Anara Dan Tuan Mafia

Anara Dan Tuan Mafia
Bab 107


__ADS_3

"Terima kasih tuan besar. Tanpa bantuan anda dan tuan Sean, saya tidak bisa seperti ini, mungkin saya juga tidak bisa bersanding dengan wanita pilihan saya saat ini." Jawab James.


"Ini adalah hasil usahamu, James. Tanpa dirimu juga, mungkin Sean tidak bisa melakukan tugasnya sendiri." Sambung mami Sean.


"Terima kasih nyonya, , besar." Ujar James kembali.


Mami Sean memeluk Rika yang ada di sana." Selamat atas pernikahanmu, nak. Semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan." Ucap mami Sean.


"Terima kasih nyonya besar. Terima kasih juga atas semua bantuannya." Ucap Rika dengan sopan dan menunjukkan senyum manisnya. Papi dan mami Sean turun karena bergantian dengan yang lain.


Sean dan Ana serta pasukan kecilnya naik ke atas untuk memberikan selamat ke pada keduanya.


"Selamat untukmu, James. Kau sekarang sudah menjadi seorang suami sepertiku." Ucap Sean memberikan selamat.


"Terimakasih tuan, berkat ancaman anda, dia menerima pernikahan ini dengan cepat." Jawab James mengingat bagaimana waktu itu Sean sedikit mengancam Rika.


"Selamat untuk kalian berdua. Semoga kalian cepat di berikan momongan." Ucap Ana pada keduanya.


"Terima kasih Ana." Rika memeluk Ana.


"Hallo kak Rika dan paman James. Selamat ya, berikan Diva adik yang banyak nanti ya." Ucap Diva memberikan selamat pada keduanya.


Setelah semua memberikan selamat pada mereka, tidak lupa juga mereka melakukan foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan.


Para tamu yang berada di sana menyantap sajian makanan yang sudah tersedia. Acara saat ini belum usai, masih ada satu acara lagi untuk malam nanti.


Ana dan Sean mengajak pasukan kecilnya untuk menikmati makanan terlebih dahulu. Ana mencoba menyuapi Julian, Julian menggeleng menDivak dengan suapan yang di berikan sang mami.


"Sini, biar aku menyuapinya." Tawar Sean karena Jennifer sudah anteng memilih memakan sendiri. Jangan di tanya lagi kalau untuk Diva, dia sudah menghabiskan banyak makanan di sana.


"Sini, Jul. Papi suapi." Ujar Sean memberikan suapan kecil.


Julian membuka mulutnya dan menerima suapan dari sang papi. Sean tersenyum melihat Julian yang menerima suapannya. Sean memberikan suapan itu lagi dan lagi hingga habis.


Tidak terasa jika matahari sudah terbenam di arah sana.


Acara selanjutnya akan di mulai, pemandu acara mengambil mic dan memberitahukan untuk semua para tamu undangan yang masih berada di sana.

__ADS_1


Para anak buah Sean memberikan masing-masing lampion untuk para tamu undangan.


Semua yang ada di sana mulai menyalakan lampion masing-masing. Tak terkecuali dengan Diva, dia sangat antusias untuk ini.


James dan Rika berada di atas altar dengan memegang satu lampion yang berukuran lebih besar.


"Semua sudah siap....?" Ucap pemandu acara di sana.


"1...2... 3..." ucapnya memberikan aba-aba. Lampion yang di pegang oleh James dan Rika di terbangkan terlebih dahulu, kemudian para tamu undangan mengikuti.


Mereka semua menerbangkan lampion masing-masing. Semua orang memandang takjub melihat lampion-lampion itu terbang tinggi-tinggi. Jika di lihat dari bawah, seperti bintang yang berkelipan.


"Waaaw... sangat indah." Gumam Diva yang mendongakkan kepalanya ke atas.


Twin J yang melihat semua lampion-lampion yang beterbangan itupun ikut merasa senang. Mereka bertepuk tangan dengan kedua tangan mungilnya.


Sean mendekat ke arah Ana tanpa ada sekat di antara keduanya.


"Apa kau suka, sayang?" tanya Sean.


"Aku suka, aku tidak pernah melihat ini." Jawab Ana yang baru melihat.


"Kau bicara apa, suamiku. Aku tidak perlu pesta mewah atau apa, aku bersamamu saja sudah bahagia." Jawab Ana dengan tersenyum manis di hadapan Sean.


Sean mencium kening Ana dengan sedikit lama, ia juga ingin menikmati moment ini, meskipun bukan acara miliknya.


Clare memandang ke atas dengan berjalan pelan. la senang melihat ke arah lampion yang berterbangan, karena seperti bintang-bintang yang bekerlip.


Bugh...


Karena kepalanya melihat ke atas, ia tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan.


"Eehh... maafkan saya tuan. Saya tidak sengaja." Ucapnya sedikit membungkukkan badannya merasa tidak enak.


Orang itu tersenyum simpul melihat Clare yang seperti merasa sangat bersalah. "Tidak apa, nona. Santai saja," jawabnya.


"Aku Erick, namamu siapa nona?" ucapnya memperkenalkan diri.

__ADS_1


lyaa... orang yang tidak sengaja di tabrak oleh Clare adalah Erick.


"Aku.... Clare." Jawab Clare malu-malu menerima jabatan dari Erick.


"Cantik." Gumam Erick yang melihat kecantikan dari Clare.


"Eehh... apa katamu, tuan?" tanya Clare yang tidak jelas mendengar gumaman dari Erick.


"Tidak apa, nona. Senang bisa bertemu dan mengenalmu." Ujar Erick tersenyum.


Clare tersipu melihat senyuman Erick yang ada di depannya.


Ana yang melihat keduanya dari jauh itu pun menyenggol Sean pelan.


"Lihat itu." Ujar Ana menunjukkan dengan dagunya. Sean ikut menoleh ke arah yang di tunjukkan Ana. Ana tahu siapa Erick karena beberapa kali datang ke mension mengobatinya dan mengobati luka Sean waktu lalu.


"Hmm... sepertinya akan ada yang berlabuh lagi." Jawab Sean.


"Biarkan saja, kita di sini hanya bisa mendukung mereka semua." Jawab Ana.


Semua orang menikmati acara pernikahan James dan Rika. Setelah menerbangkan lampion, kali ini James dan Rika berdansa di bawah lampion-lampion itu.


Suasana semakin terlihat romantis dengan alunan music yang terdengar. Kedua mempelai itu tersenyum bahagia saat ini.


Akhirnya mereka sudah resmi menjadi suami istri dan tidak akan terpisahkan oleh jarak dan waktu lagi.


.


.


2 tahun telah berlalu....


Selama dua tahun itu, kehidupan Ana terbilang normal. Walau kadang Sean juga masih sering berurusan dengan semua musuh-musuhnya. Ana meminta belajar menjadi kuat seperti sang suami. Awalnya, Sean tidak memperbolehkan. Tapi, dengan segala bujuk rayu akhirnya Ana di perbolehkan untuk mengasah dirinya untuk menjadi lebih kuat.


Untuk pernikahan Rika dan James? Mereka sudah di karuniai satu anak perempuan, putrinya berumur 7 bulan saat ini. Dan untuk Clare, dia sudah menikah dengan Erick berselang 5 bulan setelah Rika dan James.


Clare dan Erick juga sudah di karuniai buah hati, saat ini usianya baru lima bulan. Dia di karuniai putra yang tampan dan rupawan.

__ADS_1


Untuk Riko? Dia masih betah untuk sendiri, entah apa alasan yang membuat dirinya masih ingin sendiri.


Dan untuk Andy, dia sudah tidak berani lagi mengganggu Ana. Waktu itu, ia sempat mengganggu Ana lagi. Tapi, Sean membuat dirinya harus duduk di kursi roda saat ini. Jadi, dia tidak mengganggu Ana lagi, untuk keluarganya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka tahu bagaimana keluarga William.


__ADS_2