Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 96


__ADS_3

Abela dan Nando tiba di Jakarta. Mereka berdua terburu-buru kembali ke Jakarta karena Nando ada meeting mendadak. Akhirnya mereka segera menuju ke kantornya Nando.


“Sayang, aku meeting dulu ya.” Kata Nando.


“Baiklah, jangan khawatirkan aku. Aku akan menunggumu di ruanganmu ya.” Kata Abela.


“Baiklah.” Kata Nando sambil memeluk Abela.


“Pergilah, aku menunggumu disini.” Kata Abela.


Karena Abela tidak kerasan hanya menunggu Nando di ruangannya, akhirnya Abela keluar ruangan dan berkeliling hingga dia menemukan tempat nongkrong atau tempat istirahatnya para staff Nando, Para staff Nando baik perempuan maupun laki-laki sedang asyik berkumpul sambil menikmati makanan dan minuman mereka. Awalnya Abela ingin duduk disana namun akhirnya Abela menguping pembicaraan mereka, mereka sedang membicarakan Nando dan Abela.


“Kalian dengar tidak kalau pak Nando katanya akan menikahi janda itu?”


“Benarkah? Janda semakin didepan ya, apa sih kelebihan dia sampai seorang pak Nando sangat bucin kepadanya?”


“Mungkin dia memakai susuk pemikat lalu menggoda pak Nando, kenapa harus si janda itu ya? Padahal mantan kekasih pak Nando sebelumnya cantik-cantik dan masih single semua, eh malah kepincut sama janda.”


“Aku juga heran dengan seleranya pak Nando, aku sih berharap hubungan mereka segera berakhir jadi aku bisa mendekati pak Nando.” Kata sekretaris pribadi Nando yaitu Michelle.


“Padahal dulu hubungan kalian berdua cukup dekat.”


“Iya dan sejak pak Nando mengenal si janda, aku jadi tersingkirkan. Aku dikalahkan sama seorang janda.” Kata Michelle.

__ADS_1


“Kita disini semua mendukung hubunganmu dengan pak Nando kok.”


“Terima kasih guys, seharusnya pak Nando mendapatkan wanita yang jauh lebih baik, dan itu harusnya aku.” Kata Michelle.


Abela yang mendengar pun menjadi terbakar emosi, lalu dia lewat di depan para staff tersebut sambil tebar pesona sambil menelfon Nando.


“Hallo sayang, sudah selesai belum meetingnya? Oh sudah ya. Apa kamu bilang? Kamu ingin mengajakku dinner date? Apa kamu bilang? Kamu mau mengajakku dinner date di luar negeri? Tentu saja aku bisa sayang, terima kasih ya kamu sellau memperlakukanku dengan baik layaknya tuan putri, i love you. Aku ke ruanganmu sekarang ya.” Kata Abela lalu menutup telfonnya.


**


Abela tiba di ruangan Nando, ternyata Nando sudah di ruangannya.


“Kamu sudah disini ya?” Tanya Abela.


“Barusan kok, kamu tadi kenapa sih? Kamu bicara apa tadi? Bilang dinner date di luar negeri segala lagi hahaha.” Kata Nando.


“Kamu merasa tidak nyaman ya denganku atau ada masalah lain?” Tanya Nando sambil mendekati Abela.


“Tidak ada kok, kita makan siang yuk di restoran ini.” Ajak Abela.


“Sekarang jam istirahat, pasti banyak staff yang makan disana. Kita makan di tempat lain saja yuk.” Kata Nando.


“Memangnya kenapa? Kamu malu ya makan denganku di restoran ini? Kamu malu ya makan bersama staff kamu? Atau kamu malu makan dengan janda beranak satu sepertiku?” Tanya Abela.

__ADS_1


“Bukan begitu sayang.” Kata Nando.


“Lupakan, aku mau kembali ke atas saja.” Kata Abela, namun Nando mencegah Abela lalu memeluknya dari belakang.


“Lepaskan aku.” Kata Abela.


“Aku tau apa yang barusan terjadi padamu, pasti karena omongan staf-stafku kan? Jangan pedulikan mereka, yang paling penting adalah saat ini aku milikmu dan kamu milikku.” Kata Nando.


“Buktikan padaku.” Kata Abela.


“Apa yang kamu inginkan?” Tanya Nando.


“Berhentikan sekretaris pribadimu, aku tidak suka dengannya.” Kata Abela.


“Tidak bisa sayang, apalagi dia adalah temanku sekolah dulu dan aku bersahabat dengannya.” Kata Nando.


“Tapi dia menyukaimu dan ingin membuat hubungan kita berakhir sayang, bisa saja dia akan mendekatimu lalu menggodamu.” Kata Abela.


“Tidak mungkin, aku bisa manjaga diriku kok. Dia temanku sekaligus sahabatku, aku tidak tega jika memberhentikannya.” Kata Nando.


“Kamu yakin dia tidak akan menggodamu? Kamu yakin tidak akan tergoda olehnya?” Tanya Abela.


“Jadi kamu masih meragukanku?” Tanya Nando sambil menggendong Abela dan meletakkannya di atas meja kerjanya.

__ADS_1


“Aaaaaaaaaa, kamu selalu deh tiba-tiba menggendongku, tiba-tiba memelukku, tiba-tiba.” Kata Abela belum selesai bicara, namun Nando sudah mencium Abela berkali-kali.


Tiba-tiba Michelle masuk ruangan Nando tanpa mengetuk pintu, tentu saja Michelle kaget dan segera keluar ruangan, sedangkan Nando dan Abela tidak menyadarinya dan tetap melanjutkan apa yang mereka lakukan di atas meja kerja Nando.


__ADS_2