
Abela dan Nando sangat canggung setelah kejadian tersebut.
“Bapak keterlaluan.” Gerutu Abela.
“Maaf tapi aku terpaksa, kamu baik-baik saja kan?” Tanya Nando.
“Bapak telah menodai bibir seksiku, bapak jahat.” Kata Abela lirih.
“Maafkan aku, apakah bibirmu terluka? Aku melakukannya dengan sangat hati-hati padahal.” Kata Nando.
“Berhati-hati? Bapak justru melakukannya dengan sangat kasar. Aku mau pulang sekarang juga.” Kata Abela.
“Tapi acaranya belum selesai. tunggulah sebentar.” Kata Nando.
“Tapi aku ingin pulang.” Kata Abela seperti anak kecil yang ingin pulang.
“Hmmmmm iya nanti kita pulang tapi sekarang tidak bisa. Acara inti akan segera dimulai.” Kata Nando.
“Setelah acara inti selesai, cepat antarkan aku kembali pulang.” Kata Abela.
“Iya, jangan khawatir.” Kata Nando.
Tidak lama kemudian, acara inti dimulai yaitu pemotongan pita sebagai peresmian pembukaan hotel mewah tersebut serta dilanjutkan dengan pesta kembang api.
“Wah keren sekali acaranya. Kok bapak bisa di undang di acara mewah ini?” Tanya Abela.
“Pemilik hotel ini dulunya bekerjasama dengan perusahaan ayahku di Singapore.” Kata Nando.
“Waw kaya juga keluarga bapak, ups maaf pak saya keceplosan.” Kata Abela tersipu malu.
“Aku menyukai kejujuranmu.” Kata Nando.
“Aku orangnya memang sangat jujur pak tapi sayangnya aku sering tertipu oleh orang lain termasuk suamiku sendiri.” Kata Abela.
“All is well, dont worry.” Kata Nando menghibur Abela.
Saat mereka asyik mengamati pesta kembang api di langit, tiba-tiba Clara mendorong Abela ke kolam renang, tentu saja Abela tercebur kolam renang.
“Aaaaaaaaaaaaaa” Teriak Abela.
__ADS_1
“Abela Abela.” Panggil Nando.
Kemudian Nando segera menolong Abela dengan masuk kolam lalu berenang dan segera menyelamatkan Abela, kemudian Nando menggendong Abela dan membawanya ke tepi kolam.
“Minggir semuanya.” Teriak Nando.
“Aku mohon cepatlah sadar, aku mohon sadarlah.” Kata Nando sambil memberikan nafas bantuan kepada Abela. Kemudian Abela tersedak dan mengeluarkan air.
“Ah syukurlah akhirnya kamu sadar.” Kata Nando sangat cemas lalu memeluk Abela. Abela menangis ketakutan, dia takut tenggelam.
“Huhuhu aku takut, aku pikir aku tidak akan selamat, aku sangat takut.” Kata Abela sambil menangis.
“Tidak apa-apa, kamu baik-baik saja kok. Kamu aman dan kamu selamat. Kamu pasti kedinginan, kita pulang sekarang saja. Bisakah kamu berjalan? Tidak tidak, aku akan menggendongmu.” Kata Nando lalu dia menggendong Abela dan membawanya ke dalam mobil.
Setibanya di tempat parkir mobil, Nando segera menurunkan Abela.
“Turunkan aku, aku bisa sendiri.” Kata Abela.
“Kamu pasti kedinginan kan? Tunggu sebentar, aku akan mengambilkanmu handuk di hotel.” Kata Nando lalu berlari menuju resepsionis hotel. Abela melihat Nando bahkan tidak memakai sepatu dan kakinya terluka.
“Dia bahkan terburu-buru sampai tidak memakai sepatunya. Sudah larut malam lagi, pasti Darel sudah tidur, maafkan mama sayang.” Kata Abela dalam hati.
“Gantilah bajumu, daripada nanti kedinginan.” Kata Nando sambil memberikan handuk dan baju ganti kepada Abela.
“Baiklah, tunggu sebentar.” Kata Abela.
**
Setelah Abela berganti baju, Abela pergi ke apotek untuk memberi obat luka. Setelah itu Abela segera kembali.
“Kamu dari mana? Kenapa lama sekali?” Tanya Nando.
“Bapak sudah ganti pakaian ternyata, sekarang duduklah.” Kata Abela.
“Ada apa? Ayo kita kembali pulang, aku akan mengantarmu.” Kata Nando.
“Cepat duduklah.” Kata Abela. Kemudian Abela mengobati luka di kaki Nando.
“Tidak perlu, aku tidak apa-apa kok.” Kata Nando.
__ADS_1
“Kalau tidak di obati nanti bisa infeksi pak.” Kata Abela.
“Aku tidak apa-apa, ayo cepat kita pulang. Sudah jam 1 dini hari sekarang.” Kata Nando.
“Diam, jangan banyak bicara.” Kata Abela.
Setelah selesai mengobati luka Nando, mereka berdua segera kembali pulang. Nando mengantar Abela terlebih dahulu.
Didalam mobil, mereka berdua masih tetap canggung.
“Bolehkah aku menyalakan musik?” Tanya Abela.
“Boleh.” Kata Nando.
“Bolehkah aku membuka jendela mobil?” Tanya Abela.
“Boleh, lakukan apa yang kamu inginkan.” Kata Nando.
“Aku sangat canggung gara-gara kejadian tadi, dan aku tidak suka suasana seperti ini.” Kata Abela.
“Bersikaplah seperti biasa.” Kata Nando.
“Mana mungkin aku bisa biasa setelah bapak berani menodai bibirku tanpa seizinku?” Kata Abela kesal.
“Baiklah, aku minta maaf karena lancang kepadamu. Mungkin terlambat tapi aku akan meminta ijin kepadamu sekarang, aku meminta ijin mencium bibirmu. Sudah kan?” Kata Nando.
“Pintar sekali meminta ijin setelah melakukannya.” Kata Abela.
Kemudian Nando menghentikan mobilnya.
“Kenapa berhenti? Bapak kesal denganku dan ingin menurunkanku di tengah jalan?” Tanya Abela.
Tiba-tiba Nando mendekat ke arah Abela.
“Apa yang pak Nando akan lakukan kepadaku? Jangan mendekat seperti ini, cepat ayo kita kembali pulang.” Kata Abela.
Ternyata Nando mengancingkan kemeja Abela bagian paling atas.
“Kenapa kamu tidak mengancing kemejamu? Kamu benar-benar membuatku hampir hilang kendali saja.” Bisik Nando yang membuat Abela ketakutan dan jantungnya berdebar sangat kencang.
__ADS_1
“Aku bisa mengancingnya sendiri, lepaskan aku.” Kata Abela lalu segera menyingkirkan tangan Nando namun Nando tidak mau melepasnya dan menahan tangan Abela. Mereka pun saling berhadapan dan jarak mereka juga sangatlah dekat.