Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 112


__ADS_3

Abella melahirkan anaknya yang


pertama dengan selamat.


“Terima kasih sayang, kamu telah


memberikanku seorang putra yang sangat tampan. Aku sangat bangga padamu.” Kata


Adriano.


“Kamu mau memberikan nama apa


untuk anak kita mas?” Tanya Abella.


“Kamu saja yang memberikan nama


untuk anak kita sayang.” Kata Adriano.


“Bagaimana dengan nama Darel?”


Tanya Abella.


“Boleh, aku sangat menyukainya.”


Kata Adriano.


“Hai Darel, ini papa dan ini


mama. Kamu sangat tampan, dia laki-laki tapi terlihat sangat cantik sepertimu.”


Kata Adriano.


“Tentu saja, dia pintar dalam


memilih. Kapan aku boleh pulang mas? Aku tidak betah berada dirumah sakit.”


Kata Abella.


“Sabar, baru juga selesai


melahirkan. Mana mungkin dokter mengijinkanmu pulang.” Kata Adriano.


“Tapi aku ingin segera pulang


mas, aku tidak ingin Darel terlalu lama di rumah sakit.” Kata Abella.


“Nanti setelah kondisimu pulih


pasti di ijinkan untuk pulang. Aku mau menggendong Darel terlebih dahulu,


tampan sekali anakku.” Kata Adriano.


“Terima kasih, karena kamu

__ADS_1


membuatku menjadi seorang ibu.” Kata Abella dalam hati.


**


Beberapa hari kemudian, Abella


diperbolehkan untuk pulang.


“Akhirnya pulang juga ke rumah.”


Kata Abella.


“Ikut aku.” Kata Adriano.


“Kemana mas?” Tanya Abella.


“Lihat kamar ini.” Kata Adriano


sambil membuka pintu kamar anaknya.


“Wah bagus sekali mas kamarnya,


kamu sendiri yang mendesain kamar untuk Darel? Welcome home baby Darel. Terima


kasih papa.” Kata Abella.


“Tentu saja papa yang


mendesainkan untuk Darel. Kamu suka tidak sayang dengan kamar ini?” Tanya


Adriano.


menyukainya. Darel tidur dikamar sendiri?” Tanya Abella.


“Iya, aku ingin membiasakan anak


kita untuk tidur dikamarnya sendiri sejak kecil. Lagipula kamar Darel


bersebelahan dengan kamar kita. Jadi kita bisa dengan mudah mengawasinya.” Kata


Adriano.


“Iya mas.” Kata Abella.


“ASI kamu keluar tidak?” Tanya


Adriano.


“Keluar tapi hanya sedikit mas,


bagaimana ini?” Tanya Abella.


“Nanti aku buatkan ramuan agar

__ADS_1


asi kamu lancar. Aku kemarin sudah bertanya kepada dokter juga kok. Sekarang


istirahatlah, mumpung Darel tidur.” Kata Adriano.


“Nanti kalau Darel bangun


bagaimana?” Tanya Abella.


“Kita gantian ya, sekarang kamu


tidurlah dulu.” Kata Adriano.


“Tapi besok kamu kan harus


bekerja mas. Kamu membawa banyak nyawa orang loh mas, kamu saja yang tidur


sekarang. Aku mau memompa asi dulu buat persediaan.” Kata Abella.


“Baiklah kalau begitu, kalau


butuh sesuatu bangunkan aku ya.” Kata Adriano.


Adriano pergi tidur sedangkan


Abella sedang memompa asi sambil menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur


disamping Darel yang sedang tertidur lelap.


“Aku benar-benar tidak menyangka


akan menjadi seorang ibu, saat ini aku memiliki seorang anak dan anakku


memanggilku dengan sebutan mama. Rasanya sangat bahagia sekali melebihi apapun.


Aku akan memberikan yang terbaik untuk anakku dan tidak akan pernah


meninggalkan anakku apapun yang terjadi. Aku tidak ingin anakku mengalami hal


yang sama denganku. Mama sangat mencintaimu sayang, kamu harus tumbuh dengan


baik dan menjadi kebanggan mama dan papa ya.” Kata Abella sambil membelai


anaknya yang mungil.


Tidak lama kemudian dia terlelap


disamping anaknya, Adriano yang terbangun pun menghampiri istrinya. Dia menyelimuti


istrinya sambil memandangi wajah istrinya.


“Akhirnya keluarga kita lengkap


dengan hadirnya Darel, terima kasih istriku.” Kata Adriano dalam hati. Kemudian

__ADS_1


dia pun tidur disamping istri dan anaknya hingga keesokan paginya.


__ADS_2