
Tiara tiba dirumah.
“Sudah pulang?” Tanya Daniel.
“Hidupku hancur, hancur karenamu.” Kata Tiara, ternyata dia sedang dalam pengaruh alkohol.
“Astaga kamu mabuk? Kenapa kamu mabuk sih sayang? Kamu ada masalah apa sih sebenarnya sampai mabuk-mabukan seperti ini?” Tanya Daniel.
“Gara-gara kamu.” Kata Tiara yang tidak stabil berdiri dan hampir terjatuh.
“Papa besok aku ada les tambahan.” Kata Kevia keluar kamar, dia kaget melihat Tiara dalam keadaan mabuk.
“Iya cepat masuklah kedalam kamar.” Kata Daniel.
“Mama mabuk? Jadi kerjaan mama selama ini hanya mabuk-mabukan? Ibu macam apa yang kerjaannya hanya mabuk-mabukan dan pergi kluyuran tidak jelas, pantas saja nenek tidak menyukai mama dan sampai saat ini masih saja membenci keberadaan mama. Aku benar-benar membenci mama, aku muak melihat mama. Biarkan saja pa, tidak perlu ditolong.” Kata Kevia.
“Hei tidak sopan bicara seperti itu kepada ibumu, dia yang melahirkan dan membesarkanmu. Melahirkanmu saja penuh perjuangan dan hampir saja mama tidak selamat.” Kata Daniel.
“Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin dilahirkan dari rahim dia.” Kata Kevia lalu masuk kedalam kamarnya dengan menutup pintu kamarnya sangat kencang.
“Kevia bersikaplah sopan kepada ibumu atau kamu akan menyesal.” Kata Daniel.
“Ini semua karena ulahmu mas Daniel, kamu cuek kamu lebih mementingkan pekerjaanmu dibandingkan anak dan istrimu, istrimu kesepian aaaaaaah aku butuh cinta dan kasih sayang aaaaaaaaa.” Kata Tiara.
“Maafkan aku maafkan aku, tolong jangan pernah pergi meninggalkanku. Aku sangat membutuhkanmu, aku tidak peduli jika kamu pernah memiliki hubungan dengan Fardan, tapi kali ini tidak akan kubiarkan dia merebutmu lagi.” Kata Daniel sambil memeluk erat istrinya.
Daniel pun membawa istrinya masuk kedalam kamar.
__ADS_1
**
Keesokan paginya.
Daniel membangunkan istrinya.
“Sayang bangun yuk.” Kata Daniel.
“Aaaaaaah aaaaaah kepalaku pusing sekali.” Kata Tiara.
“Minumlah air putih dulu.” Kata Daniel memberikan segelas air putih kepada istrinya.
“Semalam aku kenapa mas? Aku sama sekali tidak ingat apapun.” Kata Tiara.
“Semalam kamu mabuk dan tidak sadarkan diri, bahkan kamu naik taksi online saat pulang ke rumah.” Kata Daniel.
“Istirahat saja, kan ada bibi yang bisa menyiapkan sarapan. Hari ini kan hari libur jadi istirahatlah.” Kata Daniel.
“Mana bisa seorang istri dan seorang ibu bersantai seperti ini.” Kata Tiara.
“Kali ini turuti perkataanku, istirahatlah.” Kata Daniel memeluk istrinya.
“Baik mas, maafkan aku ya mas. Seharusnya aku tidak minum-minum dan sampai tidak sadarkan diri.” Kata Tiara.
“Iya, sayang kita sudah lama tidak melakukannya.” Kata Daniel.
“Melakukan apa mas?” Tanya Tiara.
__ADS_1
“Hubungan suami istri, layani aku pagi ini sampai benar-benar puas. Karena nanti sore aku harus mengantar Kevia les tambahan.” Kata Daniel.
“Tunggu mas, tapi Brendan bagaimana?” Tanya Tiara.
“Jangan khawatir, tadi subuh aku mengantarnya ke rumah ibu karena ibu sangat merindukannya.” Kata Daniel.
“Bagaimana jika Kevia mengetuk pintu kamar kita mas?” Tanya Tiara.
“Tidak akan, dia sedang mengerjakan PR di kamarnya, sudahlah jangan banyak alasan lagi.” Kata Daniel.
Daniel mencium mesra istrinya dengan penuh rasa kasih sayang dan perasaan takut akan kehilangan.
“Puaskan aku sayang.” Kata Daniel.
“Biar aku yang di atas saja mas, kali ini akulah yang memegang kendali.” Kata Tiara sambil menyentuh milik suaminya.
“Ah mantap sayang, lanjutlan permainanmu.” Kata Daniel.
“Maafkan aku mas, aku tau aku salah.” Kata Tiara dalam hati.
“Sayang sepertinya akan keluar.” Kata Daniel.
“Tunggu dulu tahan dulu, aku belum mencapai puncak.” Kata Tiara.
“Enak sekali goyanganmu sayang.” Kata Daniel.
“Tentu saja mas, karena Fardan lah yang mengajarkanku berbagai permainan ini. Kali ini aku akan mempraktekkannya kepadamu mas karena kamulah yang berhak.” Kata Tara dalam hati.
__ADS_1