
Adriano sedang merindukan anaknya, kemudian dia pergi ke rumah Abela lalu menelfon Darel namun Abela yang menerima panggilan tersebut.
“Ada apa?” Tanya Abela.
“Oh kamu ya, Darel dimana? Aku ingin bicara dengan Darel.” Kata Adriano.
“Nanti aku sampaikan, ada apa?” Tanya Abela.
“Aku sekarang didepan rumahmu tapi mobilmu tidak ada, kamu keluar kemana?” Tanya Adriano.
“Bukan urusanmu aku pergi kemana, sebenarnya kamu ingin bertanya kepadaku atau Darel?” Tanya Abela.
“Aku ingin mengajak Darel dan kamu makan malam bersama untuk merayakan ulang tahun Darel.” Kata Adriano.
“Ulang tahun Darel sudah beberapa hari yang lalu dan kamu ingin merayakannya sekarang? Tidak perlu, Darel tidak membutuhkan perayaan ulang tahun darimu.” Kata Abela.
“Aku ingin memberikan kado untuk Darel, kapan aku bisa mengajak kalian berdua makan malam bersama?” Tanya Adriano.
Tiba-tiba Darel menghampiri Abela.
“Mama.” Panggil Darel.
“Iya ada apa sayang?” Tanya Abela.
“Ma nanti aku mau snorkling lagi sama om Nando ya, boleh ya?” Tanya Darel.
“Tapi nanti kita harus kembali ke Jakarta sayang, lain kali saja ya lagipula kemarin kan kamu sudah snorkling.” Kata Abela.
“Hmmmm ok, ayo kita sarapan ma, Darel lapar.” Kata Darel.
“Sebentar ya, sama oma dulu ya.” Kata Abela.
“Aku mau pergi kesana dulu ya ma sama papa Nando.” Bisik Darel.
“Om Nando sayang.” Kata Abela.
Kemudian Darel pergi bersama Nando.
“Hallo hallo.” Kata Adriano.
“Jadi mereka berlibur bersama si Nando bahkan Darel memanggil si Nando dengan sebutan papa? Cepat sekali Abela melupakanku dan berpaling ke Nando.” Kata Adriano dalam hati.
“Ada apa? Darel sedang bermain, aku tutup dulu telfonnya.” Kata Abela.
__ADS_1
“Kalian dimana? Aku akan pergi menemui kalian.” Kata Adriano.
“Untuk apa? Tidak perlu, aku dan Darel sedang pergi berlibur.” Kata Abela lalu menutup telfonnya.
Kemudian Adriano mencari keberadaan mantan istrinya dengan melihat postingan istrinya di sosial media.
Hari itu juga Adriano langsung terbang ke Bali untuk menemui anaknya dan mantan istrinya.
Setibanya di bandara, Adriano langsung pergi ke tempat penginapan mantan istrinya.
**
Darel sedang pergi bersama Antika ke pusat oleh-oleh, sedangkan Abela sedang berenang di kolam renang hotel.
“Wah segar sekali, aku tidak ingin kembali ke Jakarta, aku masih ingin menikmati liburan disini.” Kata Abela.
“Sudah selesai renang?” Tanya Nando.
“Astaga pak Nando kenapa bisa ada disini?” Tanya Abela.
“Tadi aku bertanya kepada Darel, lalu kata Darel kamu sedang berenang di kolam renang rooftop lalu aku datang kesini. Kamu bisa renang tidak? Kok hanya di pinggir kolam saja.” Kata Nando.
“Tentu saja aku bisa renang, aku tidak ingin kembali ke Jakarta pak, aku masih ingin menikmati liburan disini.” Kata Abela.
“Memangnya boleh kalau langsung ambil cuti sekaligus?” Tanya Abela.
“Nanti aku yang bilang ke bagian hrd nya. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat yang sangat populer disini.” Kata Nando.
“Oh iya? Kemana memangnya pak? Apa nama tempatnya?” Tanya Abela.
“Nanti kamu akan mengetahuinya.” Kata Nando.
“Kapan memangnya?” Tanya Abela.
“Nanti malam bagaimana?” Tanya Nando.
“Aku akan mengajak Darel ya kalau begitu.” Kata Abela.
“Eh bagaimana ya? Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu.” Kata Nando.
“Ada apa memangnya? Katakan sekarang saja kalau begitu pak.” Kata Abela.
“Tidak bisa, nanti malam saja. Jam 9 malam ya kita pergi, jam 9 aku tunggu di lobby hotel.” Kata Nando.
__ADS_1
“Baiklah, aku mau mandi dulu. Segar sekali setelah berenang.” Kata Abela. Abela spontan keluar dari kolam renang dengan pakaian renang yang super mini, Nando pun kaget dan langsung memalingkan mukanya. Abela pun langsung masuk kembali kedalam kolam renang karena malu.
“Pak bisa minta tolong ambilkan handukku tidak? Handukku ada di kursi.” Kata Abela.
“Ambil saja sendiri.” Kata Nando.
“Tapi aku malu pak, aku kan hanya memakai baju renang saja.” Kata Abela.
Akhirnya Nando pun mengambilkan handuk untuk Abela.
“Ini handuknya.” Kata Nando, dia memberikan handuknya tanpa melihat ke arah Abela padahal jarak mereka lumayan jauh sehingga Abela tidak bisa meraihnya.
“Aduh tidak bisa, pak bisa lebih dekat tidak? Aku tidak bisa meraih handuknya.” Kata Abela.
Nando pun mendekat sedikit demi sedikit, namun Abela tetap tidak bisa meraihnya karena dia malu keluar dari kolam renang.
“Tidak bisa pak.” Kata Abela.
Kemudian Nando mendekat lagi ke arah Abela dengan tetap memalingkan pandangan dari Abela.
“Ini, cepat ambil handuknya.” Kata Nando.
Kemudian Abela melompat untuk meraih handuknya namun Abela justru menarik tangan Nando sehingga Nando tercebur kedalam kolam renang, dan spontan Nando justru terjatuh didepan Abela sehingga mereka menjadi saling berpelukan dan Abela merasa ada yang mencium bibirnya namun dia tidak berani membuka matanya. Nando berusaha naik ke permukaan kolam renang.
“Abela Abela kamu tidak apa-apa kan?” Tanya Nando khawatir.
“Aku tidak apa-apa.” Kata Abela sambil tetap menutup matanya.
“Syukurlah kamu tidak apa-apa, handukmu jadi basah.” Kata Nando. Kemudian perlahan Abela membuka matanya lalu memukul lengan Nando berkali-kali.
“Aduh aduh aduh sakit, kamu kenapa sih?” Tanya Nando.
“Bapak pasti sengaja kan menceburkan diri agar bisa menciumku?” Tanya Abela.
“Apa kamu bilang? Mencium kamu? Yang kamu cium bukan bibirku tapi lenganku.” Kata Nando. Abela pun tersipu malu dan benar-benar sangat memalukan bagi dirinya. Dia pun langsung mengambil handuknya yang basah lalu pergi dari kolam renang tanpa bicara sepatah kata kepada Nando. Nando pun bingung dengan sikap Abela.
“Hei hei hei kamu mau kemana? Bajumu ketinggalan di kursi hei hei hei.” Teriak Nando. Abela pergi hanya mengenakan handuk menuju kamarnya. Dia langsung masuk lift, saat dia akan masuk kedalam lift ternyata didalam lift ada Adriano.
“Sedang apa kamu disini?” Tanya Abela.
“Aku ingin menemui Darel, kenapa kamu basah semua dan hanya mengenakan handuk?” Tanya Adriano.
“Hei tunggu aku, bajumu ketinggalan dikursi tadi.” Kata Nando sambil berlari menghampiri Abela.
__ADS_1
“Oh My God, rasanya aku ingin menghilang dalam sekejap.” Kata Abela dalam hati.