
Adriano kembali
pulang ke rumah, namun Abella tidak ada dirumah. Kemudian dia melihat dapur
juga sangat berantakan dan tidak ada makanan apapun yang tersedia di meja makan
maupun di kulkas, sehingga dia kesal. Lalu dia menelfon istrinya.
“Lagi dimana?”
Tanya Adriano.
“Aku sedang
diluar bersama temanku, ada apa?” Tanya Abella.
“Kamu bilang ada
apa? Aku sekarang sedang dirumah dan tidak ada makanan appaun llau dapur juga
sangat berantakan.” Kata Adriano.
“Pesan makanan
saja, nanti aku akan membersihkan dapurnya setelah aku tiba dirumah.” Kata
Abella.
“Pulang sekarang
juga.” Kata Adriano.
“Tidak bisa, aku
sedang berbelanja dengan teman-temanku untuk keperluan saat berlibur besok.”
Kata Abella.
“Berlibur?
Berlibur kemana memangnya? Lalu dengan siapa?” Tanya Adriano.
“Nanti saja aku
jelaskan saat dirumah, aku sedang sibuk.” Kata Abella lalu dia menutup
telfonnya.
Abella tetap
melanjutkan belanjanya dengan kedua temannya.
“Disuruh pulang
sama kakekmu ya?” Tanya Melisa.
“Tidak, kakek ku
menyuruhku untuk berkunjung ke rumah di akhir pekan tapi aku bilang kalau aku
akan berlibur ke Bali.” Kata Abella.
“Lalu apa kata kakekmu?”
Tanya Melisa.
“Tidak apa-apa.
__ADS_1
Dia memberiku ijin kak.” Kata Abella.
“Syukurlah kalau
begitu.” Kata Melisa.
**
Abella tiba
dirumah jam 9 malam, namun pintu rumah terkunci sehingga Abella tidak bisa
masuk.
“Loh kok
terkunci, pasti ulah mas Adriano karena kesal denganku, dingin lagi diluar.”
Kata Abella. Lalu dia menelfon suaminya.
“Hallo, ada
apa?” Gerutu Adriano.
“Kenapa pintu
rumah terkunci dari dalam? Aku di depan rumah sekarang, dingin sekali diluar
minta tolong bukain pintunya.” Kata Abella.
“Tidur saja
diluar.” Kata Adriano lalu dia menutup telfonnya.
“Lah kok dia
menutup telfonnya, tega sekali dia menyuruhku tidur diluar dalam keadaan dingin
Lalu dia duduk
di sofa teras sambil menggigil kedinginan.
“Aduh bisa masuk
angin kalau aku disini semalam.” Kata Abella.
Kemudian ada
penjual nasi goreng yang lewat di depan rumahnya, karena dia kelaparan dia pun
membeli nasi goreng.
“Bang nasi
gorengnya satu ya pakek telur.” Kata Abella.
“Baik neng, nasi
gorengnya pedas tidak?” Tanya penjual nasi goreng.
“Iya bang, super
pedas.” Kata Abella.
“Siap neng,
tinggal sendiri ya neng?” Tanya penjual nasi goreng.
__ADS_1
“Tinggal sama
suami saya bang.” Kata Abella.
“Oh eneng sudah
menikah ternyata, sekarang banyak sekali pasangan yang menikah muda.” Kata
penjual nasi goreng.
“Iya, saya
dijodohkan sama kakek dan nenek saya padahal saya masih sekolah.” Kata Abella terbawa
emosi jadi curhat.
“Oh biasanya
pilihan orang tua itu pasti baik kok dan membawa kebahagiaan juga.” Kata penjual
nasi goreng.
“Bahagia apanya
buktinya suami saya malah mengunci saya diluar dan tidak mau membukakan pintu
untuk saya, diluar dingin lagi.” Gerutu Abella.
“Wah tandanya
suami eneng minta jatah tuh atau mungkin eneng berbuat salah pada suami eneng.”
Kata penjual nasi goreng.
“Jatah apaan
bang? Saya nggak ngerti.” Kata Abella polos.
“Ehem.” Kata
Adriano tiba-tiba.
“Ini pasti suami
eneng ya? Wah cakep banget.” Kata penjual nasi goreng.
“Cakep dari
mana, sudah tua dia bang. Terima kasih ya nasi gorengnya, kembaliannya buat
abang saja.” Kata Abella lalu dia segera berlari masuk kedalam rumah.
“Kasian loh bang
istrinya masih cantik, mulus seperti itu kok disuruh tidur diluar. Permisi
bang, silahkan dilanjut malam jumatnya sampai subuh hehehe.” Goda penjual nasi
goreng.
Adriano pun
senyum-senyum mendengar perkataan penjual nasi goreng, lalu dia segera masuk
kedalam rumah.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa like nya ya biar author makin semangat buat update, terima kasih.