Anara Dan Tuan Mafia

Anara Dan Tuan Mafia
Bab 157 Season 2


__ADS_3

"Kenapa kau di sini?" Sengalnya melihat sang kakak.


"Papi mencarimu, cepatlah." Julian kembali merebahkan dirinya malas.


"Piii... Julian tidak mau bangun, pi." Teriak Jennifer dari dalam kamar Julian. Julian seketika kembali terbangun, ia menormalkan pandangannya.


"Cepatlah bersiap, papi mengajak kita makan malam di luar." Julian dengan langkah malasnya menuju kamar mandi dan mencuci muka terlebih dulu.


Di sebuah restoran ternama, keluarga itu sudah menunggu di ruang VIP untuk pertemuannya dengan rekannya.


"Dad, Gerald ke toilet dulu." Ujarnya pada Daddy-nya.


"Baiklah, jangan lama-lama. Teman Daddy sebentar lagi akan sampai di sini, mereka sudah di perjalanan." Gerald mengangguk faham lalu melangkahkan kakinya ke toilet yang ada di sana.


Setelah kepergian Gerald, tidak lama kemudian orang-orang yang mereka tunggu sudah tina di sana. Mereka segera menuju ke ruangan di mana keluarga Gerald sudah menunggu.


"Akhirnya kau datang juga tuan William, mari kita duduk." Ucapnya menyambut temannya yang sudah lama tidak ia lihat, temannya yang tak lain adalah Sean.


Mereka semua saling berjabat tangan dengan hangat, "lama tidak bertemu denganmu, tuan Carles. Jadi, ini istrimu?" Tanya Sean.


"Ya... Ini istriku. Dia cantik juga bukan?" Gurau tuan Carles di sana.


Yaa.. Memang benar sekali, orang tersebut adalah tuan Carles. Tuan Carles adalah Daddy dari Gerald. Dia teman dari Sean dari dunia bawah, meskipun jarang bertemu pertemanan mereka tetap terjaga.


"Kau memang pandai dalam mencari. Di mana putramu? Apa dia tidak ikut?" Tanya Sean lagi.


"Dia berpamitan ke belakang sebentar," jawab tuan Carles.


Tidak lama kemudian putra Gerald datang kembali. Maaf sudah menunggu," ucap Gerald dengan sopan. "


Julian yang mendengar suara familiar di telinganya seketika menoleh, "kau di sini juga?" Ujar Julian yang memang suka bar-bar. Jennifer bersikap biasa saja di sana, meskipun dirinya sedikit terkejut jika ternyata Daddy Gerald adalah teman dari papinya.


Gerald yang memang sudah tahu siapa Julian dan keluarganya tidak terkejut sama sekali. Karena memang sang Daddy sudah memberitahunya, sang Daddy juga sudah menceritakan sedikit banyak keluarga Julian sebelusebelum dia di kirim ke Jerman oleh Daddy-nya.

__ADS_1


Sang Daddy juga pernah menunjukkan foto Jennifer, tapi itu semasa waktu kecil dulu, tidak waktu Jennifer beranjak dewasa. Memang sengaja Tuan Carles tidak menunjukkan Jennifer dewasa padanya, biarkan sang putra sendiri yang mencarinya.


"Hahaha... Ternyata kalian sudah saling akrab?" Ucap tuan Carles di sana.


"Maaf tuan, dia adalah teman sekelasku. Aku tidak tahu jika cunguk ini putra anda," dengan santainya Julian memanggil Gerald dengan sebutan cunguk.


"Juull..." ujar sang mami pelan agar Julian tidak sembarangan memanggil temannya seenaknya sendiri.


"Hahaha.... Biarkan saja nyonya, sepertinya mereka memang sangat dekat." Sahut tuan Carles.


"Aku dan papimu sudah berteman cukup lama tuan muda William, kami sama-sama dari dunia bawah." sambung Tuan Carles. Julian hanya bisa menyimak, dia mengingat-ingat waktu Gerald membantunya. Pantas saja Jika Gerald sudah seperti ahli dalam bela diri.


Ana dan Mommy Gerald bercengkrama sesama perempuan, Sean dan Tuan Carles berbincang sedikit-sedikit di sana membahas hal-hal penting.


Tidak lama para pelayan di sana menyajikan beberapa hidangan, satu persatu hidangan tersaji di atas meja. Semua hidangan terlihat menggiurkan di mata Julian.


"Mari kita makan dulu, Tuan dan Nyonya William, nanti kita sambung lagi pembicaraan kita." Sela Mommy Gerald di sana.


Mereka pun memutuskan untuk makan malam terlebih dulu sebelum melanjutkan perbincangan di antara kedua keluarga itu.


Hingga setengah jam lamanya, mereka menyelesaikan makan malamnya.


"Bagaimana, Tuan William?" Tuan Carles memulai pembicaraan.


"Katakan saja yang sebenarnya, tuan Carles. Jangan suka bertele-tele," ucap Sean yang sepertinya tahu jika Tuan Carles mempunyai maksud tertentu.


"Aku ingin putrimu menjadi menantuku, apa kau menyutujui?" Ujar Tuan Carles to the point.


Jennifer tersedak mendengar ucapan dari Tuan Carles, Gerald juga membuka matanya lebar-lebar mendengar ucapan sang Daddy


"Daad..." Ujarnya mengerutkan keningnya.


"Kenapa, Son? Bukankah kau juga menyukainya?" Ujar Tuan Carles kembali. Gerald tisak bisa menjawab apa-apa, mungkin jawaban dari Daddy-nya benar.

__ADS_1


"Emm... Aku setuju, Tuan Carles. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan mereka, kita hanya bisa mendukung putra putri kita." Ucap Sean yang mencoba memberi pengertian pada Tuan Carles.


"Julian setuju dengan papi, aku juga beberapa kali melihat Gerald memandang Jennifer." Sahut Julian menimpali pembicaraan sang papi.


Gerald melototkan kedua matanya, ternyata Julian diam-diam juga memerhatikan dirinya.


"Jangan melotot di depanku, aku sudah tahu." Julian memang beda dari yang lain, di saat orang lain bertemu dengan teman papi atau maminya bersikap ramah dan sopan, beda dengan Julian.


"Bagaimana Jen?" Tanya sang mami pada Jennifer. Ana bertanya lembut padanya, dia ingin mendengar bagaimana dengan jawaban putrinya.


"Jenni ikut mami dan papi saja, bagaimana baiknya untuk Jenni." Jawab Jennifer dengan di akhiri senyumannya. Sepertinya dia tidak keberatan sama sekali.


Gerald juga tidak menyangka jika Jennifer bisa semuda itu menerima tawaran dadi Daddy-nya.


"Kau yakin, Jen?" Sean bertanya memastikan.


"Nona William, kau bisa menolaknya jika memang tidak mau. Jangan bersikap tidak enak pada kami, kau berhak memilih keputusan untukmu." Sela Mommy Gerald di sana. Dia mencoba memahami situasi di sana.


Jennifer tersenyum ramah, "jika kedua orang tuaku Menyetujuinya, berarti itu yang terbaik untukku, nyonya. Papi dan Mami tidak mungkin menerima sembarang orang di keluarga kami." Jawab Jennifer dengan bijak. Sepertinya dia memang tahu bagaimana Papi dan Maminya.


"Apa kau yakin, nak? Jangan karena aku dan Papimu berteman kau merasa tidak enak." Tuan Carles masih mencoba meyakinkan kebenaran tersebut. Jennifer hanya bisa tersenyum.


"Bagaimana denganmu, Son?" Tuan Carles bertanya pada Gerald. Dia bingung kali ini, apa yang akan dia jawab.


"Baiklah, Dad." Jawabnya tanpa ragu sedikitpun.


"Okee Broo... Kita akan menjadi saudara nanti." Julian terlihat bersemangat di sana. Dia mengajak Gerald untuk bertos ria, Gerald melakukan tos ria dengan Julian dengan wajah tersenyum.


"Baiklah, Tuan William. Sepertinya kita sudah tahu bagaimana jawaban masing-masing dari putra putri kita, bagaimana jika kita lakukan saja pertunangan antara mereka?" Tuan Carles memang tidak perlu basa-basi.


"Apa itu tidak terlalu cepat, Dad. Beri mereka waktu untuk saling mengenal satu sama lain," sela Mommy Gerald.


"Tidak, nyonya. Aku setuju dengan Tuan Carles, banyak dari mereka di luar sana mengincar putriku. Aku hanya ingin yang terbaik untuk putriku," jawab Sean menyetujui ucapan Tuan Carles.

__ADS_1


__ADS_2