
Lalu istri Dava menghampiri Dava
dan Abella.
“Apa yang kamu lakukan kepada
suamiku?” Tanya istri Dava yaitu Anggi.
“Tanyakan saja kepada suamimu.” Kata
Abella.
“Jangan berani-berani mengganggu
suamiku.” Kata Anggi.
“Bilang pada suamimu, jangan
menggoda istri orang.” Kata Abella.
“Dasar perusak rumah tangga
orang.” Kata Anggi.
“Jaga baik-baik suami kamu ya,
jangan sampai dia tergoda denganku.” Kata Abella sambil mendorong Anggi ke arah
Dava.
“Abella Abella tunggu dulu.” Panggil
Dava sambil menggenggam tangan Abella, namun Abella mendorongnya kembali hingga
tidak sengaja tertabrak piring kotor.
“Makan tuh piring kotor, dasar
sampah.” Kata Abella, lalu dia pergi meninggalkan Dava.
**
Diperjalanan pulang.
“Wah keren sekali kamu tadi Bell.”
Kata Jesica.
“Memangnya kamu tau apa yang aku
bicarakan dengan si Dava?” Tanya Abella.
“Aku dan Melisa mengintipmu karena
aku khawatir akan terjadi perang haha.” Kata Jesica.
“Harusnya saat Dava tertabrak
piring kotor, kita merekamnya.” Kata Melisa.
“Biar viral gitu ya? Hmmmm no
way.” Kata Abella.
__ADS_1
“Bell kamu dirumah sendirian ya?”
Tanya Jesica.
“Iya, kenapa? Kalian mau menginap
dirumahku?” Tanya Abella.
“Aku tidak bisa, malam ini
suamiku menginap jadi aku harus menemaninya.” Kata Melisa.
“Kenapa kamu tidak tinggal satu
rumah saja dengan pak Riko?” Tanya Abella.
“Aku hanya tidak mau ada yang mengetahui
hubunganku dengannya.” Kata Melisa.
“Sampai kapan kamu akan
menyembunyikannya?” Tanya Abella.
“Setelah aku sudah tinggal di
luar negeri.” Kata Melisa.
“Lagipula tidak ada salahnya jika
kamu dan pak Riko mengungkapkan bahwa kalian telah menikah.” Kata Jesica.
“Aku tidak mau, karena banyak
guru dan siswa yang menyukai suamiku.” Kata Melisa.
memberitahu mereka bahwa pak Riko adalah suamimu saat ini.” Kata Abella.
“Akan ada waktunya nanti, aku
tidak siap dengan semua omongan mereka.” Kata Melisa.
“Ternyata wanita bar-bar
sepertimu punya rasa takut juga ya, aku jadi penasaran deh siapa yang mulai
jatuh cinta terlebih dahulu? Jangan-jangan pak Riko ya.” Kata Abella.
“Hahaha tentu saja, dia selalu
mencari alasan agar aku pulang terlambat lalu dia mengantarku pulang.” Kata Melisa.
“Bagaimana caranya
mengantarkanmu?” Tanya Jesica.
“Kita bertemu di suatu tempat.” Kata
Melisa.
“Eh Jes kamu kan tetangga Melisa,
kenapa kamu tidak pernah memergokinya?” Tanya Abella.
__ADS_1
“Hahaha, aku minta turun di gang
depan rumahku.” Kata Melisa.
“Ganteng doang tapi nurunin
pacarnya didepan gang hahahahaha.” Kata Abella dan Jesica.
“Haha tapi dia sangat menyukaiku,
bahkan saat itu dia mengajakku untuk menikah dan bukannya mengajakku untuk
berpacaran.” Kata Melisa.
“Justru itu laki-laki yang keren
Mel. Lalu ayah ibumu langsung menyetujuinya?” Tanya Abella.
“Iya, karena kedua orang tuaku
ingin aku berhenti menjadi playgirl yang suka gonta ganti pacar hahaha.” Kata Melisa.
“Pokoknya ya diantara kita bertiga
si Melisa yang pacarnya sangat banyak.” Kata Jesica.
“Betul banget, mantanku saja
hanya dua orang saja.” Kata Abella.
“Mantanku malah hanya satu saja
dan sekarang jomblo, coba hitung ada berapa mantanmu Mel?” Tanya Jesica.
“Berapa ya, aku lupa haha.” Kata Melisa.
“Dasar playgirl.” Kata Abella.
Tidak lama kemudian mereka tiba
dirumah Melisa.
“Aku turun dulu ya. Kalian hati-hati
dijalan ya.” Kata Melisa.
“Aku turun disini saja deh.” Kata
Jesica.
“Ok, aku balik dulu ya. Besok
keluar yuk, aku bosan dirumah sendiri.” Kata Abella.
“Jemput aku ya Bell.” Kata Jesica.
“Enak saja, gantian dong. Kalian yang
menjemputku.” Kata Abella.
“Kita langsung ketemu saja
ditempat, bagaimana?” Tanya Melisa.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu.” Kata Abella.
Setelah itu Abella kembali pulang ke rumahnya.