
Keesokan harinya...
"Kenapa kau di sini?" tanya Julian melihat seseorang yang berada di sana. Rambutnya yang masih terlihat acak-acakan karena baru saja bangun dari tidurnya.
"Terserahku? Memangnya kenapa?" jawabnya pada Julian. Di tatapnya penampilan Julian yang masih terlihat muka bantalnya.
"Kau pagi-pagi sudah merusak kedua mataku," ujar Julian.
"Sepertinya kau harus membuka matamu lebar-lebar, lihatlah sudah jam berapa sekarang." Tunjuknya ke arah jam yang ada di sana. Julian mengikuti arah tunjuknya ke arah jam, di lihatnya jam sudah berada di angka sepuluh.
Julian hanya membulatkan bibirnya membentuk huruf O sempurna. Ia melihat Jennifer yang baru saja keluar dengan berpakaian rapi. "Kalian mau ke mana?"
"Kau tidak perlu tahu," bukannya Jennifer, tetapi Gerald lah yang menjawabnya. Seorang yang sedari tadi berbicara dengan Julian adalah Gerald. kebetulan hari ini dirinya datang ke sana untuk pergi bersama Jennifer.
"Aku tidak bertanya denganmu," ketusnya.
"Kau kan mengatakan 'kalian'? Tetntu aku
menjawabnya," jawab Gerald tidak mau kalah. Entah kenapa dia sepertinya tertular dengan Julian. "Kau itu seperti perempuan, menyahut saja!" sengal
Julian. Entah siapa yang salah di sana.
"Lalu, kau seperti apa? Bahkan kau lebih tidak bisa diam seperti perempuan." Jennifer hanya bisa diam melihat perdebatan sang adik dan tunangannya itu. Dia melihat sejauh mana kedua laki-laki yang ada di hadapannya itu berdebat.
"Kata siapa!? Sepertinya kau harus membuka matamu lebar-lebar!" sengal Julian kembali.
"Itu buktinya, sekarang saja kau tidak bisa diam sedari tadi." Niatnya ingin pergi bersama Jennifer, tetapi dirinya justru berdebat dengan Julian. Jennifer meletakkan tas kecilnya lalu duduk menyaksikan kembali mereka berdua.
__ADS_1
"Itu karena kau yang memulai duluan!" Semakn di respon, Julian semakin menjadi-jadi. Dia tidak akan berhenti, tidak heran lagi kalau untuk Julian seperti itu. Dengan siapa pun itu Julian pasti akan berdebat.
"Aku hanya menjawab pertanyaanmu, kau saja yang memang selalu begitu," kuekeh Gerald berdebat dengan Julian.
Tidak ingin berniat memisahkan keduanya, Jennifer sedari tadi hanya diam, bahkan dirinya tidak menyahuti sepatah kata pun. Berdebatan masih terus berlanjut tanpa ada yang mengalah satu sama lain. Perdebatan panjang mereka tidak henti-henti, sampai pada akhirnya mereka berhenti sendiri.
"Kenapa berhenti? Lanjutkan saja," sahut Jennifer yang melihat keduanya terdiam.
Gerald dan Julian meoleh ke arah Jennifer secara bersamaan. "Gara-gara kau aku tidak jadi pergi!" Gerlad menyalahkan Julian di sana.
"Kau yang salah kenapa harus menyalahkanku?" Julian tidak mau di salahkan oleh Gerald.
"Ya sudah kalian lanjutkan saja, aku sebaiknya kembali ke kamar untuk tidur," sahut Jennifer pada keduanya.
"Jangan, Babe! Kita akan pergi sekarang," cegah Gerald lalu beranjak berdiri menghampiri Jennifer, tidak lupa juga Gerald ingin melayangkan pukulan pada Julian. Karena berdebat dengan Julian dia sampai lupa jika harus pergi dengan Jennifer.
Mereka berdua pergi meninggalkan Julian sendiri di sana. "Kalian mau ke mana!" Julian berteriak keras saat mereka sudah berjalan sedikit jauh.
"Aku bertanya serius. Biar aku menyusul kalian nanti ." Julian kembali bertetriak.
Gerald menoleh ke arah Julian dengan sedikit malas. "Kita akan pergi ke Marzahn Recreational Park. Kalau kau ingin menyusul usahakan membawa teman, aku tidak mau kau mengganggu waktuku."
Gerald kembali melangkahkan kakinya bersama Jennifer dan segera pergi sebelum hari semakin siang." Oke, tunggu aku di sana!" Gerald hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh ke arah Julian.
Julian segera bergegas untuk segera membersihkan diri dan bersiap pergi. Ia berencana akan mengajak Fany untuk pergi ke sana. Memang rencananya Julian hari ini ingin pergi bersama Fany, tetapi dia tidak tahu harus pergi ke mana.
Kebetulan sekali jika hari ini Jennifer dan Gerald pergi, jadi tidak perlu pusing Julian memikirkan tempat untuk pergi ke mana Fany.
__ADS_1
Julian dan Fany tia berada di taman Marzahn, mereka berdua turun dari mobil sport Julian. Tumben sekali jika kali ini Julian membawa mobil sport miliknya, biasanya dia selalu pergi dengan motor sportnya. Sedikit sulit dia mengajak Fany untuk pergi bersamanya, mereka berdebat sebelum pergi.
Karena sudah kesal, Julian menyeret Fany begitu saja pergi dari sana. Mereka segera masuk dan segera mencari keberadaan Jennifer dan Gerald yang sudah sampai lebih dulu sedari tadi. Fany takjub dengan pemandangan yang tersedia di sana.
Marzahn Recreational Park atau di sebut dengan Garden of the World merupakan taman dunia yang berada di Berlin. Hamparan padang rumput dan bunga membuat siapa saja pasti suka melihatnya, di area taman memiliki jalan setapak yang menghubungkan tempat satu ke tempat lainnya. Tempat tersebut sangat cocok di gunakan untuk menyegarkan pikiran.
Perkebunan yang lengkap bertema China, Jepang, Korea, Bali dan masih banyak lagi. Selain berjalan-jalan di sana juga bisa menikmati upacara minum teh China dan fertival bunga sakura jepang juga. Fany yang awalnya sedikit cemberut setelah melihat taman dunia itu wajahnya kembali sumringah.
"Waahh... ayo kita ke sana," ajaknya dengan semangat.
"Aku suka melihat wajahmu yang sangat ceria," ucap Julian setelah melihat senyum merekah dari Fany.
"Aku memang selalu ceria, apa kau tidak pernah melihatnya?" Fany sedikit meninggikan suaranya karena dirinya merasa sedikit malu dengan ucapan Julian.
"Apa kau malu? Pipimu terlihat sesdikit merah," goda Julian. Fany seketika menyentuh kedua pipinya untuk menutupi rona merah di pipinya.
"Tidak! Kenapa aku harus malu denganmu?" elaknya yang masih memegang kedua pipinya.
"Kau jangan bogong, aku bisa melihatnya." Julian semakin gencar menggoda Fany yang memang jelas-jelas sedikit merasakan malu.
"Kau salah lihat! Mana ada," sengalnya pada Julian.
"Ayo cepatlah. Aku ingin berkeliling," ajaknya lagi dengan penuh semangat.
Julian menampilkan senyum di wajahnya melihat Fany yang begitu semnagat berada di sana. "Kau sepertinya tidak sabar sama sekali."
"Kita mencari Jen dulu, dia sudah berada di sini sedari tadi." Fany mengangguk menyetujui ucapan Julian.
__ADS_1
Mereka mencari keberadaan Jennifer dan Gerald sambil berjalan-jalan melihat sekeliling yang ada, mereka juga melewati beberapa kebun karena memang tempat itu sngatlah luas. Fany terlihat sangat bersenang-senang melihatnya, Julian juga terlihat senang saat melihat senyum lebar di wajah Fany dengan jelas.
Gerald dan Jennifer saat ini tengah mencoba bermain di taman labirirn yang berada di sana, terdapat satu taman labirin di sana dengan ketinggian sekitar dua meter. Mereka menyusuri labirin tersebut secara terpisah, salah satu dari mereka membuat tantangan sebelum masuk ke dalam sana. Setiap jalan di labirin mereka lewati, terkadang juga terjebak di jalan buntu.