Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 84


__ADS_3

“Mau kemana sih?


Kenapa lewat jalan sepi begini?” Tanya Abella curiga.


“Aku juga tidak


tau, aku hanya mengikuti petunjuk di maps.” Kata Dava.


“Memangnya kamu


mau mengajak kemana sih? Aku akan menelfon Melisa dan Jesica dulu.” Kata


Abella. Namun Dava mengambil ponsel Abella.


“Berikan


ponselku, jangan macam-macam padaku ya.” Kata Abella.


“Ponselmu aman


kok, aku ingin mengajakmu ke tempat saat kita pacaran dulu. Aku ingin mengulang


kenangan indah kita bersama.” Kata Dava.


“Kamu gila ya,


aku sudah menikah dan kamu juga baru saja menikah. Memangnya istrimu tidak


mencarimu? Dasar gila.” Kata Abella.


“Hanya sebentar


saja, aku mohon turuti keinginanku kali ini.” Kata Dava.


“Menurutimu?


Memangnya kamu siapa? Kamu hanyalah masa laluku yang ingin aku lupakan untuk


selamanya.” Kata Abella.


“Kamu yakin


benar-benar sudah melupakanku?” Tanya Dava.


“Tentu saja aku


sudah melupakanmu karena aku sudah mencintai suamiku yaitu mas Adriano.” Kata


Abella.


“Tapi aku masih


menyukaimu dan sangat ingin kembali lagi bersamamu.” Kata Dava.


“Sudahlah lebih


baik kita kembali saja, cepat kembalikan ponsel milikku.” Kata Abella.


Lalu Dava pun


mengembalikan ponsel milik Abella. Diam-diam Abella mengirimkan lokasi dia


berada saat ini ke suaminya.


“Cepatlah kita

__ADS_1


kembali saja.” Kata Abella.


“Kali ini saja


turuti keinginanku, aku mohon.” Kata Dava.


Namun Abella


hanya diam saja, tiba-tiba Dava menggenggam tangan Abella.


“Aku benar-benar


masih menyukaimu dan tidak ingin berpisah darimu.” Kata Dava sambil menggenggam


tangan Abella.


“Fokuslah


menyetir dan jangan melihatku seperti itu, itu sangatlah menakutkan.” Kata


Abella.


“Baiklah sayang.”


Kata Dava sambil membelai rambut Abella.


Abella mengecek


ponselnya dan Adriano mengirim pesan bahwa dia sedang menyusulnya.


“Cepatlah datang


kesini, aku benar-benar tidak tahan lagi dengan Dava.” Kata Abella dalam hati.


“Kenapa


“Sepertinya


mobilku bermasalah deh, sebentar aku cek terlebih dahulu.” Kata Dava.


“Jangan


pura-pura deh, mana mungkin mobil mahal milikmu bisa mogok.” Kata Abella.


“Aku juga tidak


mengerti, sebentar aku cek terlebih dahulu.” Kata Dava. Kemudian dia keluar


untuk mengecek mesin mobilnya sedangkan Abella duduk diam didalam mobil.


“Jangan-jangan


dia hanya berpura-pura saja agar bisa berduaan denganku, aku harus kabur dari


sini. Wah kebetulan kunci mobilnya masih terpasang.” Kata Abella dalam hati.


Kemudian Abella diam-diam pindah ke kursi Dava dan mencoba menyalakan mobil


Dava dan ternyata bisa nyala. Namun Dava segera masuk kedalam mobilnya tapi


Abella sudah mengunci mobilnya.


“Lebih baik aku


kabur dari sini.” Kata Abella.

__ADS_1


“Cepat buka


pintunya, buka pintunya.” Kata Dava sangat marah.


“Kenapa dia


sangat menakutkan, aku harus cepat pergi dari sini.” Kata Abella, dia mulai


melajukan mobilnya Dava namun tiba-tiba Dava memecah kaca mobilnya dengan batu


sehingga pecahan kacanya melukai Abella.


“Aaaaaaaaa.”


Teriak Abella sangat kaget.


“Apa yang kamu


lakukan?” Tanya Abella.


“Turun dari


mobilku.” Kata Dava. Dava menyeret keluar Abella.


“Lepaskan


tanganku.” Kata Abella.


“Jangan sombong


dan jual mahal padaku ya, aku bisa saja bertindak kasar padamu bahkan


melukaimu.” Kata Dava.


“Kita kembali


saja ke kota, aku ingin pulang.” Kata Abella.


“Turuti


keinginanku.” Kata Dava.


“Lepaskan


tanganku, dasar brengsek.” Kata Abella sambil mendorong Dava, lalu Dava pun


membalasnya dengan menampar pipi Abella.


“Auw, kamu


berani menamparku?” Tanya Abella kesal.


“Kamu juga


sangat berani mendorongku, bahkan saat itu sampai aku tertabrak piring kotor.”


Kata Dava.


“Piring kotor


itu sama dengan kelakuanmu, dasar sampah.” Kata Abella. Dava pun semakin kesal,


kali ini dia mulai berani bersikap kasar


kepada Abella.

__ADS_1


__ADS_2