrinya karena dia memang berniat
ingin memiliki anak kembali.
“Mas, kamu lihat pil kontrasepsiku tidak?” Tanya Abella.
“Tidak, memangnya kamu menaruhnya dimana?” Tanya Adriano.
“Di meja riasku, aduh gawat ini, aku kemarin lupa tidak meminumnya
mas. Aduh bagaimana ini, aku takut mas.” Kata Abella.
“Tidak perlu cemas, kalau memang waktunya kita dikasih anak lagi ya
syukurlah.” Kata Adriano.
“No no no, aku belum siap. Mas kamu pakai pengaman ya, aku tidak mau
sampai kejadian.” Kata Abella.
“Iya iya, takut banget sih. Lagipula kamu juga punya suami kan,
meskipun hamil juga ada aku.” Kata Adriano.
“Lihat saja nanti, aku akan membuatmu hamil hahahaha. Aku jadi
semakin semangat malam ini.” Kata Adriano dalam hati.
“Sayang, kamu pakai lingerie dong, sudah lama kamu tidak memakainya.”
Kata Adriano sambil melepaskan baju istrinya.
“Astaga, iya aku akan memakainya. Aku ke kamar mandi dulu ya.” Kata
Abella.
“Iya sayang, jangan terlalu lama. Aku sudah tidak sabar lagi.” Kata
Adriano.
“Iya tunggu sebentar.” Kata Abella.
Info :
__ADS_1
Hai hai semuanya, semoga puasanya berjalan dengan lancar dan tetap semangat ya.
Oh iya jangan lupa mampir juga di novel terbaruku ya judulnya "Sky Tower Palace", dijamin ceritanya tidak membosankan, seru dan nagih banget. Para pecinta drama viral the penthouse wajib banget nih buat baca novel terbaruku. Ditunggu ya like nya, terima kasih.