
Malam harinya...
Daddy Wendy benar-benar datang ke kediaman Gerald selama di Berlin, beruntung sekali Gerald membarkan dirinya masuk ke sana.
"Ada apa, Tuan?" tanya Gerald tanpa berbasa-basi. la duduk di kursi single dengan kaki menyilang, dirinya bahkan tidak mempersilahkan daddy Wendy untuk duduk. Walau begitu, daddy Wendy tetap duduk tanpa di persilahkan oleh tuan rumah.
"Aku ingin berbicara empat mata denganmu," jawabnya.
"Katakan saja," pinta Gerald. Ia tidak mau berbasa-basi terlebih dulu.
"Aku ingin meminta pertanggung jawaban dirimu atas kondisi putriku saat ini. Dia seperti ini karena dirimu, jika kau tidak mau bertanggung jawab, maka aku akan melaporkan dirimu atas tuduhan melakukan pembunuhan" Gerald tersenyum miring mendengar perkataan daddy Wendy, ternyata itulah dia datang ke rumahnya.
"Tanggung jawab? Memangnya apa ang sudah aku lakukan pada putrimu itu, Tuan? Memangnya siapa yang ingin membunuh ptrimu itu?" Gerald sudah tahu masalah ini.
"Putriku tidak sadarkan diri sampai saat ini, beberapa hari yang lalau aku mendengar jika kekasihmu itu telah menjambak putriku sampai dirinya tidak sadarkan diri. Dan aku yakin jika apa yang terjadi dengan putriku saat ini juga ulah dari kekasihmu itu. Yang terjadi dengan putriku saat ini adalah karena dirimu, jadi aku meminta kau untuk bertanggung jawab," paparnya panjang lebar.
Gerald yang mendengar itu tersenyum sinis. Memang apa yang terjadi dengan Wendy saat ini adalah karena ulah Jennifer, tetapi dia tidak akan membuka suara mengenai hal itu. "Hahaha... apa kau punya bukti untuk itu, Tuan! Kekasihku memang pernah menjambak putrimu, tapi itu karena ulah putrimu sendiri yang tidak bisa menjaga mulutnya. Dan apa yang teradi sekarang kau menuduhnya? Apa kau punya bukti yang jelas? Dan harusnya kau cari tahu dulu bagaimana sebenarnya putrimu saat di luar."
"Jangan selalu memanjakan putrimu itu dengan semua kekuasaanmu, sampai-sampai dia berbicara sesuka hati pada orang lain!" tandas Gerald dengan sorot mata yang tajam di sana, setiap ucapannya penuh penekanan.
Kata-kata yang di keluarkan Gerald membuat Daddy Wendy tidak menyukainya. Manusia terbuat dari apa sebenarnya orang itu, tidak pernah mau terlihat salah."
Aku tidak mau tahu. Sudah jelas-jelas jika yang terjadi saat ini berhubungan denganmu. Kau mau bertanggungjawab, atau kau aku seret ke dalam sel," ancamnya dengan mengeluarkan surat yang ia bawa.
Benar-benar daddy Wendy menggunakan kesempatan ini untuk mendesak Gerald. Jadi inilah rencananya yang dia buat siang tadi.
__ADS_1
"Hahaha... tanggung jawab apa yang kau inginkan? Bukti apa yang bisa kau tunjukkan jika apa yang terjadi pada putrimu sekarang berhubungan denganku?" tawa Gerald terdengar begitu keras memnuhi seisi ruangan. Gerald menertawakan kebod*han yang di lakukan oleh daddy Wendy.
"Jangan hanya mengancam dan mendesakku untuk memnuhi rencananmu itu, Tuan. Kau tidak bisa menunjukkan bukti yang kuat. Bisa saja aku kembali melaporkanmu, anak-anak buahku juga bisa menyeretmu keluar saat ini juga!" Gerald terlihat berapi-api.
Di kiranya jika Gerald akan takut dengan semua desakan dan ancamannya, sudah jelas-jelas tidak ada ketakutan pada diri Gerald di sana. Gerald bisa saja membalikkan situasi saat ini dan membungkam dadddy Wendy untuk diam.
"Aku tidak pernah mengancam dan mendesakmu. Aku menginginkan pertangggung jawabanmu. Kau memilih menikahi putriku, atau polisi akan menghampirimu saat ini juga!" kalau tidak mengancam dan mendesak, lalu itu apa namanya? Dia mencari kesempatan dalam kesempitan. Enak saja dia berkata seperti itu, benar-benar tidak ada rasa malu dan tidak tahu diri.
"Tidak ada kata pernikahan dan tidak ada polisi, Tuan Brown," sahut suara wanita dengan keras di sana. Kedatangannya secara tiba-tiba tanpa memberi kabar.
Gerald tersenyum manis melihat siapa yang tengah datang ke kediamannya. Siapa lagi kalau bukan Jennifer, dia datang walau tanpa di minta. Daddy Wendy itu pun menoleh ke arah sumber suara, ia sedikit terkejut saat Jennifer tahu siapa namanya.
Jennifer mendudukkan dirinya di sofa dengan gaya anggunnya. "Tidak ada pernikahan seperti yang kau katakan, Tuan. Jadi kau dan putrimu harus buang jauh-jauh semua ambisi itu," ujarnya.
"Itu kemauanmu atau kemauan putrimu, Tuan? Kenapa kau tidak meminta tanggung jawab pada pria-pria di luar sana yang pernah bermain gila dengan putrimu itu, Tuan," celetuk Jennifer yang membuat daddy Wendy naik darah.
"Dan untuk surat ini?" srek... srek... srek... Jennifer merobek kertas yang di bawa oleh daddy Wendy itu menjadi potongan-potongan kecil dan di hamburkan ke atas bak hujan kertas. Seketika emosi daddy Wendy meluap-luap.
"Dasar anak-anak kurang ajar kalian! Apa ini yang di ajarkan orang tua kalian!? Kalian tidak ada sopan santun! Apa kalian tidak tahu siapa aku?" wajahnya terlihat merah. Anak buah Gerald ingin mendekat, tetapi Gerald memberikan kode untuk diam di tempat masing-masing.
"Jangan membawa orang tua kami, Tuan. Tentu saja mereka mengajarkan kami yang terbaik. Dan apakah seeperti ini kau mengajarkan putrimu?" Jennifer membalik ucapan daddy Wendy. Ia terihat sangat santai, tapi juga bisa mematikan.
"Lain kali sebaiknya kau lihat bagaimana putrimu itu di luar sana, Tuan. Harusnya kau tahu bagaimana putrimu saat tidak bersamamu. Jangan hanya menyalahkan orang lain dan meminta pertanggung jawaban yang tidak jelas. Kau mencari tahu siapa yang membuat putrimu tidak membuka matanya sampai sekarang, bukan?" Jennifer menggantungkan ucapannya. Ia berniat akan memberitahu siapa pelaku yang sudah membuat Wendy tidak berdaya saat ini.
"Babe...." Jennifer tidak menghiraukan panggilan Gerald padanya. Ia justru tersenyum miring pada daddy Wendy.
__ADS_1
"Itu tidak ada hubungannya dengan pria di hadapanmu. Tapi akulah yang sudah membuat putrimu berbaring saat ini. Apa kau tahu penyebabnya? Itu adalah tugasmu sebagai orang tua untuk mencari tahu bagaimana putrimu di luar."
"Jangan hanya menggunakan kekuasaanmu. Jika kalian memang keluarga terpandang, harusnya kau bisa mengajari putrimu dengan baik," ungkap Jennifer panjang lebar di sana. Awalnya Gerald tidak ingin membuak suara tentang itu, tetapi Jennifer sendiri yang membuka suara.
"Jadi kau yang mencoba membunuh putriku! Berani sekali kau menyentuh putriku!" daddy Wendy benar-benar murka saat ini. Daddy Wendy mengambil apa saja di depannya dan melemparanya pada Jennifer.
Dengan sigap Jennifer bisa menangkapnya, bahkan sangat mudah bagi Jennifer menangkap benda yang melayang ke arahnya.
"Tuan, Brown! Jaga sikapmu!" Gerald berteriak murka di sana. Dia tidak akan membiarkan kekasih hatinya itu terluka walau sedikit saja.
Bukannya takut, Jennifer tersenyum miring di sana. Aku tidak pernah membunuh putrimu, Tuan. Dia masih bisa bernapas bukan? Aku hanya memberikan sedikit hukuman pada putrimu. Harusnya kau bersyukur jika kau masih bisa melihat putrimu saat ini."
"Kurang ajar, kau!" daddy Wendy ingin mendekat ke arah Jennifer. Anak-anak buah Gerald yang melihat kode dari tuannya itu tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka menahan tubuh daddy Wendy agar tidak menyentuh Jennifer.
Mereka menahan kuat, membuat daddy Wendy terus-terusan memberontak. "Apa yang kalian lakukan! Lepaskan aku!"
Gerald mendekat dan merangkul pundak Jennifer di hadapan daddy Wendy tanpa sungkan. "Sebaiknya kau pergi dari sini, Tuan. Walau pun kau marah-marah dan berteriak, usahamu tidak akan berhasil."
"Awas kalian! Aku akan menuntut kalian! Aku akan membuat kalian mendapat hukuman seumur hidup!" gertak daddy Wendy. Karena tidak mendapat apa yang dia inginkan, begitulah hasilnya, dia akan marah dan yang apsti mengandalkan kekuasaan dirinya. Namun sayangnya jika dia lupa di mana dia berada saat ini.
"Hukum yang kau bawa tidak berlaku untukku, Tuan. Mereka tidak akan berani menyentuhku walau sepucuk kukuku. Kekuasanmu tidak berlaku di sini, apa kau tidak tahu di mana kau berada saat ini?" Tatapan mata elang Jennifer terlihat. Dia juga bisa menggunakan kekuasaannya sebagai putri William saat ini untuk menghadapi orang-orang sombong seperti daddy Wendy.
Tentu saja hukum tidak akan berlaku untuk Jennifer, siapa yang berani menghukum garis keturunan keluarga William. Bahkan keluarga mereka tidak membutuhkan hukum untuk membuat jera musuh-musuh di luar sana. Hukum mafia berlaku di keluarga mereka.
"Sebaiknya kau keluar dari sini. Tidak ada gunanya kau berteriak dengan kencang di sini. Dan satu pesanku, kau ajarkan putrimu dengan benar. Aku bisa melakukan apa saja pada putrimu saat ini juga jika kau masih bersikeras." Jennifer memberikan ancaman pada daddy Wendy.
__ADS_1