
“Mau kemana sih?
Kenapa lewat jalan sepi begini?” Tanya Abella curiga.
“Aku juga tidak
tau, aku hanya mengikuti petunjuk di maps.” Kata Dava.
“Memangnya kamu
mau mengajak kemana sih? Aku akan menelfon Melisa dan Jesica dulu.” Kata
Abella. Namun Dava mengambil ponsel Abella.
“Berikan
ponselku, jangan macam-macam padaku ya.” Kata Abella.
“Ponselmu aman
kok, aku ingin mengajakmu ke tempat saat kita pacaran dulu. Aku ingin mengulang
kenangan indah kita bersama.” Kata Dava.
“Kamu gila ya,
aku sudah menikah dan kamu juga baru saja menikah. Memangnya istrimu tidak
mencarimu? Dasar gila.” Kata Abella.
“Hanya sebentar
saja, aku mohon turuti keinginanku kali ini.” Kata Dava.
“Menurutimu?
Memangnya kamu siapa? Kamu hanyalah masa laluku yang ingin aku lupakan untuk
selamanya.” Kata Abella.
“Kamu yakin
benar-benar sudah melupakanku?” Tanya Dava.
“Tentu saja aku
sudah melupakanmu karena aku sudah mencintai suamiku yaitu mas Adriano.” Kata
Abella.
“Tapi aku masih
menyukaimu dan sangat ingin kembali lagi bersamamu.” Kata Dava.
“Sudahlah lebih
baik kita kembali saja, cepat kembalikan ponsel milikku.” Kata Abella.
Lalu Dava pun
mengembalikan ponsel milik Abella. Diam-diam Abella mengirimkan lokasi dia
berada saat ini ke suaminya.
“Cepatlah kita
__ADS_1
kembali saja.” Kata Abella.
“Kali ini saja
turuti keinginanku, aku mohon.” Kata Dava.
Namun Abella
hanya diam saja, tiba-tiba Dava menggenggam tangan Abella.
“Aku benar-benar
masih menyukaimu dan tidak ingin berpisah darimu.” Kata Dava sambil menggenggam
tangan Abella.
“Fokuslah
menyetir dan jangan melihatku seperti itu, itu sangatlah menakutkan.” Kata
Abella.
“Baiklah sayang.”
Kata Dava sambil membelai rambut Abella.
Abella mengecek
ponselnya dan Adriano mengirim pesan bahwa dia sedang menyusulnya.
“Cepatlah datang
kesini, aku benar-benar tidak tahan lagi dengan Dava.” Kata Abella dalam hati.
“Kenapa
“Sepertinya
mobilku bermasalah deh, sebentar aku cek terlebih dahulu.” Kata Dava.
“Jangan
pura-pura deh, mana mungkin mobil mahal milikmu bisa mogok.” Kata Abella.
“Aku juga tidak
mengerti, sebentar aku cek terlebih dahulu.” Kata Dava. Kemudian dia keluar
untuk mengecek mesin mobilnya sedangkan Abella duduk diam didalam mobil.
“Jangan-jangan
dia hanya berpura-pura saja agar bisa berduaan denganku, aku harus kabur dari
sini. Wah kebetulan kunci mobilnya masih terpasang.” Kata Abella dalam hati.
Kemudian Abella diam-diam pindah ke kursi Dava dan mencoba menyalakan mobil
Dava dan ternyata bisa nyala. Namun Dava segera masuk kedalam mobilnya tapi
Abella sudah mengunci mobilnya.
“Lebih baik aku
kabur dari sini.” Kata Abella.
__ADS_1
“Cepat buka
pintunya, buka pintunya.” Kata Dava sangat marah.
“Kenapa dia
sangat menakutkan, aku harus cepat pergi dari sini.” Kata Abella, dia mulai
melajukan mobilnya Dava namun tiba-tiba Dava memecah kaca mobilnya dengan batu
sehingga pecahan kacanya melukai Abella.
“Aaaaaaaaa.”
Teriak Abella sangat kaget.
“Apa yang kamu
lakukan?” Tanya Abella.
“Turun dari
mobilku.” Kata Dava. Dava menyeret keluar Abella.
“Lepaskan
tanganku.” Kata Abella.
“Jangan sombong
dan jual mahal padaku ya, aku bisa saja bertindak kasar padamu bahkan
melukaimu.” Kata Dava.
“Kita kembali
saja ke kota, aku ingin pulang.” Kata Abella.
“Turuti
keinginanku.” Kata Dava.
“Lepaskan
tanganku, dasar brengsek.” Kata Abella sambil mendorong Dava, lalu Dava pun
membalasnya dengan menampar pipi Abella.
“Auw, kamu
berani menamparku?” Tanya Abella kesal.
“Kamu juga
sangat berani mendorongku, bahkan saat itu sampai aku tertabrak piring kotor.”
Kata Dava.
“Piring kotor
itu sama dengan kelakuanmu, dasar sampah.” Kata Abella. Dava pun semakin kesal,
kali ini dia mulai berani bersikap kasar
kepada Abella.
__ADS_1