
"Kau ada di sini? Kapan kau kembali, Son?" tanya Sean pada Gerald yang ada di sana. Dia sudah menganggap Gerald seperti putranya sendiri.
"Baru kemarin malam, Pi." Jawabnya dengan sopan.
"Bagaimana kabar Daddy dan Mommy-mu? Apa mereka baik?" tanya Sean kembali.
"Mereka baik. Daddy titip salam pada Papi, kapan berkunjung lagi ke sana."
"Hahaha... Papi akan berkunjung nanti jika ada waktu senggang." Gelak tawa Sean terdengar nyaring di sana.
Tidak lama kemudian, Jennifer keluar dengan dandanan yang terlihat simple namun terlihat elegan. la memakai kaos pendek dengan outer jaket jeans, celana jenas panjang dan sepatu sport miliknya.
"Kau mau kemana, Jen?" tanya sang papi.
"Pi, kita berdua mau berjalan-jalan sebentar. Gerald izin pada Papi untuk membawa Jenni sebentar," sahutnya pada Sean.
"Baiklah. Papi titip putri Papi padamu, jaga dia baik-baik," ucap Sean memberikan izin pada mereka berdua. Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi berdua sebelum hari mulai terik.
Saat berada di ambang pintu, mereka berpapasan dengan Julian yang baru saja pulang karena semalam menginap di markas.
"Kalian mau kemana?" tanyanya melihat keduanya.
"Tentu saja kita berkencan," jawab Gerald pada Julian.
"Kalian tidak ada niatan untuk mengajakku?" Julian menunjuk dirinya sendiri.
"Kau kan tidak ada pasangan, untuk apa aku mengajakmu? Kau pasti akan mengganggu waktu kami berdua," ledek Gerald.
"Kau meledekku?" Julian melototkan kedua matanya tidak terima dengan ucapan Gerald padanya.
"Aku kan bericara jujur. Kenapa kau harus marah?" Gerad juga ternyata tidak kalah tengil dengan Julian di sana.
__ADS_1
"Ya sudah pergi sana kalau kau ingin pergi. Kau membuat kedua mataku gatal saja," ketusnya.
"Tidak perlu kau mengusirku." Gerald pun segera menggandenga tangan Jennifer untuk segera pergi dari sana.
Julian hanya bisa mencebikkan bibirnya melihat mereka berdua. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam mension. Gerald memakaikan helm untuk Jennifer karena mereka akan menggunakan motor sport milik Gerald.
"Sudah lama aku tidak melihatmu seperti ini. Kae semakin menggemaskan." Ujar Gerald menoel hidung mencung milik Jennifer.
"Hentikan gombalanmu itu. Sebaiknya kita segera pergi sebelum hari semakin terik," ucapnya.
"Baiklah, Ratuku." Gerald sedikit membungkukkan badannya dengan satu tangannya ia letakkan di dada layaknya berhadapan dengan ratu sungguhan.
Jennifer hanya terkikik melihatnya, Gerald menaiki motor sportnya kemudian di susul oleh Jennifer. gerald mulai menyalakan motor sportnya lalu melaju meninggalkan halaman mension luas itu. Gerald melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Setelah perjalanan beberapa menit, mereka akhirnya di lokasi yang mereka tuju. Saat ini mereka berada di Brandenburg Gate (Gerbang Brandenburg). Gerbang Brandenburg menjadi salah satu tempat wisata terbaik di Berlin, karena gerbang ini merupakan salah satu simbol utama di Berlin.
Gerbang ini terletak di antara Pariser Platz dan Platz des 18. Gerbang Brandenburg terdiri dari dua belas kolom Doric, memiliki enam sisi sehingga membentuk lima pintu masuk menuju jalan raya. Keduanya turun dan berjalan beriringan, banyak sekali pengunjung yang mengambil foto di sana.
"Apa yang kau lihat? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Jennifer yang melihat Gerald senyum sendiri sedari tadi.
"Aku sedang melihat gambar wanita cantik di ponselku." Jawabnya yang membuat Jennifer melayangkan tatapan tajam ke arahnya.
"Wanita siapa yang kau maksud? Coba sini berikan ponselmu!" Jennifer mengulurkan tangannya meminta ponsel Gerald.
"Jangan, nanti kau akan cemburu." Jawab Gerald menunjukkan senyum lebarnya, padahal tatapan Jennifer sudah tidak bisa bersahabat lagi. Dia sengaja untuk menggoda Jennifer, baginya sangat lucu ketika melihat tunangannya itu sedang marah.
"Kau berikan ponselmu atau akan ku bantai wanita yang kau maksud itu!" Nadanya mulai sedikit meninggi. Gerald hanya bisa tersenyum melihatnya.
"Apa kau yakin?" Gerlad semakin menggoda Jennifer. Gerald pun akhirnya memberikan ponselnya pada Jennifer, Jennifer menyahutnya begitu saja.
la mulai membuka password ponsel milik Gerald dan segera meluncur ke pusat galeri yang ada di ponsel Gerald. Jennifer menscroll semua foto yang ada di sana dari atas sampai bawah, tapi dia tidak menemukan apa pun kecuali foto-foto dirinya dan Gerald maupun perkumpulan pertemanan mereka. Jennifer berkali-kali melihat dari atas sampai bawah, tapi nihil.
__ADS_1
Gerald hanya bisa menahan tawanya melihat Jennifer terlihat sangat serius mencari apa yang ia cari. Karena tidak menemukan apa-apa, Jennifer kembali memberikan ponsel itu ke pemiliknya dengan kesal karena Gerald sudah menipunya. Untung saja dia tidak mengamuk tadi.
"Bagaimana? Apa kau mau membantai wanita itu?" goda Gerald pada Jennifer.
"Iya. Aku ingin membantai nya karena dia sudah bisa mengalihkan dirimu dariku, karenanya kau lebih perhatian ke ponselmu. Padahal aku berada di depanmu." Jawabnya dengan wajah kesal dan sedikit merona malu.
"Hahaha... kau sangat menggemaskan, Babe." Gerald mengacak-acak rambut Jennifer.
"Kau tetap menjadi satu-satunya untukku. Untuk apa aku menyimpan gambar wanita lain di ponselku?" ucapannya membuat Jennifer menerbitkan senyumnya, walau senyuman itu tipis.
"Bagaimana? Apa kau masih ingin membantainya?" ledek Gerald padanya.
"Sudah diamlah!" Jennifer melangkah lebih dulu mendahului Gerald. Ia hanya tersenyum melihat tingkah Jennifer, memang Jennifer cuek dan tidak perduli dengan yang lainnya. Beda lagi jika bersama Gerald, ia menunjukkan sisi hangat dan manisnya.
Gerald segera menyusul kepergian Jennifer yang sudah lebih dulu. Gerald mencoba menggoda Jennifer hingga terjadi aksi kejar-kejaran antara mereka berdua di sana.
Jennifer melihat-lihat sekeliling bangunan dan berbagai barang yang berada di museum. Mereka sudah berpindah tempat, yaitu di sebuah museum. Banyak sekali museum yang berada di Berlin, salah satu museum yang mereka datangi adalah Museum Pergamon.
Museum tersebut terkenal unik dan sedikit nyentrik karena bentuknya yang seperti gua dan isinya berupa koleksi barang-barang yang konon merupakan harta Aladin di zaman kuno saat eropa dalam masa penjelajahan ke wilayah Asia. Di museum itu juga terdapat banyak barang artistik dari Roma, Yunani, Babilonia dan Timur Tengah yang sangat indah. Tidak hanya itu, di sana juga terdapat patung-patung dan koleksi monumen dari hasil pencarian para arkeolog Jerman pada abad ke 20.
Maka dari itu di sana bisa merasakan nuansa klasik dan modern dalam waktu bersamaan. Selain itu, di museum itu juga bisa menambah ilmu pengetahuan akan sejarah saat berkunjung. Jennifer terlihat sangat antusias dan senang bisa berkunjung serta melihat semua yang ada di sana.
"Babe, bukankah itu temanmu?" ujar Gerald di saat Jennifer sedang asik menikmati setiap koleksi yang ada di sana.
"Siapa?" sahut Jennifer. Gerald pun menunjuk ke arah orang tersebut, Jennifer mengikuti arah yang di tunjuk oleh Gerald.
"Fany?" ucap Jennifer saat tahu siapa yang di maksud Gerald.
"Dia bersama dengan seorang laki-laki. Apa dia sudah memiliki kekasih?" tanya Gerald pada Jennifer.
Like and jadilah fans silver dengan cara gift and vote
__ADS_1