Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 33


__ADS_3

Setibanya di depan apartemen Sun Flower.


“Hubungi Ariana.” Kata Abela.


“Ariana siapa sih? Aku sama sekali tidak mengenalnya.” Bentak Adriano.


“Jadi kamu membentakku?” Tanya Abela.


“Aku tidak bermaksud untuk membentakmu sayang, tapi tolong jangan seperti ini kepadaku.” Kata Adriano sambil memeluk istrinya.


“Lepaskan aku, kita buktikan setelah kita bertemu dengan Ariana.” Kata Abela.


Kemudian Abela mengambil ponsel milik suaminya.


“Kamu apa-apaan sih mengambil ponselku? Kamu pikir selama ini aku tidak curiga denganmu? Kamu pikir aku tidak curiga dengan hubunganmu dan Nando?” Kata Adriano kesal.


“Telfon saja sendiri dan tanyakan kepada Nando jika kamu sangat penasaran, tapi aku juga akan menelfon dan menemui Ariana untuk membuktikan semua kecurigaanku.” Kata Abela.


“Sudahlah jangan memperpanjang masalah, sekarang kita kembali ke rumah saja.” Kata Adriano.


“Kenapa? Kamu takut? Kamu takut semua kebohonganmu akan terkuak?” Tanya Abela.


“Cukup cukup cukup, aku benar-benar tidak suka dengan situasi seperti ini. Aku tidak mengenal siapa itu Ariana.” Bentak Adriano hingga membuat Abela ketakutan.


“Jadi kamu membentakku?” Tanya Abela.


“Aku bukan membentakmu sayang tapi.” Kata Adriano.


“Apa nama Ariana di ponselmu?” Tanya Abela.


“Aku tidak mengenalnya sayang.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Cepat katakan kamu memberi nama dia apa? Atau jika kamu tidak mau menelfonnya, temui aku di pengadilan.” Kata Abela, kemudian dia keluar mobil.


“Sayang sayang jangan begitu.” Kata Adriano sambil mencegah istrinya.


“Apa pilihanmu?” Tanya Abela.


“Aku ikuti apapun kemauanmu.” Kata Adriano.


“Telfon Ariana didepanku sekarang juga.” Kata Abela.


Akhirnya Adriano menelfon Ariana untuk memberitahu bahwa dia akan menemuinya di apartemen tersebut.


“Jadi kamu memberi nama Ariana dengan sebutan Manajer Dio? Sungguh licik, sampai kapan kamu akan mempertahankan sifat sempurnamu?” Kata Abela.


“Tunggu apalagi? Ayo kita masuk ke apartemen itu dan kita temui Ariana untuk lebih jelasnya.” Kata Abela.


“Haruskah kita seperti ini? Apa kata dia jika kita sepasang suami istri mendatanginya tiba-tiba.” Kata Adriano.


Adriano hanya terdiam tak bisa berkata-kata.


Adriano dan Abela akhirnya masuk kedalam apartemen, mereka berada didalam lift. Adriano menekan lantai nomor 7 dengan perasaan bersalah dan tidak tau apa yang harus dia lakukan.


“Jadi dia tinggal di lantai nomor 7.” Kata Abela.


“Jangan mengatakan apapun jika kamu tidak tau apa-apa dan tolong jaga sikapmu didepannya.” Kata Adriano.


“Kenapa? Kamu takut dia akan mengetahui keburukanmu?” Tanya Abela.


“Aku sama sekali tidak ada hubungan apapun dengannya.” Kata Adriano.


“Kita buktikan saja nanti ya.” Kata Abela dengan mencoba sekuat tenaga untuk tetap tersenyum dan tenang meskipun hatinya sangat sakit.

__ADS_1


Setibanya di lantai 7. Mereka segera keluar dari lift.


“Dia dikamar nomor berapa?” Tanya Abela.


Tanpa berkata apapun, Adriano langsung menuju pintu apartemen Ariana.


“Sepertinya kamu sangat sering mengunjunginya.” Kata Abela.


Adriano menekan bel di pintu apartemen Ariana.


Ting Tung


“Masuk saja.” Teriak Ariana dari dalam.


Kemudian Adriano menekan pasword pintu apartemen Ariana.


“Jadi kamu tau pasword apartemen dia juga?” Tanya Abela sangat kesal.


Mereka pun segera masuk kedalam apartemen Ariana.


“Tunggu sebentar mas, aku masih ganti baju dulu.” Teriak Ariana dari dalam kamarnya.


Tidak lama kemudian Ariana muncul.


“Mas hari ini kita jadi ke tempat itu kan?” Tanya Ariana, namun dia sangat kaget melihat Adriano yang datang bersama Abela.


“Aku Abela, istri sah dari Adriano.” Kata Abela.


“Ah perkenalkan namaku Ariana. Sebentar, saya mau ganti pakaian dulu.” Kata Ariana. Dia mengenakan pakaian yang terbuka sehingga dia mengganti pakaiannya yang lebih sopan.


“Ternyata seleramu seperti itu, ibu-ibu penggoda suami orang.” Kata Abela, Adriano hanya terdiam saja tidak bisa berkutik.

__ADS_1


__ADS_2