
Setelah makan bersama, akhirnya
Abella dan Adriano memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Saat diperjalanan,
Abella sibuk menghitung uang yang ia dapatkan dari money cake dari suaminya.
“Jangan dihitung terus nanti
bisa-bisa semakin berkurang loh.” Kata Adriano.
“Kalau hilang atau berkurang
sudah pasti kamu yang mengambilnya karena tidak ikhlas saat memberikannya
kepadaku.” Kata Abella.
“Hmmm aku jadi menyesal telah
memberikan money cake kepadamu.” Gerutu Adriano.
“Hahaha begitu saja kok sudha
ngambek sih dasar pemarah.” Kata Abella sambil menjulurkan lidahnya ke arah
suaminya.
“Bersiap-siaplah mengemasi
barangmu.” Kata Adriano.
“Untuk apa memangnya?” Tanya
Abella.
“Aku sudah memesan tiket untuk
kita berdua pergi ke Korea Selatan.” Kata Adriano.
“What? Benarkah? Waaaaa aku
senang sekali mendengarnya. Memangnya kapan kita berangkatnya mas?” Tanya
Abella.
“Rahasia, pokoknya kamu
bersiap-siap saja dulu, siapkan juga baju untukku lalu kemasi dan masukkan
kedalam koper.” Kata Adriano.
“Aku terharu mendengarnya
ternyata kamu benar-benar mewujudkan keinginanku. Terima kasih banyak mas.”
Kata Abella.
“Kita akan berlibur kesana selama
__ADS_1
7 hari.” Kata Adriano.
“Kok hanya 7 hari saja mas? Aku
kira sampai 10 hari lebih, kalau 7 hari itu sebentar mas padahal banyak tempat
yang wajib kita kunjungi disana. Tambah lagi lah mas, bagaimana jika 1 hari?”
Rayu Abella.
“Tidak bisa, kamu pikir berlibur
ke luar negeri itu tidak membutuhkan banyak biaya? Lagipula aku juga harus
bekerja, masih mending aku mau menurutimu, pokoknya kita kesana hanya 7 hari.”
Kata Adriano.
“Hmmmm baiklah.” Kata Abella
cemberut.
“Kita manfaatkan waktu yang
sebentar itu sepuasnya. Lagipula kamu juga harus segera mendaftar kuliah kan,
jadi kita tidak bisa berlibur terlalu lama bisa bangkrut aku kalau harus
menuruti smeua keinginanmu.” Kata Adriano.
“Hmmm iya iya.” Kata Abella.
Setibanya mereka dirumah.
“Wah ternyata sudah jam 10 malam,
hari ini benar-benar luar biasa.” Kata Abella dalam hati.
“Mau kemana?” Tanya Adriano.
“Mau ke kamarku? Emangnya kenapa?”
Tanya Abella.
“Kamu sudah lupa ya, kita
selamanya akan tidur dalam satu kamar yang sama.” Gerutu Adriano.
“Iya aku mengerti, tapi lemariku kan
ada didalam kamarku dan aku harus mengganti baju.” Kata Abella.
“Pindahkan saja semua bajumu
didalam lemariku, lagipula lemariku masih banyak yang kosong kok.” Kata Adriano.
“Tidak akan cukup, lemariku saja
__ADS_1
hampir penuh.” Kata Abella.
“Kalau begitu beli lemari lagi
saja sekalian yang besar agar muat untuk baju kita berdua.” Kata Adriano.
“Terus lemari yang lama
bagaimana?” Tanya Abella.
“Ya bisa saja buat menyimpan
bajumu yang jarang terpakai atau tidak terpakai lagi. Aku akan mengambil baju
tidurmu lalu aku bawa kedalam kamar, kamu ganti baju didepanku saja yaitu
didalam kamar kita.” Kata Adriano.
“Dasar aneh, dasar mesum. Terus kamu
mau menontonku sedang ganti baju begitu?” Gerutu Abella.
“Kamu benar-benar tidak waras ya
menontonku ganti baju, dasar pikiranmu mesum mas.” Gerutu Abella.
“Aku tidak peduli kamu mau bicara
apa tentangku.” Kata Adriano.
“Lagipula sudah malam mas,
minggir aku mau ganti baju dulu.” Kata Abella.
“Aku ikut denganmu kalau begitu,
lagipula kamu pernah melihatku tanpa memakai baju dan begitu juga sebaliknya.” Kata
Adriano tiba-tiba langsung masuk kedalam kamar Abella. Akhirnya Abella pun
berganti pakaiannya didepan suaminya.
“Jangan melihatku seperti itu
mas, cepat hadap ke belakang.” Kata Abella.
“Aku tidak mau, cepat ganti
pakaianmu.” Kata Adriano.
“Dasar mesum.” Kata Abella.
“Aku tidak peduli, cepat ganti
pakaianmu.” Kata Adriano.
“Aku malu jika kamu melihatku
__ADS_1
seperti itu.” Gerutu Abella. Akhirnya karena kesal, Adriano pun segera melepas
baju Abella dengan paksa dan Abella pun menjerit.