
Setelah Adriano dan Abella mampir
ke rumah Arka, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke kampus Edeva.
Setibanya dikampus, Abella melihat-lihat suasana kampusnya dan dia sangat
bahagia karena akhirnya dia menjadi seorang mahasiswa.
“Wah akhirnya aku sekarang
menjadi seorang mahasiswa, aku tidak menyangka aku akan berkuliah.” Kata Abella
sambil berlari-lari mengitari kampusnya.
“Jangan berlarian seperti anak
kecil dong, astaga.” Gerutu Adriano.
“Mas, kita ke taman depan
perpustakaan yuk.” Ajak Abella.
“Iya. Ingat ya selama kuliah
pakai terus cincin pernikahan kita, aku tidak mau banyak mahasiswa laki-laki
yang mendekatimu, bilang padanya bahwa kamu sudah menikah.” Kata Adriano.
“Hehe iya jangan khawatir aku
bisa jaga diri kok.” Kata Abella.
Mereka pun duduk-duduk didepan
taman perpustakaan.
“Mas kira-kira dari rumah kita
menuju kampus butuh waktu berapa lama ya?” Tanya Abella.
“Kurang lebih 45 menit, jangan
sering telat loh.” Kata Adriano.
“Iya iya.” Kata Abella.
“Kalau butuh bantuan bilang saja
pada temanku si Arka tadi. Dia orangnya sangat baik dan sering membantu.” Kata
Adriano.
“Ok, aku tidak sabar ingin segera
masuk kuliah mas.” Kata Abella.
“Bulan depan perkuliahanmu
dimulai.” Kata Adriano.
“Tapi sebelum aku masuk kuliah,
__ADS_1
kita jadi berlibur ke Korea kan?” Tanya Abella.
“Tentu saja, makan yuk aku
kelaparan.” Kata Adriano.
“Makan di kantin kampus saja yuk
mas.” Kata Abella.
“Baiklah.” Kata Adriano.
Setibanya dikantin kampus, Abella
segera memesan makanan untuknya dan juga untuk suaminya.
“Wah mas ternyata makanan disini
sangat murah.” Kata Abella.
“Tentu saja karena pembelinya kan
mahasiswa yang kebanyakan anak kos. Kalau harganya mahal ya tidak laku.” Kata
Adriano.
“Bagaimana ya rasanya jadi anak
kos itu?” Tanya Abella sambil memakan makanannya.
“Memangnya kenapa? Kamu ingin
jadi anak kos? Lalu suamimu bagaimana? Kamu mau wanita lain yang merawatku?”
“Astaga, lagipula aku juga tidak
ingin tinggal di kos kok. Aku hanya bertanya saja. Cepat makan makananmu mas.”
Kata Abella.
Tiba-tiba ada istrinya Dava yaitu
Anggi.
“Kamu Abella kan?” Tanya Anggi.
“Kamu? Sedang apa kamu disini?
Benar-benar sial sekali aku bertemu denganmu disini.” Kata Abella.
“Aku kuliah disini, jangan bilang
kamu akan berkuliah disini juga?” Tanya Anggi.
“Memangnya kalau aku kuliah
disini kenapa? Memangnya ini kampus milikmu? Dunia sangat sempit ya, kenapa aku
harus bertemu denganmu disini.” Kata Abella.
“Jaga mulutmu, aku adalah kakak
__ADS_1
seniormu di kampus ini.” Kata Anggi.
“Oh iya? Wah kebetulan sekali ya,
jika kamu menggangguku atau macam-macam denganku aku tidak akan tinggal diam
jadi anggap saja kita tidak saling kenal.” Ancam Abella.
“Kamu pikir aku senang jika kamu
kuliah disini?” Gerutu Anggi.
“Pergi kamu dari sini.” Kata
Abella.
“Lihat saja nanti saat upacara
penerimaan mahasiswa baru, jaga sikapmu sebagai junior di kampus ini.” Kata
Anggi.
“Aku tidak takut denganmu.” Kata
Abella.
“Sudah sudah jangan ribut, ayo
kita pergi saja.” Kata Adriano, lalu mereka pun kembali pulang.
Didalam mobil.
“Kamu kenapa sih mas malah
mengajakku pulang? Aku tidak mau kalah dari dia.” Kata Abella.
“Tidak ada gunanya kamu berkelahi
dengannya. Biarkan saja dan jangan cari gara-gara dengannya. Ingat kamu itu
mahasiswa baru jadi tidak seharusnya bersikap kasar dengan seniormu. Aku
mengerti dia siapa tapi tetap saja kamu tidak seharusnya seperti itu. Jadi
lebih baik jangan berurusan dengannya, mengerti?” Tanya Adriano.
“Tergantung, kalau dia
macam-macam denganku tentu saja aku harus melawannya.” Kata Abella.
“Tapi jangan memulai berkelahi
dengannya.” Kata Adriano.
“Kenapa sih aku harus bertemu
dengannya? Kenapa juga aku harus satu kampus dengannya.” Gerutu Abella.
“Sudahlah jangan pikirkan dia,
tidak ada gunanya memikirkan dia.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Hmmmm baiklah.” Kata Abella.