
Keesokan harinya.
Saatnya sarapan bersama. Abela dan Stella segera turun ke bawah dan menikmati sarapan bersama.
“Wah menu makanannya favorit aku semua.” Kata Stella.
“Makan sepuasmu.” Kata Abela.
“Kamu kenapa sih mbak dari kemarin sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Apa ada masalah dirumah?” Tanya Stella.
“Aku sedang memikirkan suamiku, dari kemarin tidak bisa dihubungi dan panggilan sedang di alihkan. Saat aku kirim pesan juga tidak ada balasan padahal kemarin anakku bilang kalau baru saja menelfonnya.” Kata Abela.
“Pasti dia sedang sibuk mbak, jangan cemas dan berpikir negatif tentangnya. Yakinlah bahwa dia memang sedang benar-benar sibuk.” Kata Stella.
“Semoga saja seperti itu, apakah kamu sangat mempercayai suamimu 100%?” Tanya Abela.
“Tentu saja, tapi terkadang aku banyak curiga terhadapnya.” Kata Stella.
“Curiga kenapa?” Tanya Abela.
“Aku takut dia memiliki wanita lain, karena di tempat kerjanya lebih banyak staff wanita daripada laki-laki dan dia sangat populer disana.” Kata Stella.
__ADS_1
“Aku selama ini tidak pernah mencurigai suamiku karena suamiku adalah laki-laki sempurna bagiku.” Kata Abela.
“Aku mengerti tapi namanya laki-laki tetap saja bisa tergoda dengan rayuan wanita lain diluar sana, makanya kita harus tetap waspada mbak. Intinya berikan yang terbaik untuk suami kita.” Kata Stella.
“Iya, ayo cepat kita pergi kesana. Aku kesal melihat Pak Nando, dia suka sekali ikut campur urusan orang lain.” Kata Abela.
“Hah? Dari mana kamu tau kalau dia suka ikut campur urusan orang lain mbak? Apakah kamu pernah bicara dengannya?” Tanya Stella.
“Sudahlah jangan membahas dia, aku tidak ingin membahas Pak Nando.” Kata Abela.
“Duduklah dulu mbak, aku mau kedalam kamar dulu.” Kata Stella.
“Jangan tinggalkan aku.” Kata Abela.
“Sial, kenapa si Nando harus duduk berhadapan denganku sih.” Gerutu Abela. Abela terlihat gugup karena Nando memperhatikannya.
“Sial, kenapa dia terus memperhatikanku sih.” Gerutu Abela. Akhirnya Abela menghampiri Nando.
“Aku merasa sangat tidak nyaman dengan cara bapak melihat saya. Apakah bapak sengaja mengganggu saya dan membuat saya tidak nyaman?” Tanya Abela dengan beraninya.
“Gila dia berani sekali melabrakku ya.” Kata Nando dalam hati.
__ADS_1
“Aku tidak melihatmu, aku sedang memperhatikan barista itu yang sedang membuat kopi. Kamu merasa aku memperhatikanmu ya? Maaf jika membuatmu terganggu.” Kata Nando.
“Dasar menyebalkan argh.” Kata Abela sangat kesal, lalu dia pergi meninggalkan Nando. Kemudian dia pergi ke pinggir kolam untuk menelfon anaknya.
“Hallo Darel.” Kata Abela.
“Ponsel Darel tertinggal dirumah, ini nenek.” Kata nenek.
“Nenek? Lalu nanti bagaimana Darel pulangnya? Siapa yang menjemputnya?” Tanya Abela.
“Darel dijemput sama papanya.” Kata nenek.
“Apa? Jadi papanya Darel sudah pulang? Jam berapa dia pulang nek? Apakah dia menelfon Darel?” Tanya Abela.
“Tadi pagi menelfon Darel lalu mengantarnya ke sekolah, ada apa? Dia tidak menelfonmu?” Tanya nenek.
“Aku dari kemarin tidak bisa menelfonnya, panggilan selalu dialihkan nek, aku jadi khawatir dan curiga dengannya.” Kata Abela.
“Suamimu sedang sibuk sayang, justru dia sangat perhatian kepada Darel. Nanti juga dia pasti akan menghubungimu, jangan berpikir macam-macam ya.” Kata nenek.
“Baiklah nek, kalau begitu aku tutup dulu ya telfonnya.” Kata Abela.
__ADS_1
“Iya sayang, have fun ya holiday nya.” Kata nenek.