Anara Dan Tuan Mafia

Anara Dan Tuan Mafia
Bab 174 Season 2


__ADS_3

Diva dan Jennifer sudah sampai di mall keluarga mereka, mereka datang ke sana hanya sesekali jika mencari barang-barang yang mereka perlukan. Mereka berjalan masuk dengan santainya, keduanya langsung saja mendatangi salah satu tempat menjual barang-barang wanita.


"Kau pilihlah sesukamu, Jen. Nanti biar aku yang bayar," ucap Diva yang membuat Jennifer bertanya-tanya.


"Kau mimpi apa semalam?" Ucap Jennifer, karena Biasanya Diva yang sering meminta traktiran pada Jennifer. Padahal dia juga mempunyai banyak uang sendiri di rekening miliknya, Diva sama seperti Julian yang tidak mau mengeluarkan uangnya sendiri.


"Sudah kau pilih saja, jangan banyak tanya." Ujar Diva kembali, karena memang Diva belum mengatakan pada Jennifer kalau Gerald mengirimkan sejumlah uang padanya untuk mengajak Jennifer berbelanja.


Jennifer melihat-lihat sebentar, siapa tahu ada yang cocok untuknya. Lama dia melihat-lihat tapi ada yang cocok untuknya.


"Kau belum menemukan yang cocok?" Tanya Diva padanya.


"Tidak ada, mungkin ke tempat lain." Ucapnya. Mereka pun berpindah tempat untuk membeli barang yang cocok.


Sedari tadi, ternyata ada yang sedang memantau keduanya di sana. Orang itu pun kembali mengikuti ke mana perginya Diva dan Jennifer. Dia mengikuti dari jarak jauh agar keduanya tidak mengetahui.


Belum juga dia melangkah jauh, ada yang sudah mencekal pundaknya dengan kuat dari belakang. Orang itu pun menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang sudah menahannya.


"Siapa kau? Apa yang sedang kau lakukan? Lepaskan aku, jangan menghalangiku." Ucap orang yang mengawasi aktifitas Diva dan Jennifer sejak tadi. Orang yang menahannya itu hanya tersenyum sinis memandangnya.


"Siapa aku tidak oenting untukmu, tidak semudah itu kau akan terlepas." Ucapnya lalu menyeret paksa orang tadi ke tempat yang tidak terlalu ramai.


"Br*ngs*k!! Jangan pernah ikut urusanku," berontak orang itu. Tugasnya yang mengawasi Diva dan Jennifer menjadi terhambat.


"Itu akan menjadi urusanku jika kau mengganggu milikku," ucapnya dengan tatapan tajam.


Emm.... Ternyata orang yang mencekal orang itu adalah Gerald. Dia meminta Diva untuk mengajak Jennifer keluar karena ingin menangkap orang-orang yang sudah membuntuti mereka akhir-akhir ini.


"Jangan pernah menghalangiku, lepaskan tanganmu ." Orang tersebut mencoba memberontak agar terlepas dari cekalan Gerald.


Gerald memelintir tangan orang tersebut dengan kuat, "sudah aku bilang padamu, akan menjadi urusanku jika kau mengganngu milikku. Apa itu kurang jelas di telingamu!" Sarkas Gerald yang tidak melepaskan tangannya.


"Sialan, kau!" Orang itu mencoba membalikkan tubuhnya dan melawan Gerald. Dengan sigap Gerald melawan orang tersebut.


Bugh...

__ADS_1


Bugh...


Dua pukulan di layangkan oleh Gerald pada orang tersebut.


"Aahh... Kau anak kecil ternyata mencari perkara," orang tersebut tidak terima mendapat pukulan dari Gerald. Mereka melakukan sedikit baku hantam di sana.


Bugh...


Bugh...


Gerald mencari celah dan berhasil memukul orang tersebut mengenai dadanya. Orang itu kembali untuk menyerang Gerald. Gerald menendang kuat kaki orang tersebut hingga jatuh tengkurap.


Bugh..


Dugh...


Gerald mendekat dan menginjak punggung kaki orang itu dengan menekankan kakinya kuat-kuat.


"Kau mencoba melawanku? Maka kau tidak akan bisa melakukannya!" Ujar Gerald.


Anak-anak buah Gerald membawanya pergi dari sana, orang tersebut mencoba memberontak agar terlepas. Tapi, usahanya sia-sia saja. Gerald menatap anak-anak buahnya membawa orang itu pergi dari sana.


Kembali lagi ke sisi Diva dan Jennifer...


Kali ini mereka pergi ke tempat sepatu, mereka kembali melihat-lihat di sana. Pandangan Jennifer tertuju pada sepatu sport bewarna putih kombinasi silver yang memikat baginya. Ia melihat detail sepatu yang ia pegang.


"Itu bagus, kau beli saja kalau suka." Sahut Diva yang melihat sepatu di tangan Jennifer.


"Aku ingin mencari couple untuk model ini," ucap Jennifer pada salah satu karyawan yang ada di sana. Karyawan itu pun mencarikan satu pasang lagi untuk sepatu yang di pilih oleh Jennifer.


"Kau mencari sepatu couple untuk siapa?" Tanya Diva penasaran.


"Tentu saja untukku dan Gerald, untuk siapa lagi?"


"Siapa tahu kau membelikan untuk Julian," sahutnya pada Diva.

__ADS_1


"Carikan saja yang lain untuknya," jawab Jennifer.


"Maaf, Nona, pilihan warnanya tinggal ini saja. Karena sepatu ini terbatas," ucap karyawan tadi menghampiri.


"Emm.. No problem. Bungkus saja," ujar Jennifer yang tidak mempermasalahkan. Diva membayar sepatu itu lalu keluar dari sana.


"Kita cari makan dulu, aku lapar." Ajak Diva.


"Aku ngikut saja." Jennifer ikut saja kemana Diva mengajaknya pergi.


Markas Kingdom...


Anak-anak buah Gerald telah sampai di sana, ia membawa orang tersebut dengan paksa.


"Aku membawa orang ini atas perintah tuan kami, dia memerintahkan kami untuk menyerahkan orang ini." Ucap anak buah Gerald pada anak buah Sean yang ada di sana.


"Siapa tuan kalian? Untuk apa dia menyuruhmu membawa orang ini ke sini?" Anak buah Sean tidak bisa menerima begitu saja.


"Aku yang menyuruh mereka membawa orang ini, kalian bawa mereka ke dalam." Sahut Gerald yang tiba di sana. Anak buah Sean pun bisa menerima dan membawa orang itu ke dalam setelah melihat kedatangan Gerald.


Gerald mengikuti mereka untuk masuk ke dalam membawa orang tersebut. Riko nampak bingung melihat anak buah Sean membawa orang itu masuk ke dalam.


"Siapa yang kalian bawa?" Tanyanya.


"Itu dariku, Tuan. Dia adalah orang yang selalu mengintai Jenniku dan lainnya. Dia dari pihak musuh yang mengibarkan bendera perang pada kalian. Aku membawanya kesini siapa tahu nanti bisa memancing mereka untuk datang ke sini." Gerald menyahuti ucapan Riko. Riko membiarkan anak buahnya membawa orang itu ke dalam setelah mendengar penjelasan dari Gerald.


"Terima kasih atas bantuanmu, Tuan muda. Harusnya itu adalah tugas kami," ucap Riko.


"Itu juga menjadi tugasku untuk melindungi Jenniku, katakan saja pada Papi nanti. Aku pergi dulu," pamit Gerald pada Riko.


Satu tugasnya sudah selesai untuk membawa orang itu, tinggal ia menjalankan tugasnya yang lain. Entah apa lagi yang akan Gerald lakukan kali ini, Gerald melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan markas kebesaran Sean.


"Kau tumben sekali mengajakku berbelanja, mentraktirku pula, tidak biasanya." Ujar Jennifer pada Diva. Mereka tengah menikmati makanan yang ia beli.


"Oowh.. Itu, tadi Gerald menghubungiku untuk mengajakmu berbelanja. Dia juga mengirimkan sejumlah uang untuk kita tadi," jawab Diva jujur.

__ADS_1


"Pantas saja dirimu sangat bersemangat dan membayar semuanya," ketus Jennifer melempar kentang goreng ke arah Diva."


__ADS_2