Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 23


__ADS_3

Adriano menelfon


istrinya.


“Hallo, kamu


sibuk tidak?” Tanya Adriano.


“Aku mau keluar


dengan teman-temanku, ada apa?” Tanya Abella.


“Koperku


tertinggal didalam kamar, cepat antarkan koperku sekarang juga.” Kata Adriano.


“Apa? Kok bisa


sih koper sampai tertinggal?” Tanya Abella.


“Makanya kamu


itu seharusnya membantuku menyiapkan semua keperluanku. Cepat antarkan koperku


sekarang juga.” Kata Adriano.


“Tidak bisa, aku


akan mengirimnya lewat ojek online saja.” Kata Abella.


“Jangan, nanti


lama sampainya. Cepat antarkan koperku sekarang juga, kamu naiklah taksi, nanti


pulangnya bawa mobilku. Cepat karena aku tidak ada waktu banyak.” Kata Adriano.


“Dasar suami


menyebalkan, bisanya menyusahkanku saja. Tunggu sebentar.” Gerutu Abella.


Kemudian Abella


segera mengantar koper milik suaminya ke bandara dengan mengendarai taksi.


“Pak, minta


tolong lebih cepat ya, saya terburu-buru soalnya.” Kata Abella.


“Baik nona.


Penerbangannya jam berapa memangnya?” Tanya supir taksi.


“Waduh jam


berapa ya, pokoknya dia bilang secepatnya karena tidak ada waktu banyak.” Kata


Abella.


“Baik nona.”


Kata supir taksi.


Setibanya di


bandara, Abella segera turun dan menelfon suaminya.


“Hallo kamu


dimana? Aku sudah sampai bandara, cepat kemarilah.” Tanya Abella.


“Kemarilah, aku


sedang sibuk dan tidak bisa meninggalkan tempat.” Kata Adriano.


Kemudian Abella


menghampiri Adriano dengan kesal. Namun dia justru menabrak dinding, beruntung

__ADS_1


ada seseorang pilot yang menolongnya.


“Aduh sakit,


aduh malu juga.” Gerutu Abella.


“Mari aku


bantu.” Kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya kepada Abella.


“Wah tampan


sekali dia seperti actor korea, dia sangat tampan, tajir dan terlihat jauh


lebih muda dibandingkan dengan suamiku si om-om itu.” Kata Abella dalam hati.


“Mari nona saya


bantu.” Kata laki-laki itu.


“Ah terima kasih


banyak.” Kata Abella.


“Lain kali kalau


jalan jangan lupa lihat depan ya, mari saya membawa kopernya. Oh iya ini ada


minuman untukmu, silahkan diminum agar lebih tenang.” Kata laki-laki itu.


“Baik sekali


dia, aku tanya namanya saja deh.” Kata Abella dalam hati.


“Terima kasih


banyak, maaf jadi merepotkan.” Kata Abella sambil tersenyum tersipu malu.


“Tidak apa-apa


“Iya, kalau


boleh tau siapa nama kamu?” Tanya Abella.


“Saya Brama,


kalau kamu?” Tanya Brama.


“Perkenalkan


nama saya Abella, kamu seorang pilot ya?” Tanya Abella.


“Iya benar, mau


terbang kemana?” Tanya Brama.


“Saya mau


mengantarkan koper milik om saya.” Kata Abella.


“Oh iya, kalau


gitu saya permisi pergi duluan ya.” Kata Brama.


“Ah iya mas


ganteng.” Kata Abella lirih.


Tiba-tiba


Adriano datang dan mengagetkan istrinya.


“Woi.” Bisik


Adriano ke telinga Abella.


“A a astaga,

__ADS_1


pasti kamu sengaja kan. Pasti kamu sengaja meninggalkan kopermu agar aku tidak


bisa pergi dengan teman-temanku.” Gerutu Abella.


“Iya memang aku


sengaja, enak saja kamu asyik kluyuran dengan teman-temanmu.” Kata Adriano.


“Oh iya kamu


kenal tidak dengan pilot yang bernama Brama?” Tanya Abella.


“Oh Brama, tentu


saja aku mengenalnya. Kenapa? Memangnya kamu mengenalnya?” Tanya Adriano.


“Tadi dia


menolongku saat jatuh tertabrak dinding. Dia baik sekali, ganteng, tajir dan


terlihat jauh lebih muda dibandingkan denganmu.” Kata Abella.


“Anak itu tetap


saja suka cari perhatian.” Gerutu Adriano.


“Mana kunci


mobilnya? Aku mau pergi sekarang.” Kata Abella.


“Ikut aku


sebentar.” Kata Adriano.


“Aduh ada apa


lagi sih? Dasar menyusahkan.” Gerutu Abella.


“Cepat ikut aku


sekarang.” Kata Adriano, dia membawa istrinya ke suatu tempat.


“Kamu mau


macam-macam denganku disini ya?” Tanya Abella.


“Dasar pikiranmu


kotor banget, cepat fotokan aku disini.” Kata Adriano.


“Apa? Kamu


mengajakku kesini hanya untuk foto? Dasar narsis banget sih.” Gerutu Abella.


“Aku harus


mengirim foto formal terbaru untuk kelengkapan di kantor, cepat fotokan aku


yang bagus.” Kata Adriano.


“Kalau orangnya


jelek tetap saja hasilnya jelek.” Kata Abella, lalu dia mengambil foto formal


suaminya.


“Sudah, aku


kirim ke ponselmu.” Kata Abella.


“Bagus juga


hasilnya, aku terlihat sangat keren haha.” Kata Adriano.


“Bajunya yang


terlihat keren bukan orangnya, aku balik dulu.” Kata Abella.

__ADS_1


__ADS_2