Anara Dan Tuan Mafia

Anara Dan Tuan Mafia
Bab 87


__ADS_3

Markas Kingdom...


James sudah tiba di sana setelah mencari barang-barang yang di perintahkan oleh Sean. Rika memandang bangunan besar itu yang sangat terawat.


"Ini tempat apa? Kenapa banyak sekali orang-orang berbaju hitam seperti itu?" tanya Rika penasaran karena ia beru pertama kali ini datang ke tempat seperti itu.


Dia di suguhkan banyak orang yang berbaju serba hitam dan berotot. Pandangannya tidak pernah berhenti melihat sekitar sana.


Rika juga tidak tahu jika Sean juga sebenarnya seorang pimpinan mafia yang terbesar itu.


"Nanti akan tahu, ayo cepat turun. Apa kau mau menunggu di sini sendiri?" ajak James. Rika melepas sabuk pengaman lalu ikut turun bersama James, dari pada dia berada di sana sendiri. Menurut Rika orang-orang di sana sangat seram, wajah mereka sangat garang. Tidak ada yang tersenyum sama sekali.


Sesampainya di dalam, Rika memandang semua dekorasi dan semua barang yang ada di sana. Barang-barang di sana terlihat langkah dan berjejer rapi.


Di sana juga terdapat dua katana yang menggantung di tembok, itu adalah senjata milik Sean.


Warna yang di sana dominan hitam dan kombinasi gold. Bangunan itu memang terbilang besar dan luas dari pada mension Sean, karena memang itu semua tempat anak buah Sean tinggal. Sean tetap memberikan fasilitas yang layak untuk semua anak buahnya.


"Tempat apa ini?" Rika bertanya menghilangkan rasa penasarannya sedari tadi.


"Kenapa terlihat seram?" sambung Rika. Karena memang Sean juga membuat Susana di sana sedikit gelap dengan lampu yang meremang.


"Ini markas milik tuan Sean." Jawab James dengan jujur.


"Markas? Markas apa maksudmu?" Rika sudah memikirkan yang tidak-tidak mendengar James mengatakan jika itu adalah markas.


"Markas di mana tempat semua anak buah tuan Sean tinggal." Jawab James.


"Lalu, bagaiamana dengan keluarga mereka semua?" Rika semakin penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh James.


"Sebagian besar anak buah tuan Sean tidak mempunyai keluarga, dan mereka yang mempunyai keluarga, tuan Sean memberikan mereka waktu pulang selama satu bulan dalam waktu dua tahun sekali. Tapi, itu tuan Sean melakukan secara bergantian, tidak menyeluruh." Jawab James panjang lebar.

__ADS_1


Yaah... bagaimanapun, Sean pasti memberikan bonus pada setiap anak buahnya. Tidak mungkin Sean selalu mengurung anak buahnya di sana, apa lagi mereka yang mempunyai keluarga. Mereka pasti juga ingin berkumpul dengan keluarganya. Sean juga memberikan cuti untuk anak buahnya jika mereka menginginkan itu.


"Apa kau juga tinggal di sini?"


"Tidak." Jawabnya.


"Kenapa? Kau kan juga anak buahnya?" Rika kembali penasaran.


"Aku mempunyai apartemen sendiri. Aku hanya sesekali datang ke sini untuk latihan dengan mereka. Aku bukan anggota paten di sini, aku akan membantu jika memang sangat di butuhkan. Kalau tidak begitu, aku akan ikut bergabung dengan mereka jika aku sedang merasa bosan tidak punya kegiatan." Jawabnya.


James memang bukan anggota paten di sana, tapi kemampuan bela dirinya juga tidak main-main. James setara dengan semua anak buah Sean, mereka di sana juga mengenal siapa James.


Mereka melanjutkan langkah kaki mereka untuk bertemu dengan Riko. "Hallo, Ko. Lama kita tidak bertemu." Sapa James dengan ramah. "Hai juga, Mes. Siapa yang kau ajak bersamamu ini?


Apa kekasihmu?" tanya Riko tanpa ba bi bu be bo.


"Kau sudah tahu sendiri bukan." Jawabnya.


James memberikan semua barang yang di minta oleh Sean pada Riko. Mereka berbicara dan membahas banyak hal. Rika yang memang tidak mengerti apa yang kaum laki-laki bahas itupun hanya memilih diam tidak berbicara sepatah katapun.


Sebenarnya ia masih bertanya-tanya tempat apa yang ia datangi saat ini, hingga tiba-tiba, dirinya di kagetkan suara tembakan yang di hasilkan oleh anak-anak buah Sean yang berlatih di luar sana.


Dor...


Door..


Door...


"Aaakkhhh...." Teriaknya kaget memegangi kedua telinganya sambil terpejam. Ia langsung turun dari kursi duduk dan berjongkok karena dia mengira jika ada kelompok orang jahat yang tiba-tiba ke sana dan menembak semua orang.


James dan Riko memandang Rika bingung.

__ADS_1


"Tolong... selamatkan aku... ada orang jahat di luar." Rancaunya dengan sangat panik.


"Kau kenapa, nona?" tanya Riko padanya.


Rika pun membuka matanya dan menurunkan kedua tangannya menoleh ke arah James dan Riko yang terlihat sangat santai.


"Bukankah tadi suara tembakan? Kenapa kalian santai begini?" sungutnya melihat kedua orang itu terlihat sangat biasa.


"Hahaha.... Kau ada-ada saja, nona. Tidak akan ada yang bisa dengan mudah menembus tempat ini. Jika mereka melakukan itu, mereka harus berfikir berulang-ulang kali." Jawab Riko menertawakan Rika karena terlihat lucu.


"Ini sebenarnya tempat apa sih? Kenapa harus ada tembak-tembakan segala? Tidak tahu apa kalau main tembak-tembakan itu berbahaya." Sungutnya lalu kembali duduk di mana dirinya duduk.


"Hahaha.... Tembak menembak memang sudah menjadi tugas kami, nona. Anda tenang saja." Jawab Riko menertawakan Rika kembali.


Rika hanya mencebikkan bibirnya tidak ada henti-hentinya. Karena baru kali ini dia bertemu dengan anak buah Sean yang aneh menurutnya. Memang pekerjaan apa sampai tembak menembak menjadi tugas mereka, aneh. Pikir Rika.


Malam hari...


Sebelum pulang, Sean datang dulu ke markas miliknya sesuai yang ia katakan tadi. Ia juga sudah memberitahu Ana jika dirinya akan pulang terlambat agar sang istri tidak menunggunya nanti.


"Kau sudah lakukan apa yang aku minta, Ko?" tanya Sean pada Riko.


"Sudah tuan. Saya sudah memasang pelacak yang tidak akan di ketahui oleh siapapun. Saya memakai pelacak yang baru kita rancang, jika benda itu di tempelkan pada benda lainnya, dia akan berubah warna seperti benda itu." Terang Riko.


Riko dan lainnya menciptakan alat pelacak yang sangat kecil dan bisa berkamuflase dengan benda tersebut. Mungkin suatu hari nanti mereka akan menciptakan hal-hal yang baru lagi.


"Apa yang akan anda lakukan, tuan?" tanya Riko.


"Kita lihat nanti mereka bergerak sampai mana. Tetap awasi dia, aku akan membawa Ana ke mension utama dulu untuk sementara agar dia lebih aman di sana ." Ucap Sean.


Keputusan Sean memang tepat untuk membawa Ana dan anak-anaknya untuk tinggal dulu di mension utama. Kali ini Sean memiliki tanggungan yang lebih untuk menjaga istri, anak dan keponakannya. Meskipun dia menempatkan anak buahnya di mension, itu belum bisa menjamin seutuhnya keamanan Ana.

__ADS_1


Mension utama merupakan tempat di mana mami dan papi Sean tinggal di sana. Sean akan menempatkan anak buahnya di sana dengan ketat, mungkin di sana lebih aman karena ada papi Sean yang notabene juga merupakan mantan pimpinan mafia yang sekarang beralih di tangan Sean.


__ADS_2