Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 82


__ADS_3

Lalu istri Dava menghampiri Dava


dan Abella.


“Apa yang kamu lakukan kepada


suamiku?” Tanya istri Dava yaitu Anggi.


“Tanyakan saja kepada suamimu.” Kata


Abella.


“Jangan berani-berani mengganggu


suamiku.” Kata Anggi.


“Bilang pada suamimu, jangan


menggoda istri orang.” Kata Abella.


“Dasar perusak rumah tangga


orang.” Kata Anggi.


“Jaga baik-baik suami kamu ya,


jangan sampai dia tergoda denganku.” Kata Abella sambil mendorong Anggi ke arah


Dava.


“Abella Abella tunggu dulu.” Panggil


Dava sambil menggenggam tangan Abella, namun Abella mendorongnya kembali hingga


tidak sengaja tertabrak piring kotor.


“Makan tuh piring kotor, dasar


sampah.” Kata Abella, lalu dia pergi meninggalkan Dava.


**


Diperjalanan pulang.


“Wah keren sekali kamu tadi Bell.”


Kata Jesica.


“Memangnya kamu tau apa yang aku


bicarakan dengan si Dava?” Tanya Abella.


“Aku dan Melisa mengintipmu karena


aku khawatir akan terjadi perang haha.” Kata Jesica.


“Harusnya saat Dava tertabrak


piring kotor, kita merekamnya.” Kata Melisa.


“Biar viral gitu ya? Hmmmm no


way.” Kata Abella.

__ADS_1


“Bell kamu dirumah sendirian ya?”


Tanya Jesica.


“Iya, kenapa? Kalian mau menginap


dirumahku?” Tanya Abella.


“Aku tidak bisa, malam ini


suamiku menginap jadi aku harus menemaninya.” Kata Melisa.


“Kenapa kamu tidak tinggal satu


rumah saja dengan pak Riko?” Tanya Abella.


“Aku hanya tidak mau ada yang mengetahui


hubunganku dengannya.” Kata Melisa.


“Sampai kapan kamu akan


menyembunyikannya?” Tanya Abella.


“Setelah aku sudah tinggal di


luar negeri.” Kata Melisa.


“Lagipula tidak ada salahnya jika


kamu dan pak Riko mengungkapkan bahwa kalian telah menikah.” Kata Jesica.


“Aku tidak mau, karena banyak


guru dan siswa yang menyukai suamiku.” Kata Melisa.


memberitahu mereka bahwa pak Riko adalah suamimu saat ini.” Kata Abella.


“Akan ada waktunya nanti, aku


tidak siap dengan semua omongan mereka.” Kata Melisa.


“Ternyata wanita bar-bar


sepertimu punya rasa takut juga ya, aku jadi penasaran deh siapa yang mulai


jatuh cinta terlebih dahulu? Jangan-jangan pak Riko ya.” Kata Abella.


“Hahaha tentu saja, dia selalu


mencari alasan agar aku pulang terlambat lalu dia mengantarku pulang.” Kata Melisa.


“Bagaimana caranya


mengantarkanmu?” Tanya Jesica.


“Kita bertemu di suatu tempat.” Kata


Melisa.


“Eh Jes kamu kan tetangga Melisa,


kenapa kamu tidak pernah memergokinya?” Tanya Abella.

__ADS_1


“Hahaha, aku minta turun di gang


depan rumahku.” Kata Melisa.


“Ganteng doang tapi nurunin


pacarnya didepan gang hahahahaha.” Kata Abella dan Jesica.


“Haha tapi dia sangat menyukaiku,


bahkan saat itu dia mengajakku untuk menikah dan bukannya mengajakku untuk


berpacaran.” Kata Melisa.


“Justru itu laki-laki yang keren


Mel. Lalu ayah ibumu langsung menyetujuinya?” Tanya Abella.


“Iya, karena kedua orang tuaku


ingin aku berhenti menjadi playgirl yang suka gonta ganti pacar hahaha.” Kata Melisa.


“Pokoknya ya diantara kita bertiga


si Melisa yang pacarnya sangat banyak.” Kata Jesica.


“Betul banget, mantanku saja


hanya dua orang saja.” Kata Abella.


“Mantanku malah hanya satu saja


dan sekarang jomblo, coba hitung ada berapa mantanmu Mel?” Tanya Jesica.


“Berapa ya, aku lupa haha.” Kata Melisa.


“Dasar playgirl.” Kata Abella.


Tidak lama kemudian mereka tiba


dirumah Melisa.


“Aku turun dulu ya. Kalian hati-hati


dijalan ya.” Kata Melisa.


“Aku turun disini saja deh.” Kata


Jesica.


“Ok, aku balik dulu ya. Besok


keluar yuk, aku bosan dirumah sendiri.” Kata Abella.


“Jemput aku ya Bell.” Kata Jesica.


“Enak saja, gantian dong. Kalian yang


menjemputku.” Kata Abella.


“Kita langsung ketemu saja


ditempat, bagaimana?” Tanya Melisa.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu.” Kata Abella.


Setelah itu Abella kembali pulang ke rumahnya.


__ADS_2