Anara Dan Tuan Mafia

Anara Dan Tuan Mafia
Bab 176 Season 2


__ADS_3

"Jangan sentuh putriku, aku akan melakukan sesuai dengan yang kau minta." Ucapnya tegas kali ini.


"Kau harus ingat, nyawa putrimu berada di tanganmu. Jika kau tidak menepati ucapanmu, maka kau dan putrimu bersiap-siap saja." Riko memberikan sedikit ancaman pada orang tadi. Orang tersebutpun juga bingung, jika dia menolak, maka dia akan mati sia-sia di tangan Sean. Apa yang di pilih orang tersebut juga membuatnya bingung, karena sama-sama akan merenggut nyawanya.


"Lapor, Tuan. Saya mendapat kabar jika keluarga Johnson akan mengadakan pesta tiga hari lagi, apa yang akan kita lakukan?" Ucapnya memberikan laporan pada sang majikan.


"Pesta? Sepertinya akan sangat menarik jika kita ikut meramaikannya," ujarnya dengan tersenyum jahat. Satu alisnya terangkat ke atas mendengar kabar dari anak buahnya tadi. Orang itu adalah orang yang di bebaskan sementara oleh Sean, jika tisak di butuhkan lagi Sean akan menghabisi orang itu juga nantinya.


"Apa kita akan ikut menghadirinya, Tuan?" Tanyanya memastikan.


"Eemm... Dari pada kita menunggu kedatangan mereka, lebih baik kita ke sana dan ikut meramaikan acara itu. Pasti sangat menyenangkan," jawabnya. Smirk jahatnya sangat terlihat di sana, yang dia maksud adalah dia akan menghancurkan pesta yang akan di gelar oleh Sean. Tapi dia tidak tahu jika sebenarnya itu adalah rencana untuk menjebaknya dan semua anggotanya untuk datang ke sana.


"Kita akan ikut meramaikannya nanti, pantau terus bagaimana mereka." Perintahnya pada anak buahnya. Anak buahnya tadi segera mengundurkan diri dan pergi dari san, saat berada jauh di tempat itu, ia pun merogoh poselnya dan menghubungi seseorang.


"Halo, Tuan. Aku sudah melakukan apa yang kau perintahkan, dia mengatakan jika dirinya akan datang bersama dengan yang lain." Lapornya saat panggilan telfonnya terhubung.


"Kerja bagus, kau awasi pergerakan mereka." Ucapnya di seberang sana lalu memutuskan sambungan telfonnya. Orang tersebut pergi meninggalkan markas yang ia datangi.


Orang di seberang sana tersenyum puas mendengar jika sang musuh masuk dalam perangkap yang mereka buat.


"Umpan sudah di sambar, tinggal menariknya ke permukaan." Ujarnya dengan smirknya.


.


.


Tiga hari kemudian...


Semua persiapan sudah selesai di lakukan oleh anak buah Sean, mereka mengaturnya dengan sangat perfect. Mereka semua membuat pesta itu seperti pesta sungguhan, bahkan mereka juga memesan beberapa makanan untuk di sajikan di sana agar tidak membuat curiga.


"Apa Anda akan mengajak Nyonya dalam pesta ini, Tuan?" Tanya Riko pada Sean.


"Tidak, aku tidak akan mengajaknya untuk hadir di sini. Aku akan mengirimkan beberapa anak buah untuk menjaganya di mension. Aku juga tidak ingin dia akan syok melihat lautan darah nanti." Tegas Sean. la benar-benar tidak membiarkan Ana untuk ikut nanti, Sean memperbolehkan Ana untuk bela diri. Tapi tidak untuk ikut dalam hal penyerangan yang akan ia lakukan.

__ADS_1


"Persiapkan semuanya, sore nanti kita harus menyambut kedatangan mereka." Ucap Sean. Mereka semua segera bersiap untuk datang ke lokasi yang akan di gunakan untuk mereka berpesta nanti.


Sedangkan di sisi lain...


"Apa semua sudah siap? Kita harus datang dengan meriah, hahaha." Gelak tawanya terdengar sangat keras. Serasa kemenangan berada di depan matanya, tapi entah bagaimana mereka nanti.


"Semua sudah siap, Tuan. Kita tinggal berangkat menuju lokasi di sana," jawab orang tersebut.


"Baiklah, kita hadiahkan ini untuk mereka. Jika saja dia menerima tawaranku, maka aku tidak akan melakukan seperti ini." Ucapnya dengan penuh percaya diri sekali.


Kembali lagi ke sisi Sean...


la pulang ke mension terlebih dahulu untuk berpamitan pada Ana agar dirinya tidak cemas khawatir pada sang suami nanti.


"Sayaaang," panggilnya Ada Ana sedikit berteriak.


"Ada apa? Kenapa kau berteriak seperti itu?" Ucap Ana setelah mendengar teriakan Sean.


"Apa setipa mafia akan mengadakan pesta besar?" tanya Ana penasaran.


"Eemm... Biasanya dari dunia bawah akan mengadakan pesta atau acara pelelangan yang di khususkan oleh mafia. Terkadang meraka juga tidak bisa sembarangan memasukkan tamu ke dalam pesta." Terangnya lagi. Ana menganggun faham dengan apa yang di jelaskan masih ribut-ribut,


"Hmm... Kau harus berhati-hati di sana." Ujar Ana.


"Tentu," jawab Sean mengecup singkat pucuk kepala Ana.


"Maam... Kita pergi sebentar, oke." Pamit Julian dan Jennifer.


"Kalian mau ke mana?" Tanyanya.


"Kita pergi nongkrong dengan teman-teman, boleh lah yaahhh yaah yaah..." Bujuk Julian pada sang mami.


"Baiklah-baiklah, kalian hati-hatilah di luar." Ana mengizinkan keduanya untuk pergi keluar.

__ADS_1


Mereka berdua segera keluar bersamaan, sebenarnya mereka bersua hanya beralasan untuk nongkrong di luar. Padahal mereka pergi ke tempat di mana sang Papi akan mengadakan pestanya. Mereka ikut turun andil di sana nanti, keduanya keluar terlebih dulu agar Ana tidak curiga jika mereka pergi bersama dengan Sean karena memang Ana tidak di beritahukan soal ini.


Skiiip......


Semua telah siap sedah untuk berada di setiap posisi masing-masing, mereka tinggal menunggu kedatangan tamu besar yang akan datang. Semua anak buah Sean menikmati pesta yang, hitung-hitung saat ini mereka tengah berpesta sungguhan.


Sedangkan sisi seberang...


"Semuanya sudah siap, Tuan. Kita bisa pergi," ucap anak buahnya di sana.


"Oke... Kita semua berangkat." Ucapnya


bersemangat dan meminta semua anak buahnya untuk naik ke kendaraan mereka masing-masing. Sebagian sari mereka masuk ke dalam mobil dan sebagian dari mereka menaiki helikopter. Mereka semua pun akhirnya pergi menunju tempat lokasi.


Kembali ke sisi pesta...


Sean mengamati orang-orang di sekitar sana, siapa tahu jika di antara anak-anak buahnya terdapat anak buah dari pihak lawan.


"Tuan, mereka semua sudah berangkat menuju kemari." Bisik salah satu anak buah Sean.


"Baiklah, kalian semua bersiaplah di posisi masing-masing." Perintah Sean.


"Jen dan lainnya kalian segera bersiaplah, kalian pergi ke posisi masing-masing." Jen dan lainnya mengangguk dan segera menuju ke posisi mereka masing-masing.


"Untuk kalian semua, bersiaplah untuk menyambut tamu kita. Tidak lama lagi mereka akan segera sampai di sini," ucap Sean yang menggema di sana. Mereka yang ada di sana mempersiapkan diri mereka masing-masing untuk kehadiran tamu spesial mereka.


"Di mana Gerald?" Tanya Sean pada Riko.


"Sepertinya, tuan muda sudah berada di barisannya sendiri, tuan." Jawab Riko.


"Apa dia sudah menemui Jenni saat berada di sini?"


"Belum, Tuan. Mungkin tuan muda Gerald ingin memberikan kejutan untuk Nona muda nanti," jawab Riko lagi.

__ADS_1


__ADS_2