Anara Dan Tuan Mafia

Anara Dan Tuan Mafia
Bab 96


__ADS_3

Tuan Carles memerintahkan anak buahnya untuk langsung datang ke markas yang di tempati oleh Leon. Sebelum berangkat ke sana, mereka semua di beri tanda masing-masing agar bisa membedakan mana kawan dan musuh.


Sean segera naik kembali ke helikopter yang ia gunakan tadi, tidak lupa jika Leon berada di sana saat ini. Ia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini, tangan dan kakinya terikat. Dan kepalanya tertutup dengan kain hitam.


Door...


Door...


Dooorr...


Berondongan peluru tiba-tiba saja mengenai mereka. Semua anak buah Leon kewalahan mendapat serangan mendadak tidak terkira.


Mereka yang dengan sigap membalas tembakan yang di lontarkan oleh kelompok Sean dan Carles.


Dor....


Door...


Door..


David yang berada di sana pun juga berlari keluar karena mendapat serangan yang tidak terduga. la sedari tadi menunggu jika Leon kembali. Tapi tidak di duga, jika mereka mendapat serangan mendadak.


"Siiaalll..." umpat David mengambil senjata yang ia milik.


Dorr..


Doorrr...


Door..


David mencoba menyerang musuh yang tiba-tiba datang ke sana.


Mereka yang memang tidak ada persiapan apa-apa itu pun banyak yang sudah tumbang hanya sekali bidikan.


Leon yang mendengar sahutan senjata dari bawah itu pun memberontak untuk di lepaskan. Sean melihat dengan senyum jahatnya di atas helikopter.


"Kau mencari lawan yang salah, Leon." Ucap Sean menunjukkan senyum jahatnya.


Kelompok Leon tidak hanya mendapat serangan dari bawah, tapi juga dari atas. Dari kelompok Sean yang memiliki senjata lengkap.


Door...


Dorr..


Door..


"Turunkan sedikit." Sean memerintahkan sang kemudi untuk menurunkan sedikit helikopter yang ia gunakan.


Sean menarik Leon ke arahnya. Ia mengambil pistol miliknya dan mengarahkan ke arah Leon.


Sean membawa Leon di pinggiran. "Turunkan senjata kalian. Atau pimpinan kalian tewas begitu saja?" teriak Sean dengan pistolnya yang di arahkan ke kepala Leon.


Semua orang berhenti mendengar teriakan Sean. Anak buah Leon menoleh ke arah sumber suara.


Sean membuka penutup kepala Leon di sana dan tersenyum jahat.

__ADS_1


"Siallaannn..." David mengumpat melihat Leon di sana. Wajahnya juga sudah babak belur.


David yang terlihat marah itu pun mengarahkan pistolnya ke arah helikopter yang di gunakan oleh Sean. salah satu kelompok Carles yang melihat gerak gerik David itu pun segera menendang David.


Bugh..


Bughh..


Dua tendangan keras di dada dan tangan David, hingga pistol yang ia bawa terpelanting jauh. Anak buah Carles meringkus David.


"Jika kalian berani bergerak, maka pimpinan kalian tidak bernyawa lagi." Anak buah Leon tidak bisa berbuat apa-apa à kali ini. Dari pada pimpinan mereka kehilangan nyawa.


"Kau sudah bermain-main denganku, Leon. Apa yang kau ucapkan sebagai pesan terakhirmu?" Sean berucap tepat di telinga Leon. Leon yang mendengar ucapan Sean itu pun memberontak.


Sean tersenyum jahat dan tanpa aba-aba menjatuhkan Leon dari atas sana.


Anak buah Leon yang melihat itu pun teriak bersamaan. "BOOSS..."


Sean tidak mau berlama-lama untuk menghabisi Leon. Leon di bawah sana memuntahkan darah segar dari mulutnya. Ia juga kejang-kejang di sana. darah segar membanjiri tubuhnya yang sedang sekarat.


Anak buah Leon terlihat murka dan kembali menyerang kelompok Carles dan Sean secara brutal. David yang melihat kejadian di hadapannya itu pun murka. Ia menyerang kembali anak buah Carles yang sudah meringkusnya.


Baku hantam dan baku tembak kembali terjadi saat ini.


Buughh..


Buughh..


Door...


Door...


Anak buah Sean mengambil boom dan melemparkan ke arah markas milik Leon.


Boom..


Boom..


Duaarr...


Anak buah Sean tidak main-main. Mereka langsung melemparkan dua boom sekaligus.


Tanah yang ada di sana bergetar akibat dari ledakan dari boom yang di lemparkan anak buah Sean.


Boom...


Boom..


Duaarr..


Anak buah Sean kembali melemparkan dua boom ke arah sana. bangunan itu sudah tidak bisa menahan ledakan dari boom rakitan kelompok Sean.


Banyak dari anak buah Leon terkena ledakan dari boom tersebut.


David yang masih belum tumbang itu pun kembali murka melihat jika markas mereka hancur.

__ADS_1


"Kurang ajar kau, William." Teriaknya...


Sean melompat dari helikopter di atas ketinggian 5 meter. la segera berlari dan ikut bergabung dengan anak buahnya dan anak buah Carles.


Bughh..


Bugh,...


Sean melawan mereka dengan tangan kosong.


Door...


Dorr...


Door..


Sean menembak mereka dengan sangat brutal. Mungkin karena sudah sangat geram dengan Leon dan kelompoknya yang sudah menyentuh Ana.


Bughh..


Bughh..


Sean mendapat pukulan dari belakang hingga sedikit terhuyung.


Orang itu mengeluarkan belatinya dan menyerang Sean. Sean segera menangkis orang itu sebelum belati itu menyentuh kulitnya.


Orang itu uterus-terusan menyerang Sean tanpa henti. Hingga pada akhirnya..


Sreett...


Belati itu menggores perut Sean... darah segar keluar. Tapi, Sean masih mecoba menguatkan dirinya. Dia tidak akan membiarkan musuhnya bisa mengalahkannya begitu saja.


Sean membalas orang tersebut dengan berkali-kali lipat meskipun dirinya kini tengah terluka. Sean mencoba mengambil Alih belati tersebut. Daann...


Jleebb...


Jleebb...


Sean membalas orang tersebut dengan mengarahkan belati yang di bawa orang itu tepat di jantungnya. Orang itu pun meregang nyawa akibat tindakan dari Sean.


Dengan bantuan kelompok Carles, semua kelompok Leon sudah berhasil di bumi hanguskan oleh kelompok Sean.


Bukannya Sean tidak mampu melawan mereka sendiri, tapi memang Sean juga tidak bisa begitu saja menyerang di wilayah orang lain. Leon juga merupakan incaran dari kelompok Carles, jadi mereka sekalian menyerang dengan bekerja sama.


Carles yang memang ikut dalam penyerangan itu pun datang mendekat ke arah Sean.


"Kembalilah ke markasku dulu, tuan William. Kau terluka, biarkan anak buahku mengobati lukamu terlebih dulu. Untuk di sini, biar anak buahku yang mengurusnya ." Ucap Carles melihat luka yang di alami Sean.


"Tidak apa, tuan Carles. Aku masih kuat." Ucapnya menolak.


"Tuan... yang di katakana tuan Carles benar. Jangan sampai nanti nyonya bersedih melihat hal ini. Biarkan nanti aku membantu mereka di sini." Selah Riko di sana.


"Baiklah, aku menitipkan padamu." Ucap Sean menerima setelah mendengar Riko berkata seperti itu.


Sean pun kembali terlebih dahulu ke markas milik Carles untuk di obati terlebih dahulu. Sedangkan Riko dan anak buah Sean yang lainnya ikut membantu membereskan kekacauan di sana.

__ADS_1


Tempat yang awalnya terlihat megah dan tertata sekarang menjadi hancur rata dengan tanah akibat boom yang di layangkan oleh anak buah Sean. Di sana juga menjadi lautan darah dan manusia saat ini.


Sedangkan di sisi Ana...


__ADS_2