
"Apa maksudmu, Gerald? Aku tidak tahu apa yang kau maksud," ucap Sisca dengan wajah sok polosnya itu.
"Hahaha... ternyata kau masih bisa berbohong. Jangan kira aku tidak tahu dengan semua rencananmu, Nona. Bukankah kau menyuruh mereka untuk membawa Jennieku, tapi justru kau sendiri yang mereka bawa," ucap Gerald yang membuat wajah Sisca pias.
"Aku akui kau memang cukup berani, Nona. Tapi kau tidak tahu siapa yang kau hadapi," sambung Gerald dengan tersenyum sinis di depan Sisca.
"Aku tidak melakukan itu semua, kau salah sangka," elaknya lagi. Sisca tidak mau mengakui kesalahannya, padahal Gerald jelas-jelas mengatakan jika dirinya sudah tahu rencana Sisca.
"Benarkah? Kau tidak bisa membodohi ku, Nona,"
"Apa kau tidak bertanya bagaimana aku bisa di sini?" sambung Gerald.
Gerald memerhatikan raut wajah Sisca yang terlihat berbeda. Wajah Sisca menunjukkan jika dirinya bertanya-tanya bagaimana Gerald bisa tahu dirinya berada di sini, dan bagaimana bisa Gerald tahu rencananya terhadap jennifer.
"Aku akan memberitahumu, Nona. Kau mungkin sungkan untuk mengakuinya," ujar Gerald.
"Kau pasti bingung bukan bagaimana orang-orangmu datang dan menangkapmu? Itu sebenarnya adalah rencanaku, Nona. Apa kau tidak ingat saat aku membawa ponselmu? Dari situlah aku menghubungi mereka untuk datang dan membawamu," ungkap Gerald yang membuat Sisca sangat terkejut.
Mulut Sisca bungkam tidak bisa berbicara mendengarnya, dia menginginkan Jennifer yang tertangkap tapi justru sebaliknya, dirinya sendiri yang tertangkap. Gerald hanya tersenyum sinis melihat wajah Sisca.
__ADS_1
Kembali pada masa pasgi tadi di mana saat berada di kampus, Gerald sengaja datang ke sana karena menjalankan rencananya untuk membawa Sisca. Dia tidak akan membiarkan Sisca atau pun orang suruhan Sisca menyentuh Jennifer, maka dari itu Gerald datang ke sana. Kebetulan sekali pada saat itu Sisca tengah menghampirinya, jadi Gerald tidak perlu mencari ke sana ke mari.
Pertama kalinya Gerald saat itu merespon Sisca karena demi rencananya berhasil. Tepat sekali jika saat itu Sisca mengajaknya untuk makan, jadi semakin memudahkan rencananya untuk membawa Sisca dan akan memberi pelajaran yang setimpal. Gerald menyutujui ajakan dari Sisca, alih-alih Gerald meminta ponsel Sisca untuk mencatat nomot ponselnya, namun sebenarnya Gerald juga mencari nomor orang suruhan dari Sisca.
Tanpa kesulitan Gerald dengan cepat menemukannya, Gerald mengirimkan pesan pada orang-orang suruhannya itu untuk datang ke salah satu rumah makan pilihannya itu. Di saat pesannya sudah terkirim, Gerald dengan cepat menghilangkan bukti pesan itu dan mencatat nomor ponselnya di ponsel milik Sisca. Tanpa merasa curiga Sisca melihat perubahan sikap Gerald, justru dia sangat senang karena Gerald meresponnya, padahal itu adalah rencana dari Gerald.
Dan pada malam harinya, Gerald memang sengaja menyewa tempat yang ia gunakan untuk bertemu dengan Sisca. Gerald melakukan itu agar bisa dengan mudah membawa Sisca ke dalam recananya sendiri. Saat kedatangan Sisca, Gerald beralasan jika ponselnya tertinggal, ia kembali meminjam ponsel Sisca dengan beralasan hadiah yang ia siapakan untuk Sisca di bawa oleh anak buahnya.
Padahal, di situ Gerald kembali menghubungi orang-orang suruhan Sisca, Gerald menulis jika target sudah ada di tempat dan segera untuk datang menangkapnya. Pesan terkirin, Gerald kembali menghapus pesan itu dari ponsel Sisca. Langkah selanjutnya berhasil Gerald pun beralasan untuk mengambil hadiah yang akan ia berikan pada Sisca, ia meninggalkan Sisca sendiri di meja yang tersedia.
Bukannya pergi mengambil hadiah untuk Sisca, tetapi Gerald justru bersembunyi dan menunggu kedatangan orang-orang suruhan Sisca. Yang di tunggu-tunggu akhirnya datang, Gerald hanya memperhatikan apa yang di lakukan orang-orang itu apda Sisca. Gerald tersenyum sinis saat orang-orang itu berhasil membawa Sisca yang ia kira jika yang ia bawa itu adalah Jennifer.
Saat mereka pergi membawa Sisca, Gerald mengikuti mereka dari jauh dengan membawa anak-anak buahnya bersamanya. Kenapa Gerald tidak langsung menangkap mereka? Gerald ingin membuat Sisca jatuh sendiri ke dalam rencananya.
"Kenapa kau lakukan ini apdaku? Lepaskan aku!" berontak Sisca.
"Aku hanya ingin membawamu ke dalam rencanamu sendiri, Nona. Asal kau tahu, aku tidak akan membiarkanmu ataupun orang-orangmu itu menyentuh Jenniku. Aku harap setelah ini kau tidak menyesal," ujar Gerald penuh penekanan.
"Bawa wanita ini ke tempat yang sudah aku siapkan," perintahnya pada anak bauhnya.
__ADS_1
Mereka segera datang dan membawa Sisca pergi dari sana, entah tempat seperti apa yang sudah Gerald persiapkan untuk mereka dan kenapa jika Gerald tidak memberi pelajaran di tempat itu saja? Gerald ingin memberikan balasan setimpal untuk mereka, jika langsung memberi pelajaran di sana dengan sekali hajar, maka tidak ada kepuasan sendiri pada Gerald untuk menghukum mereka.
Gerald sudah menyiapkan pelajaran yang membuat mereka sendiri enggan untuk hidup. Sisca memberontak kuat saat anak buah Gerald membawanya pergi. Anak buah Gerald membeguk tengkuk leher Sisca hingga dirinya jatuh pingsan, mereka melakukan itu agar dengan mudah membawa Sisca pergi. Mereka segera pergi meninggalkan tempat itu, dan tak lupa juga Gerald segera menyusul anak-anak buahnya untuk pergi dari sana.
Tiga hari kemudian...
Di dalam rumah megah bak istana itu, sepasang suami istri itu tengah cemas menghawatirkan sang putri yang tidak kunjung pulang selama dua hari. Para bodyguard yang mereka tugaskan untuk mencari putrinya tidak menemukan keberadaan putrinya sama sekali. Mereka kembali tanpa ada hasil yang mereka dapat.
"Dad, bagaimana ini? Kemana perginya Sisca sebenarnya? Kenapa tidak ada kabar sama sekali?" cemasnya.
Benar sekali jika mereka adalah keluarga dari Sisca, mereka mencari ke sana ke mari tidak menemukan jejak Sisca sama sekali. Bahkan mereka juga sudah menanyakan ke teman-teman Sisca, tetapi masih saja tidak bisa menemukan di mana Sisca berada. Mereka mencari dari pagi ke pagi, tidak ada satupun informasi mengenai di mana Sisca.
"Mommy yang tenang, oke. Biar aku yang akan mencari, pasti Sisca akan ketemu," ujarnya untuk menangkan sang mommy. Dia adalah kakak perempuan dari Sisca.
"Apa kalian sudah menemukannya?" tanya daddy Sisca pada para bodyguardnya.
"Maaf, Sir, kami belum bisa menemukan Nona Sisca. Tapi kami mendapat laporan, terakhir kali Nona Sisca datang ke mall mencari untuk berbelanja dan ke salon kecantikan," jawabnya. Ia pun memberikan laporan yang ia dapat pada daddy Sisca.
"Apa kalian tahu dengan siapa dia pergi?" sahut mommy Sisca.
__ADS_1
"Tidak, Madam. Menurut informasi yang saya dapat, Nona Sisca pergi ke sana sendiri," jawabnya dengan jujur.
Mommy Sisca terlohat sekali jika dirinya sangat cemas karena Sisca tidak kunjung kembali. Kakak dari Sisca mencoba untuk menenangkan sang mommy agar tidak sampai down.