Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 87


__ADS_3

Setelah makan bersama, akhirnya


Abella dan Adriano memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Saat diperjalanan,


Abella sibuk menghitung uang yang ia dapatkan dari money cake dari suaminya.


“Jangan dihitung terus nanti


bisa-bisa semakin berkurang loh.” Kata Adriano.


“Kalau hilang atau berkurang


sudah pasti kamu yang mengambilnya karena tidak ikhlas saat memberikannya


kepadaku.” Kata Abella.


“Hmmm aku jadi menyesal telah


memberikan money cake kepadamu.” Gerutu Adriano.


“Hahaha begitu saja kok sudha


ngambek sih dasar pemarah.” Kata Abella sambil menjulurkan lidahnya ke arah


suaminya.


“Bersiap-siaplah mengemasi


barangmu.” Kata Adriano.


“Untuk apa memangnya?” Tanya


Abella.


“Aku sudah memesan tiket untuk


kita berdua pergi ke Korea Selatan.” Kata Adriano.


“What? Benarkah? Waaaaa aku


senang sekali mendengarnya. Memangnya kapan kita berangkatnya mas?” Tanya


Abella.


“Rahasia, pokoknya kamu


bersiap-siap saja dulu, siapkan juga baju untukku lalu kemasi dan masukkan


kedalam koper.” Kata Adriano.


“Aku terharu mendengarnya


ternyata kamu benar-benar mewujudkan keinginanku. Terima kasih banyak mas.”


Kata Abella.


“Kita akan berlibur kesana selama

__ADS_1


7 hari.” Kata Adriano.


“Kok hanya 7 hari saja mas? Aku


kira sampai 10 hari lebih, kalau 7 hari itu sebentar mas padahal banyak tempat


yang wajib kita kunjungi disana. Tambah lagi lah mas, bagaimana jika 1 hari?”


Rayu Abella.


“Tidak bisa, kamu pikir berlibur


ke luar negeri itu tidak membutuhkan banyak biaya? Lagipula aku juga harus


bekerja, masih mending aku mau menurutimu, pokoknya kita kesana hanya 7 hari.”


Kata Adriano.


“Hmmmm baiklah.” Kata Abella


cemberut.


“Kita manfaatkan waktu yang


sebentar itu sepuasnya. Lagipula kamu juga harus segera mendaftar kuliah kan,


jadi kita tidak bisa berlibur terlalu lama bisa bangkrut aku kalau harus


menuruti smeua keinginanmu.” Kata Adriano.


“Hmmm iya iya.” Kata Abella.


Setibanya mereka dirumah.


“Wah ternyata sudah jam 10 malam,


hari ini benar-benar luar biasa.” Kata Abella dalam hati.


“Mau kemana?” Tanya Adriano.


“Mau ke kamarku? Emangnya kenapa?”


Tanya Abella.


“Kamu sudah lupa ya, kita


selamanya akan tidur dalam satu kamar yang sama.” Gerutu Adriano.


“Iya aku mengerti, tapi lemariku kan


ada didalam kamarku dan aku harus mengganti baju.” Kata Abella.


“Pindahkan saja semua bajumu


didalam lemariku, lagipula lemariku masih banyak yang kosong kok.” Kata Adriano.


“Tidak akan cukup, lemariku saja

__ADS_1


hampir penuh.” Kata Abella.


“Kalau begitu beli lemari lagi


saja sekalian yang besar agar muat untuk baju kita berdua.” Kata Adriano.


“Terus lemari yang lama


bagaimana?” Tanya Abella.


“Ya bisa saja buat menyimpan


bajumu yang jarang terpakai atau tidak terpakai lagi. Aku akan mengambil baju


tidurmu lalu aku bawa kedalam kamar, kamu ganti baju didepanku saja yaitu


didalam kamar kita.” Kata Adriano.


“Dasar aneh, dasar mesum. Terus kamu


mau menontonku sedang ganti baju begitu?” Gerutu Abella.


“Kamu benar-benar tidak waras ya


menontonku ganti baju, dasar pikiranmu mesum mas.” Gerutu Abella.


“Aku tidak peduli kamu mau bicara


apa tentangku.” Kata Adriano.


“Lagipula sudah malam mas,


minggir aku mau ganti baju dulu.” Kata Abella.


“Aku ikut denganmu kalau begitu,


lagipula kamu pernah melihatku tanpa memakai baju dan begitu juga sebaliknya.” Kata


Adriano tiba-tiba langsung masuk kedalam kamar Abella. Akhirnya Abella pun


berganti pakaiannya didepan suaminya.


“Jangan melihatku seperti itu


mas, cepat hadap ke belakang.” Kata Abella.


“Aku tidak mau, cepat ganti


pakaianmu.” Kata Adriano.


“Dasar mesum.” Kata Abella.


“Aku tidak peduli, cepat ganti


pakaianmu.” Kata Adriano.


“Aku malu jika kamu melihatku

__ADS_1


seperti itu.” Gerutu Abella. Akhirnya karena kesal, Adriano pun segera melepas


baju Abella dengan paksa dan Abella pun menjerit.


__ADS_2