
Abella melahirkan anaknya yang
pertama dengan selamat.
“Terima kasih sayang, kamu telah
memberikanku seorang putra yang sangat tampan. Aku sangat bangga padamu.” Kata
Adriano.
“Kamu mau memberikan nama apa
untuk anak kita mas?” Tanya Abella.
“Kamu saja yang memberikan nama
untuk anak kita sayang.” Kata Adriano.
“Bagaimana dengan nama Darel?”
Tanya Abella.
“Boleh, aku sangat menyukainya.”
Kata Adriano.
“Hai Darel, ini papa dan ini
mama. Kamu sangat tampan, dia laki-laki tapi terlihat sangat cantik sepertimu.”
Kata Adriano.
“Tentu saja, dia pintar dalam
memilih. Kapan aku boleh pulang mas? Aku tidak betah berada dirumah sakit.”
Kata Abella.
“Sabar, baru juga selesai
melahirkan. Mana mungkin dokter mengijinkanmu pulang.” Kata Adriano.
“Tapi aku ingin segera pulang
mas, aku tidak ingin Darel terlalu lama di rumah sakit.” Kata Abella.
“Nanti setelah kondisimu pulih
pasti di ijinkan untuk pulang. Aku mau menggendong Darel terlebih dahulu,
tampan sekali anakku.” Kata Adriano.
“Terima kasih, karena kamu
__ADS_1
membuatku menjadi seorang ibu.” Kata Abella dalam hati.
**
Beberapa hari kemudian, Abella
diperbolehkan untuk pulang.
“Akhirnya pulang juga ke rumah.”
Kata Abella.
“Ikut aku.” Kata Adriano.
“Kemana mas?” Tanya Abella.
“Lihat kamar ini.” Kata Adriano
sambil membuka pintu kamar anaknya.
“Wah bagus sekali mas kamarnya,
kamu sendiri yang mendesain kamar untuk Darel? Welcome home baby Darel. Terima
kasih papa.” Kata Abella.
“Tentu saja papa yang
mendesainkan untuk Darel. Kamu suka tidak sayang dengan kamar ini?” Tanya
Adriano.
menyukainya. Darel tidur dikamar sendiri?” Tanya Abella.
“Iya, aku ingin membiasakan anak
kita untuk tidur dikamarnya sendiri sejak kecil. Lagipula kamar Darel
bersebelahan dengan kamar kita. Jadi kita bisa dengan mudah mengawasinya.” Kata
Adriano.
“Iya mas.” Kata Abella.
“ASI kamu keluar tidak?” Tanya
Adriano.
“Keluar tapi hanya sedikit mas,
bagaimana ini?” Tanya Abella.
“Nanti aku buatkan ramuan agar
__ADS_1
asi kamu lancar. Aku kemarin sudah bertanya kepada dokter juga kok. Sekarang
istirahatlah, mumpung Darel tidur.” Kata Adriano.
“Nanti kalau Darel bangun
bagaimana?” Tanya Abella.
“Kita gantian ya, sekarang kamu
tidurlah dulu.” Kata Adriano.
“Tapi besok kamu kan harus
bekerja mas. Kamu membawa banyak nyawa orang loh mas, kamu saja yang tidur
sekarang. Aku mau memompa asi dulu buat persediaan.” Kata Abella.
“Baiklah kalau begitu, kalau
butuh sesuatu bangunkan aku ya.” Kata Adriano.
Adriano pergi tidur sedangkan
Abella sedang memompa asi sambil menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur
disamping Darel yang sedang tertidur lelap.
“Aku benar-benar tidak menyangka
akan menjadi seorang ibu, saat ini aku memiliki seorang anak dan anakku
memanggilku dengan sebutan mama. Rasanya sangat bahagia sekali melebihi apapun.
Aku akan memberikan yang terbaik untuk anakku dan tidak akan pernah
meninggalkan anakku apapun yang terjadi. Aku tidak ingin anakku mengalami hal
yang sama denganku. Mama sangat mencintaimu sayang, kamu harus tumbuh dengan
baik dan menjadi kebanggan mama dan papa ya.” Kata Abella sambil membelai
anaknya yang mungil.
Tidak lama kemudian dia terlelap
disamping anaknya, Adriano yang terbangun pun menghampiri istrinya. Dia menyelimuti
istrinya sambil memandangi wajah istrinya.
“Akhirnya keluarga kita lengkap
dengan hadirnya Darel, terima kasih istriku.” Kata Adriano dalam hati. Kemudian
__ADS_1
dia pun tidur disamping istri dan anaknya hingga keesokan paginya.